“Nak, Belajar Tak Selalu Mengalah, Ya!”

Ditulis oleh: Febria Silaen

Pengalaman saya semasa kecil, bahwa mengalah tak selamanya berdampak baik, terutama untuk perkembangan sosial emosi anak.

Nak, Belajar Tak Selalu Mengalah, ya! - Mommies Daily

“Kakak ngalah dong, sama adik!”

Sebagai anak sulung, saya masih ingat betul pesan orangtua yang meminta saya lebih banyak mengalah, selalu terngiang-ngiang kalimat di atas. Dan saya yakin, bukan hanya saya yang mengalami ini. Tapi juga anak-anak lain. Karena pengalaman masa kecil ini juga yang secara tidak langsung membuat kita juga menanamkan pada anak kita untuk bersikap mengalah.

Memang sih sikap mengalah dianggap baik. Tapi ternyata mengalah tidak selalu baik, lho! Sebaliknya jika anak selalu diminta bersikap mengalah bisa menjadi pisau bermata dua.

Mengalah memang akan membantu anak mengasah kemampuan mengelola rasa egoisnya. Namun, di sisi lain sikap mengalah akan membuat anak seperti anak yang tidak berjuang. Si pengalah cenderung memberikan orang lain peluang untuk lebih dahulu di depannya. Anak terlihat menjadi sosok yang lembek.

Baca juga: Saya Tidak Ingin Anak Saya Selalu Mengalah

Sisi negatif lain dari sikap mengalah yang ditanamkan ke anak, adalah anak menjadi memiliki karakter yang tertutup. Anak jadi lebih sering memendam emosinya. Selain itu, ia akan merasa tidak disayang ketika diminta terus untuk mengalah.

Duh, ternyata sikap mengalah tidak selalu berdampak positif ya. Realitanya sih anak juga perlu memiliki sikap asertif. Yaitu suatu kemampuan sikap untuk menyampaikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan kepada orang lain.

Untuk mengembangkan keterampilan sikap asertif pada anak, kita perlu mendukung dengan memberi pola asuh dan komunikasi yang menyenangkan. Lalu bagaimana mengajarkan anak untuk memiliki sikap asertif atau tidak selalu mengalah?

1. Latih berkata “Tidak”

Ya, ini adalah kemampuan yang perlu dimiliki anak. Mengatakan, “tidak”, tak selalu negatif kok. Seiring dengan usia anak, maka mereka perlu dilatih berkata “tidak” terhadap terhadap hal-hal yang dirasakan tidak sesuai dengan keyakinan dan atau ketika mereka merasa tidak nyaman.

Berikan penjelasan kepada anak, menolak mengalah atau mengatakan “tidak” adalah haknya ketika ia merasa keberatan atau tidak nyaman terhadap sesuatu yang diminta orang lain.

Kadang kala anak selalu mengalah karena ia tidak berani menampilkan dirinya sendiri. Jadi, anak sejak dini memang perlu dibangun rasa percaya dirinya.

Jadi jangan bangga dulu kalau anak terlihat lebih senang dan cenderung suka mengalah. Anak yang mengalah bisa jadi karena tidak percaya diri atau merasa tidak punya kemampuan sama seperti temannya. Dan tekanan untuk sering mengalah pun membuat anak merasa bahwa dirinya tidak menjadi utama. Ini akan membuatnya merasa minder dan cenderung membentuk sifat pesimis.

Baca juga: Agar Anak Memiliki Self Esteem yang Baik

2. Jelaskan di waktu yang tepat

Anak akan lebih baik kalau tahu kapan saatnya ia bisa atau harus mengalah. Anak tahu kapan ia bisa berkata “tidak”. Apalagi kalau anak dikondisikan dengan teman yang kurang baik.

Dalam keseharian, mereka bisa saja bermain dengan teman yang ingin menguasai anak atau melakukan tindakan perundungan. Anak akan menjadi korban bullying jika ia selalu mengalah dalam kondisi ini.

3. Mengukur kemampuan diri sendiri

Nah agar anak bisa mengatakan ‘tidak” dan tahu kapan saat tepat untuk tidak mengalah maka mereka juga perlu dibekali bagaimana mengukur kemampuan diri. Sehingga saat memberi bantuan tidak memberatkan diri sendiri. Jadi Anak akan tumbuh menjadi orang yang lebih positif dalam pemikiran maupun tindakan.

Satu hal lagi yang juga tidak kalah penting adalah ajarkan kepada anak untuk berpikir sebelum bertindak dan menimbang segala kemungkinan. Sehingga mereka tidak hanya akan mengikuti keinginannya saja tapi akan bisa mengelola emosi.

Tapi sebaliknya, sikap tidak selalu mengalah akan membuat anak berani mengambil risiko. Sehingga anak akan tahu kapan harus mengalah.

Dan paham kalau mengalah itu bukan cara untuk menghindari masalah atau mencari amannya saja. Tapi karena memang anak tahu bahwa orang lain lebih membutuhkan dan ia bisa mendapatkan keinginannya dengan cara yang lain

Baca juga: Cari Tahu Agar Anak Berani Bicara

Bagaimana, apakah sudah siap kalau anak menolak untuk mengalah? Harusnya siap, ya. Karena sikap mengalah sebaiknya bukan paksaan tapi memang anak menyadari bahwa ia dibutuhkan.


Post Comment