Serba-Serbi Katarak, Bisa Dialami Semua Orang Lho!

Katarak menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Dari data hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2016, 81% kasus buta di Indonesia disebabkan oleh katarak.

operasi-katarak
Apa itu katarak?

Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata sebagai efek proses degenerasi,. Itu sebabnya, katarak biasanya terjadi pada lansia.

“Semua orang bisa kena katarak. Katarak itu bisa dibilang seperti uban, saat tua pasti datang. Hanya saja tiap orang berbeda, ada yang banyak ada yang sedikit. Ada yang lebih cepat muncul, ada yang lambat,” papar dokter Rien Widyasari, SpM dari Klinik Mata Nusantara di seminar “Katarak Bisa Mengancam Anak.
Bagaimana Mengatasi Katarak dan Mencegahnya”, Swiss Bellin Hotel minggu lalu.

Katarak ditandai dengan buram menetap pada mata. Jadi kalau kadang buram kadang tidak, bisa dipastikan itu bukan katarak. Katarak juga tidak menimbulkan rasa sakit, dan mata tidak iritasi atau merah sama sekali. Hanya saja, pandangan menjadi buram.

(Baca: Mata  Merah Belum Tentu Sakit Mata, Tapi Bisa Juga Karena Alergi Pada Mata)

Penyebab katarak

Katarak terjadi karena seiring berjalannya usia, protein yang ada pada lensa mata menggumpal dan menyebabkan lensa mata yang sebelumnya jernih jadi kuning-kecoklatan. Penglihatan pun jadi terganggu.

Selain karena usia, katarak juga bisa disebabkan oleh trauma mata, efek samping obat, minus yang terlalu tinggi, penyakit tertentu seperti diabetes, dan kelainan bawaan.

Nah, kelainan bawaan ini yang bisa membuat bayi baru lahir juga katarak! Bayi yang lahir dengan katarak biasanya karena ibunya menderita rubella saat hamil atau kelainan genetis lain. Mata bayi akan berkilau seperti mata kucing.

Kapan katarak perlu dioperasi?

Sejauh ini, belum ada teknologi lain selain operasi untuk menyembuhkan katarak. Namun, perlu operasi atau tidaknya bergantung pada tingkat keparahan dan keinginan pasien.

“Ada 5 grade katarak, 1 sampai 5. Lima itu paling tebal dan sudah cuma bisa liat gelap dan terang. Tapi masing-masing orang beda, tiap mata juga beda. Misal ada yang di grade 2 sudah terganggu karena pekerjaannya perlu mata yang detail, ada juga yang baru terganggu di grade 3. Bergantung masing-masing orang,” lanjut dokter lulusan UI ini.

Yang jelas, operasi katarak penting untuk rehabilitasi tajam penglihatan dan mencegah kerusakan lanjut atau efek samping katarak pada mata. Jadi jangan diabaikan begitu saja ya, moms!

(Baca: Jangan Malas Kena Sinar Matahari, Kan, Ada Sunblock)

Metode operasi katarak

Operasi katarak dilakukan untuk mengganti lensa yang sudah keruh itu dengan lensa tiruan. Lensa tiruan ini bisa tidak dipasang, namun mata pasien akan jadi minus 10 dan harus mengenakan kacamata.

Ada dua metode operasinya, ECCE (Extra-Capsular Cataract Extraction) atau metode konvensional di mana mata diinsisi selebar 100 mm kemudian dimasukkan lensa dan dijahit dengan monofilament nylon. Pemulihan dengan metode ini bisa sampai 6 bulan.

Metode kedua yang lebih canggih adalah Phacoemulsification di mana insisi dilakukan dengan mesin sehingga lukanya lebih kecil dan sembuhnya pun lebih cepat.

Klinik Mata Nusantara sendiri menggunakan metode Phaco dengan lensa tanam intraocular yang terbuat dari acrylic hydrophobic buatan Amerika. Lensa dengan bahan acrysof ini terbukti memiliki risiko katarak sekunder lebih rendah dibanding lensa lainnya.

Lensa ini juga yang jadi membuat harga operasi katarak beragam. Bergantung pada kualitas lensa yang digunakan.

Pertanyaan terakhir: Apakah katarak bisa kembali lagi?

Menurut dokter Rien, secara teoritis katarak tidak akan kembali lagi. Namun ada 10% pasien yang mengalami lagi katarak, inilah yang disebut dengan katarak sekunder.

Jadi, jangan remehkan katarak ya moms. Periksakan mata jika ada yang terasa menganggu, perbaiki pencahayaan di rumah, serta pertahankan gaya hidup sehat.


Post Comment