Mengenali Akun Online Shop Penipu

Di tengah pandemi yang merenggut banyak nyawa, ada aja manusia-manusia kampret yang menipu dengan bersembunyi di balik akun online shop. Baik-baik auto well-done di neraka ya mas dan mbak sekalian.

Di tengah wabah virus Covid 19 yang membuat kondisi kesehatan banyak manusia ‘babak belur’, masihlah juga kita harus menghadapi meningkatnya akun online shop yang menaikkan harga masker, medical gloves, cairan desinfektan, suplemen hingga 500%!

Sungguh kuingin mengurut dada ketika seorang teman bercerita, bahwa ia tertipu sekitar satu juta rupiah untuk pembelian masker. Setelah deal dengan si seller, ia diminta bayar ongkos kirim 500.000. Esok harinya minta ditambah biaya asuransi pengiriman 600.000 rupiah. Sampai di sini teman saya sudah curiga, sehingga tak berkenan untuk mentransfer sejumlah uang tersebut. Akibatnya bisa ditebak, barang tak sampai, nomor telepon di-block, akun Instagram disabled comment-nya.

Lain lagi yang saya baca di Instagram Story seorang teman. Ketika mencoba bertransaksi di sebuah platform marketplace terkemuka, ia diberi link oleh si seller. Ketika diklik, ternyata link phising yang membuatnya mengalami kerugian 5-6 juta rupiah. Itu seller auto well-done di neraka.

Nah, karena masih banyak dari kita yang tertipu (apalagi di tengah kondisi kepanikan saat ini), untuk itu saya mencoba untuk merangkum dan mengklasifikasikan ciri-ciri sebuah akun, baik di platform media sosial atau marketplace yang mencurigakan. Supaya kita semua bisa waspada. Jika menemukan beberapa ciri di bawah ini, sebaiknya batalkan saja transaksinya, ya.

Mengenali Akun Online Shop Penipu - Mommies Daily

Section comment di-block atau disabled

Ini biasanya terjadi pada akun online shop di Instagram. Ini bukan ciri-ciri seller yang malas liat notifikasi, tapi lebih kepada mereka tidak ingin komplein korban memenuhi comment section dan membuat orang lain batal melakukan transaksi dengannya.

Nama akun mencurigakan

Nama akun biasanya menggunakan nama merek produk ditambah dengan huruf-huruf kombinasi aneh, plus kata ‘murah’. Misalkan saja, ada sebuah merek masker bernama Victoria (bukan merek beneran), maka nama akunnya @masker_victoriaaaaa_murah. Online shop palsu di Instagram sering melakukan ini, walaupun begitu, banyak juga yang melakukannya di marketplace yang sering kalian kunjungi.

Keseringan pamer testimoni dan bukti transfer

Nah, yang ini seringkali testimoninya berupa screenshot whatsapp lalu diposting di Instagram Story, bahkan di-set sebagai highlight. Coba perhatikan, umumnya testimoni yang di-upload hanya sampai berupa deal antara seller dan buyer. Akun palsu tidak akan bisa upload testimoni setelah barang ada di tangan. Kalau pun sampai ada, bisa jadi testimoni setting-an. Yang lebih harus diwaspadai, akun penipu ini biasanya juga suka pamer bukti transfer, namun rekening milik seller selalu disensor.

Terlalu agresif ketika minta transfer

Percayalah, online shop yang jujur tidak akan pernah memaksa atau mengejar-ngejar kita untuk segera membayar. Yang ada malah kita dikasih deadline jika dalam 1X24 jam tidak ada transfer, maka dianggap batal.

Akun baru dan tidak ada interaksi

Di tengah-tengah kejadian luar biasa seperti sekarang, online shop yang mencari keuntungan nggak kira-kira ini seringkali merupakan akun baru, bukan power merchant jika terdapat di platform marketplace, catatan barang terjual masih 0, dan jika ada yang menanyakan soal ketersediaan barang, nggak pernah dijawab.

Mencantumkan nomor whatsapp di akun marketplace secara terang-terangan

Di mana-mana ketika kita berjualan di marketplace, antara seller dan buyer tidak pernah diizinkan untuk bertransaksi di luar platform tersebut. Hal ini tentu untuk melindungi kedua belah pihak, jangan sampai ada yang dirugikan. Sayangnya, belakangan secara terang-terangan banyak seller di marketplace hijau, oranye, dan pink itu mencantumkan nomor telepon plus note kecil berbunyi, “Untuk pembelian hubungi nomor 08 sekian sekian.” Kalau sudah ketemu yang beginian, langsung batalkan saja transaksinya daripada dikasih link phising, kan?

Lalu bagaimana, dong, kalau sudah terlanjur transfer? Kita bisa melaporkan rekening si seller ke cekrekening.id. Situs ini merupakan layanan resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan dibuat khusus untuk mengumpulkan database rekening bank yang terindikasi melakukan tindak pidana, seperti penipuan online shop ini. Bisa juga sebelum bertransaksi cek di IG @blacklist_akunpenipu untuk mencari tahu online shop mana saja yang sudah memakan korban.

Jadi hati-hati ya, di saat seperti ini memang banyak banget orang-orang yang hati nuraninya entah ke mana. Jaga sehat selalu, jangan sampai kena tipu-tipu.

Baca juga:

Meski di Rumah Saja, Anak Tetap Butuh Lima Hal Ini

Jadwal Imunisasi Anak Saat Social Distancing


Post Comment