Now Reading
Apa yang Salah dari Pernikahan Patriarkis?

Apa yang Salah dari Pernikahan Patriarkis?

annisast

“Suaminya patriarki sih jadi dia nggak boleh kerja” sering ya dengar komentar seperti ini. Memang, apa yang salah dari pernikahan patriarkis?

Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti. Sederhananya, laki-laki punya keistimewaan lebih.

Inginnya Menjadi Perempuan Seperti Ini! - Mommies Daily

Dunia ini masih patriarki, betul. Negara ini apalagi. Anggota dewan perwakilan rakyat yang perempuan saja sedikit sekali. Padahal bagaimana suara perempuan bisa terwakili … kalau wakilnya saja tidak ada?

Patriarki juga lekat dengan dominasi. Perempuan harus begini dan begitu, mengikuti berbagai aturan yang dibuat oleh laki-laki. Perempuan dianggap sosok yang lemah dan bahkan tidak berhak punya suara. Perempuan, warga kelas dua.

Karena sudah ditanamkan sejak kecil oleh orangtua, ditambah lingkungan sosial yang melihat peran perempuan hanya sekadar urusan sumur, dapur, kasur, jadi tak heran kalau pengaruh patriarki ini terus terbawa sampai berumah tangga. Lalu salahnya di mana?

Tidak ada salahnya sih sebetulnya kalau dalam pernikahan. Asalkan sepakat. Suami sepakat bahwa ia yang jadi pemimpin dan memutuskan segalanya, istri juga sepakat menerima suaminya sebagai pemimpin. Itu cukup. Dengan catatan kecerdasan emosi sang suami dalam kondisi baik sehingga ia tidak menyalahgunakan kekuasaannya untuk menekan istri.

Karena sebaliknya juga tidak apa-apa kan. Banyak pernikahan yang berjalan baik-baik saja dengan istri yang memimpin dan mengambil keputusan. Sah-sah saja asal sepakat.

Yang repot kalau suaminya patriarki tapi istrinya tidak. Istrinya masih ingin punya suara dan pendapat, masih tidak ingin jadi anggota kelas dua karena maunya setara. Kalau begitu kenapa menikah sih?

Satu yang mengganjal adalah, pernikahan yang masih patriarkis, berpotensi melanggengkan patriarki di masyarakat itu sendiri. Semakin lambat sudah jalan perempuan menuju kesetaraan kalau dari rumah saja sudah sulit untuk setara.

Belum lagi, dominasi laki-laki ini bisa bergeser jadi kekerasan pada perempuan. Laki-laki merasa punya kuasa, tanpa kecerdasan emosi yang baik jadi menggunakan kuasanya untuk mengintimidasi perempuan.

Jadi ini sebabnya, relasi patriarki lebih mudah diusahakan oleh pria. Peran para laki-laki ini justru penting sekali untuk kesetaraan gender. Perjalanan yang sepertinya masih panjang ya.

Mommies punya pendapat lain?

Baca:
Stop Mengatakan: Kamu Kan Perempuan! Kok Begini …
Film “Imperfect”: Bukti Semua Perempuan, Bisa Merasa Punya Kekurangan
Ketika Suami Tak Bisa Jadi Sahabat Terbaik

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top