Mereka yang Bekerja Di Dunia Kesehatan Seputar Seks

Di Hari Kontrasepsi Sedunia ini, saya mau membahas beberapa orang yang lingkup kerjanya seputar seks.

Dari dokter pegiat vaginismus sampai penyuluh lapangan dari BKKBN. Siapa saja mereka? Apa yang mereka lakukan?

Tips Seputar Seks Pasca Melahirkan dari Para Suami - Mommies Daily

dr. Robbi Asri Wicaksono, Sp.OG, Pegiat Vaginismus

Dokter Robbi dikenal sebagai dokter “spesialis” vaginismus, ia bahkan menerima rekor MURI sebagai dokter pegiat vaginismus pertama di Indonesia.

Vaginismus adalah kondisi di mana vagina berkontraksi tidak normal sehingga menolak untuk rileks dan terbuka. Penderita jadi kesulitan untuk berhubungan seksual sehingga jadi sulit memiliki anak. Bahkan ada yang sampai 10 tahun menikah dan belum berhasil penetrasi sekali pun!

Dokter Robbi praktik di RS LImijati Bandung, ia juga mengelola komunitas Vaginismus Indonesia beranggotakan perempuan-perempuan penderita vaginismus atau yang sudah berhasil penetrasi dengan berbagai prosedur.

Mommies punya masalah serupa atau kenal orang dengan vaginismus? Sapa dr. Robbi di @vaginismusindonesia.

Inez Kristanti, M.Psi., Psikolog

Mommies mungkin ada yang sudah follow Inez ya di Instagram? Akun Instagram Inez rutin membahas topik relationship serta seks dan kini sudah difollow oleh lebih dari 120ribu pengikut. Inez membuat topik seks jadi ringan sehingga orang tak segan bercerita tentang masalah seksnya pada Inez untuk kemudian dibahas di Instagram atau Instagram Story.

Lulusan terbaik Magister Profesi Psikologi Universitas Indonesia ini berpengalaman dalam melakukan terapi kognitif-perilaku, terapi penerimaan dan komitmen, dan teknik lain untuk menangani berbagai macam masalah psikologis.

Selain aktif praktik sebagai psikolog, perempuan 26 tahun ini juga mengajar di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya dan aktif menjadi speaker di berbagai talkshow seputar psikologi.

Follow Inez di @inezkristanti.

dr. Asti Widihastuti, MHC

Gelar dokter Asti membuat saya googling dulu ahahaha. MHC adalah Master of Health Counseling, gelar yang didapat Asti setelah kuliah di Curtin University of Technology, Perth, Australia.

Asti sekarang aktif mengembangkan program keseharan masyarakat di Isu Kesehatan Seksual dan Reproduksi Indonesia. Ia juga berpengalaman sebagai konselor di klinik kesehatan seksual reproduksi serta klinik konseling dan tes HIV sukarela karena ia juga peneliti dari Pusat Penelitian HIV Unika Atma Jaya sejak tahun 2015.

Asti sering mendampingi para ODHA dan jadi pembicara seputar topik ODHA. Penting sekali ya karena di Indonesia, ODHA paling banyak justru datang dari kalangan ibu rumah tangga.

Mampir ke blognya dokter Asti yuk di asti-widihastuti.com

Musthofa Salya Bara, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana, BKKBN

Mengingat kondisi Indonesia yang masih menganggap edukasi seks adalah sesuatu yang sangat tabu, saya jadi penasaran sekali pada tugas sehari-hari para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana dari BKKBN.

Musthofa sudah 10 tahun jadi petugas lapangan yang mendatangi rumah satu per satu untuk sosialisasi KB. Ada pengalaman tak terlupakan?

“Kunjungan ke rumah calon akseptor yang rumahnya sulit diakses kendaraan. Lokasi medannya berat, di rumahnya ada listrik tapi tidak punya TV, radio, atau sarana hiburan lain. Ya para petugas langsung berpikir ‘pantes anake akeh’ (pantas anaknya banyak),” ujarnya.

Kalau tantangannya?

“Tantangannya adalah untuk membuat masyarakat terbuka pada hal-hal yang dianggap tabu atau pribadi. Bahkan untuk ditanya apa jenis kontrasepsi yang dipakai, masih ada yang merasa malu. Menjadi penyuluh laki-laki, dengan usia yang relatif muda juga kadang menjadikan hambatan atas keterbukaan audiens yang rata-rata ibu-ibu berusia di atas kita. Saya pribadi lebih senang masuk ke segmen remaja yang juga menjadi sasaran KB dalam program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Kami masuk dalam kegiatan-kegiatan sekolah, siswa baru, buat kampanye melalui medsos yang menarik bagi remaja,” tutupnya.

Menarik ya!


Post Comment