Mari Seimbang Sebagai Istri

Ketika anak kita akan selalu membutuhkan kita, begitu pun dengan pasangan kita. Sadarkah kita akan hal ini?

Banyak dari kita, para ibu bekerja, yang bercita-cita menjalani hidup seimbang antara urusan pekerjaan dengan keluarga. Ada juga yang ingin seimbang antara kehidupan mengurus keluarga dengan kehidupan pribadi kita. Nggak salah. Perlu memang, agar kita tidak menjadi berat sebelah. Namun, sekadar ingin mengingatkan (ala netizen di Instagram :D), kita juga jangan lupa, bahwa di dalam hidup seimbang untuk keluarga, ada sosok suami di dalamnya, bukan hanya kita dan anak.

Jadi, ketika kita fokus pada urusan pekerjaan dan urusan anak, di mana posisi suami?

Duh, suami sudah besar, bisa urus diri sendiri.

Duh, jangan manjalah suami.

Dan sederet duh lainnnya.

Duh, mari kita balik posisi, kalau seandainya suami terlalu sibuk bekerja, bersosialisasi dan terlalu sibuk mengurus anak sampai lupa sama kita? Kira-kira akan semanyun apa mulut kita?

Namanya bicara tentang seimbang memang nggak ada yang gampang sih, ahahahaha. Tapi at least jangan terlalu jomplang. Jadi, mari coba beberapa hal ini, supaya anak juga melihat, di tengah kesibukan orangtuanya mencari keseimbangan di dalam banyak point kehidupan, antara satu sama lain juga solid.

Seimbang Sebagai Istri - Mommies Daily

1. Mari berhitung tentang kuantitas waktu bersama pasangan

Jangan hanya bujet beli skincare, biaya pendidikan serta dana pensiun aja yang dihitung, coba berhitung seberapa banyak waktu yang kita habiskan bersama pasangan, setelah mengurus anak, me time, serta sibuk bekerja? Berapa jam waktu kalian ngobrol sehari-hari? Intensitas komunikasi lewat telepon atau WA? Waktu pergi berduaan tanpa anak atau gangguan email-email kantor? Kalau jawabnya lamaaa saking udah lupa kapannya, coba bikin time schedule untuk berdua. Hey, yang butuh timeline bukan hanya campaign klien kan :p.

Baca juga:

Coba 9 Hal Ini Untuk Bertengkar Sehat dengan Pasangan

2. Evaluasi hubungan kita dengan pasangan

Bahagia nggak sih suami dengan kondisi kalian sekarang? Atau dia merasa diabaikan karena kita terlalu sibuk? Apa kita selama ini selalu menomor sekiankan suami hanya karena menganggap dia sudah dewasa dan harusnya paham dengan kesibukan kita?

Baca juga:

Menjaga Keharmonisan Dalam Membesarkan Anak Berkebutuhan Khusus

3. Ajarkan anak untuk sabar dan memahami kebutuhan kalian

Salah satu yang suka bikin acara ngobrol berdua dengan suami jadinya bubar jalan adalah ketika anak sibuk mencari perhatian kita. Anak nggak suka melihat kita berduaan tanpa melibatkan dirinya. Anak menganggap bahwa dia harus selalu ikut ke mana pun kita pergi. Padahal ya nggak selalu harus begitu, kan! Jadi penting juga membuat anak paham bahwa mama dan papahnya butuh spend waktu berdua, dan itu bukan berarti orangtuanya nggak sayang. Jangan sampai anak memiliki insecure attachment (ini akan dijelaskan di tulisan yang berbeda ya :D).

4. Bicarakan tentang ekspektasi

Apa sebenarnya yang diharapkan oleh pasangan kita? Sampaikan juga apa yang kita harapkan dari dia? Cari titik tengah agar semua merasa senang dan adil :D.

Bagaimana pun, pasangan adalah partner hidup kita bukan? Maka pastikan bahwa sama seperti kita tidak ingin diabaikan, pasti pasangan kita juga ingin diperhatikan.

Baca juga:

Terlalu Mesra Malah Bikin Hubungan Membosankan


Post Comment