10 Perbedaan Boss & Leader, di mana Kita Berada?

Dari cara menyebut “tim” atau “anak buah” saja sudah bisa ketebak, seseorang sebut dilayak boss atau leader? Karena keduanya punya karakter yang sebetulnya jauh berbeda.

Perbedaan boss dan leader - Mommies Daily

Sekian tahun berganti-ganti supervisor, telinga saya paling malas mendengar pemimpin yang menyebut rekan kerjanya “bawahan” atau “anak buah.” Memang betul dari secara struktur organisasi ada jarak. Tapi secara team work, semuanya punya andil yang sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Mommies pernah nggak dengar atau baca, “boss dan leader itu dua sosok yang berbeda” ? Dan memang senyata itu perbedaannya. Kami adaptasi dari pinterest.com, silakan diamati di mana pemimpin mommies sekarang, atau bisa dijadikan tolak ukur di sendiri, bagi mommies yang sedang memimpin sebuah tim.

Boss:

1. Sekadar menyuruh atau menyetir karyawan, tanpa peduli perkembangan per individu.

2. Melakukan sesuatu hanya karena alasan otoritas yang dia punya.

3. Ditakuti, bukan disegani.

4. Lebih sering menyebut “saya.”

5. Menunjuk seseorang atas kesalahan tim yang terjadi .

6. Tahu beresnya saja.

7. Sebatas memanfaatkan tenaga timnya.

8. Mengharapkan atau haus pujian.

9. Penuh dari perintah.

10. Seringnya hanya menyuruh mengerjakan sesuatu.

Baca juga: Soft Skill yang Wajib Dimiliki Pemimpin

Leader:

1.Punya rasa tanggung jawab melatih timnya dengan kemampuan-kemampuan spesifik.

2. Melakukan sesuatu tidak hanya karena alasan otoritas yang dia, tapi juga punya niat baik mengubah sesuatu jadi lebih baik.

3.Tim yang bekerja dengan dirinya respect, bukan ditakuti.

4. Lebih sering menyebut “kami.”

5. Jika ada kesalahan fokus pada cara memperbaiki, bukan sibuk mencari kambing hitam.

6. Bisa menunjukkan bagaiman sebuah proyek diselesaikan. Atau menguasai cara menyelesaikan sebuah masalah.

7. Mengembangkan timnya.

8. Tak sungkan memberikan apresiasi, entah berupa pujian verbal atau bentuk lainnya.

9. Aktif bertanya untuk kemajuan timnya.

10. Sering bilang “yuk kita kerjakan sama-sama.”

Baca juga: Ketika Manajer Belum Siap Menjadi Pemimpin

Baca juga: Tiga Langkah Memaksimalkan Potensi Tim


Post Comment