Tak Perlu Berlebihan Puji Ayah Atas Tugasnya Menjadi Ayah

2019 sudah mau selesai tapi bicara pengasuhan masih saja ditekankan sebagai tugas ibu ya.

Sudah banyak sekali perempuan yang berpendidikan, punya pekerjaan yang tak kalah hebat dengan laki-laki, dan bisa setara dalam banyak hal. Tapi sampai di rumah, dia tetap tidak bisa berbagi peran pengasuhan dengan suami.

Inginnya Menjadi Perempuan Seperti Ini! - Mommies Daily

Pada akhirnya, kebanyakan perempuan menanggung beban pekerjaan dan mengasuh anak sementara laki-laki hanya menanggung beban pekerjaan atas nama menafkahi keluarga. Padahal perempuan juga bekerja untuk membantu keuangan keluarga, kan?

Saya tergelitik setelah fashion blogger dan enterpreneur Diana Rikasari memposting satu foto di akun Instagram pribadinya, ia meminta bantuan suami untuk menjaga anak dan sebagai imbalan ia akan masak sesuatu yang spesial.

dr

Mom guilt is always there, but dad guilt isn’t.

Ibu merasa bersalah kalau meninggalkan anak tapi ayah tidak pernah merasa demikian. Padahal ayah juga orangtua, seseorang yang JUGA punya kapabilitas sebagai orangtua, sama dengan ibu. Hanya tidak bisa menyusui saja kan, yang lainnya bisa!

(Baca: Dad-shaming Ternyata Juga Banyak & Bikin Para Ayah Tak Percaya Diri)

Menjaga dan mendidik anak adalah tugas orangtua bukan hanya tugas ibu. Ayah dan ibu seharusnya bisa berbagi tugas pengasuhan ini sedetail mungkin.

Pembagian tugasnya bisa adil, misal siapapun yang sedang tidak ada pekerjaan ya dialah yang mengurus anak. Bisa ayah bisa ibu. Ayah tugas ke luar kota maka anak bersama ibu, ibu tugas ke luar kota makan anak bersama ayah. Tidak perlu di-glorify dengan “wah ayahnya hebat ya bisa ditinggal mengurus anak”. Tidak hebat karena ibu juga hebat kok saat ditinggal ayah.

Atau, pembagian tugasnya bisa juga dengan ayah bekerja di kantor, ibu bekerja menjaga anak di rumah. Ketika ayah tidak bekerja di kantor, ayah bisa bertukar peran dan bekerja menjaga anak di rumah. Seperti ayah yang berhak untuk istirahat dari kantor di Sabtu dan Minggu, ibu juga berhak istirahat dari mengurus anak dan menitipkannya pada ayah. Tidak perlu merasa bersalah karena itu kan anaknya juga.

(Baca: Ayah, Kalian Bukan Support System!)

Pujian berlebihan pada ayah-ayah yang bisa mengganti popok atau menemani anak seharian adalah budaya patriarki. Harusnya laki-laki tersinggung lho dipuji bisa mengganti popok bayi karena itu kan gampang sekali dan tidak butuh pujian karena ya anaknya butuh diganti popoknya siapa saja boleh mengganti, boleh ibu atau ayah.

Jika kita ingin laki-laki memasak, membantu pekerjaan rumah, mengurus anak adalah hal yang wajar, maka mulai sekarang berhentilah memuji berlebihan ayah yang hanya berperan menjadi ayah.


Post Comment