Now Reading
Oriana Titisari: Hidup Adalah Serangkaian Pilihan. Pastikan Saja Pilihanmu Itu Berani!

Oriana Titisari: Hidup Adalah Serangkaian Pilihan. Pastikan Saja Pilihanmu Itu Berani!

Orangtua mengajarkan bahwa saya bisa menjadi siapapun dan menjalani hidup sesuai pilihan karena apapun yang terjadi, they got my back.

Oriana Titisari - Mommies Daily

Saya mengenal Oriana Titisari (37) sebagai pribadi yang ceria dan kerap menertawakan masalah yang terjadi di dalam hidupnya. Mungkin bisa dikatakan kemampuan dia coping terhadap stress cukup baik, ahahaha. Apa pun masalah yang hadir di dalam hidupnya, dia selalu masih bisa tertawa.

Sebagai anak sulung dari pelukis Hardi dan seorang ibu rumah tangga, Susana, Oriana yang kerap dipanggil Orie ini sekarang menjabat sebagai Corporate Communications Manager di Sucor Asset Management. Sebuah perusahaan yang telah meraih berbagai penghargaan, baik dari dalam negeri maupun internasional dengan misi membantu mengembangkan serta menjaga kekayaan nasabah, agar hari-hari bisa dihabiskan untuk merayakan hidup. Karena perusahaan ini tidak hanya peduli tentang investasi, tetapi mimpi dan kebahagiaan nasabah.

Oriana Titisari - Mommies Daily

Simak wawancara saya dengan perempuan yang selalu penuh percaya diri dan teman ngobrol yang seru di tengah-tengah kesibukannya menyebarkan visi misi perusahaan ke khalayak luas – mengembangkan strategi pemasaran, yang mencakup digital activation, media relations, PR, branding korporat, untuk mendukung tercapainya target perusahaan.

Tiga hal yang paling kamu suka dari diri kamu?

I consider myself a lucky person. Sejak kecil ayah mengajarkan saya sebuah doa: Tuhan, jadikanlah saya manusia yang beruntung. Dengan mindset ini saya tidak pernah merasa takut akan kekurangan, karena selalu dicukupkan.

Saya adalah orang yang penuh rasa penasaran. Jadi naluri untuk selalu bertanya, atau melihat satu cerita/keadaan dari segala sudut pandang menjadi satu hal yang selalu saya lakukan sejak kecil. Tapi ini juga membuat saya terlihat agak “berbeda” di depan banyak orang – khususnya di Indonesia – karena saya menolak untuk mengikuti satu cara yang benar atau norma yang diikuti banyak orang dan terus menantang agar tercipta wacana lain dengan pikiran terbuka.

Saya punya kecenderungan untuk menilai buku dari sampulnya – setidaknya untuk beberapa hari pertama. Untungnya saya juga percaya bahwa semua orang punya cerita. Jadi, saat bertemu dengan seseorang, saya akan langsung membuat penilaian. Tapi, rasa penasaran saya akan mendorong untuk bertanya, mencari tahu sampai saya bisa mengetahui cerita mereka. As for me, I am an open book. Apa yang Anda lihat, ya itulah saya. Cukup bertanya, dan saya akan menceritakan tentang hidup, pendapat saya akan sesuatu, dan sejuta hal lainnya. Tapi peringatan, I’m brutally honest. Jadi jangan tanyakan hal yang tidak ingin kamu dengar jawabannya.

Oriana Titisari - Mommies Daily

Pengalaman masa kecil apa yang membuat kamu punya tiga sifat tadi dan apakah ada andil dari orang tua?

Sebenarnya bukan pengalaman, tapi lebih cara saya dibesarkan. Ketiga hal ini saya dapatkan dari kedua orang tua. Keduanya mengajarkan bahwa saya bisa menjadi siapapun yang saya inginkan, dan menjalani hidup sesuai pilihan karena apapun yang terjadi, they got my back. Jadi tidak masalah jika pilihan yang saya buat salah. Saya hanya perlu bangkit, dan mencoba lagi dari ulang. Saya selalu berusaha untuk reinvent myself. Karena saya juga punya cerita, dan saya sendiri yang menentukan bagaimana akhirnya.

Buku atau film favorit yang pada akhirnya mengubah cara pandang kamu terhadap sesuatu?

Buku “panjang’ pertama yang saya baca adalah The Count of Monte Cristo oleh Alexander Dumas. Buku ini bercerita tentang seorang pria yang awalnya hidupnya amat bahagia. Ia orang yang baik, memiliki masa depan cemerlang dan dicintai banyak orang. Hidupnya berubah ketika orang-orang yang mengaku ‘sahabat’ ternyata menjebaknya karena rasa iri. Ia dipenjara. Tapi di penjara ia justru belajar banyak hal dari sesama napi, dan menjadi orang terpintar. Ia juga mendapatkan harta dari teman penjaranya itu. Dari sini, ia mulai merencanakan balas dendam yang sempurna. (bagian ini bisa di-skip haha).

Saya membacanya saat saya masih SMP. Dari sini saya mulai jatuh cinta pada dunia sastra – sampai akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di jurusan Sastra Inggris. Saya membaca ulang buku ini mungkin 30 kali. Semacam pengingat untuk selalu berjaga-jaga sama sahabat-sahabat palsu, yang membenci diam-diam saat kita berbahagia. Ini yang menjadi filter saya dalam berteman. Terdengar ‘gelap’ sih, tapi buku ini menjaga saya dalam banyak hal.

Jika kamu kelak menikah dan punya anak, hal apa yang ingin kamu contoh dari orang tua kamu dan apa yang tidak ingin kamu contoh?

Orang tua saya sudah bersama begitu lama – ini sesuatu yang saya anggap hebat karena keduanya benar-benar dua sisi koin yang berbeda. Dari mereka saya belajar bahwa pernikahan itu membutuhkan usaha yang sama besarnya dari kedua pihak, kesabaran dan rasa sayang. Ini saya akan contoh.

Yang tidak akan saya contoh adalah mungkin saya akan mendidik anak saya untuk bisa mengelola keuangan lebih baik sedari dini, karena saya baru mempelajari hebatnya kekuatan compounding interest atau bunga berbunga. Yang pasti saya akan membuatkan mereka tabungan investasi sedari kecil, jadi saat mereka tumbuh dewasa bisa menjalani apapun mimpi mereka.

Ada pesan dari orang tua yang menjadi pegangan hidup kamu?

Hidup adalah serangkaian pilihan. Pastikan saja pilihanmu itu berani!

Seandainya bisa kasih pesan untuk seorang Orie di usia remaja, apa yang mau lo sampaikan?

Be unapologetically you! Cari tahu apa yang kamu inginkan dalam hidup, fokus dan jalani hal yang membuatmu bahagia. Percayalah sama kata hatimu dan pilihan yang kamu buat. The rest is just noise.

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top