Sensitivitas Makanan pada Anak, Apa dan Bagaimana Penanganannya?

Pernah dengar sensitivitas makanan pada anak, moms?

5 Tindakan Sederhana Orangtua Ini Bisa Membuat Anak Bahagia - Mommies Daily

Sensitivitas adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan pada sesuatu yang seharusnya tidak berbahaya seperti bulu binatang, serbuk sari, debu, atau berbagai jenis makanan seperti susu sapi. Risiko sensitivitas ini muncul karena berbagai hal, faktor lingkungan seperti udara dan cuaca sampai yang tidak bisa dihindari yaitu faktor keturunan.

Dan faktor risiko keturunan ini angkanya cukup tinggi lho! Jika salah satu orangtua memiliki sensitivitas, maka anak punya risiko sensitivitas sebesar 30-50%. Namun jika kedua orangtua punya risiko sensitivitas, anak 60-80% lebih berisiko terhadap sensitivitas. Setiap tahunnya, jumlah anak dengan sensitivitas ini pun terus mengalami kenaikan.

Gejala sensitivitas makanan pada anak bisa langsung terlihat namun kadang orangtua tidak menyadari bahwa reaksi ini muncul karena makanan yang baru saja dimakan anak. Gejalanya bisa berbagai macam, dari gatal, ruam, migrain, perut kembung, diare, dan masalah pencernaan lain. Bisa juga berupa berat badan yang tidak kunjung naik.

Menurut Functional Medicine Practitioner, Dr. Will Cole D.C., IFMCP, kondisi terparah dari sensitivitas makanan adalah leaky gut syndrome, saat lapisan usus kecil bocor dan partikel makanan memasuki darah sehingga makanan tidak dapat diserap dan bisa menimbulkan respon autoimun.

Itu sebabnya, sensitivitas makanan pada anak tidak bisa dianggap remeh dan sebaiknya dicegah sedini mungkin meskipun anak memiliki riwayat sensitivitas pada keluarga. Cara penanganannya adalah dengan mengenali gejala yang timbul dan makanan apa yang sekiranya menjadi faktor risiko sensitivitas pada anak.

Setelah itu, eliminasi makanan dari menu anak selama beberapa waktu. Beri juga berbagai jenis sayur, daging, dan buah-buahan sehingga anak terbiasa dengan banyak pilihan makanan lain ketika mungkin kebetulan makanan kesukaannya yang menjadi faktor sensitivitas.

Risiko sensitivitas juga bisa dicegah dengan cara memperkuat sistem imun anak. Salah satunya dengan memberi anak sinbiotik, kombinasi prebiotik dan probiotik dengan komposisi seimbang. Sinbiotik ini bisa ditemukan dalam inovasi advanced SYNEO Engine, kombinasi sinbiotik untuk yang telah dipatenkan, mengandung prebiotik oligosakaria scGOS/lcFOS (9:1) dan probiotik Bifidobacterium breve M-16V. SYNEO terbukti secara klinis bisa menurunkan risiko sensitivitas, bahkan ketika sensitivitas yang dialami merupakan faktor keturunan.

Diformulasikan oleh Nutricia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun riset di bidang imunologi, SYNEO ini terkandung dalam Nutrilon Royal Prosyneo yaitu merupakan formula terbaik* di kelasnya untuk cegah risiko sensitivitas si Kecil. Selain SYNEO, Nutrilon Royal Prosyneo juga mengandung 100% protein whey terhidrolisa parsial dengan sensitivitas lebih rendah dan mudah dicerna, omega 3, omega 6, dan zat besi untuk mendukung kemampuan berpikir, vitamin C dan E untuk mendukung fungsi daya tahan tubuh, dan dilengkapi 13 vitamin dan 14 mineral yang mendukung pertumbuhan optimal si Kecil.

Informasi lebih lengkap bisa dibaca di sini, ya! Nutrilon Royal Prosyneo tersedia di supermarket atau e-commerce kesayangan mommies di link ini.


Post Comment