banner-detik
SELF

Apakah Keluarga Kita Bermasalah?

author

fiaindriokusumo16 Sep 2019

Apakah Keluarga Kita Bermasalah?

Yuk belajar bahwa nggak perlu malu untuk mengakui keluarga kita bermasalah, biar cepat mencari solusi. Nah,berikut beberapa tanda plus tips mengenali keluarga bermasalah …

Mengakui bahwa keluarga kita bermasalah tentu bukan hal yang mudah. Padahal dengan mengakui dan mencari jalan keluar, kerusakan yang mungkin terjadi bisa diminimalkan. Namanya juga keluarga yang berisikan anggota lebih dari satu orang. Wajar pastinya jika terjadi perbedaan pendapat atau bahkan konflik. Masalahnya menjadi rumit ketika ada anggota keluarga yang denial dengan masalah yang ada, di mana denial itu menciptakan keengganan untuk memperbaiki sesuatu yang salah. Kebayang kan, saat yang salah didiamkan, kekesalan dipendam terus menerus, akan berujung apa? Konflik yang semakin hebat

Yuk belajar bahwa nggak kenapa-kenapa lhooo untuk mengakui keluarga kita bermasalah, biar cepat mencari solusinya kan. Nah,berikut ada beberapa tanda plus tips mengenali keluarga bermasalah …

Apakah Keluarga Kita Bermasalah?  - Mommies Daily

Apa sih tanda awal yang menunjukkan ada yang masalah di keluarga kita?

a. Frekuensi berargumentasi atau berdebat yang semakin sering.

b. Sering sekali berbeda pendapat.

c. Komunikasi yang sangat jarang (kecuali untuk bertengkar).

d. Ledakan amarah

e. Saling menghindar satu sama lain

f. Konflik fisik

Penyebab paling umum terjadinya masalah di dalam keluarga?

a. Perbedaan pendapat, perbedaan kebiasaan, perbedaan keyakinan, perbedaan tujuan dan perbedaan nilai-nilai hidup.

b. Adanya sesuatu yang baru di tengah-tengah keluarga, seperti kehadiran bayi, perceraian, atau pernikahan kedua.

c. Masalah keuangan

d. Stress

e. Problem yang berkaitan dengan seksualitas

f. Penggunaan alkohol atau narkoba

g. Masalah yang berkaitan dengan kebiasaan berjudi

h. Adanya anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan mental

i. Terjadinya bully atau pelecehan di dalam keluarga

j. Bencana alam

k. Kurangnya rasa percaya dan respek satu sama lain

Baca juga:

9 Cara Agar Bisa Bertengkar Sehat dengan Suami

Terus efeknya apa ketika keluarga bermasalah?

Mengingat bahwa keluarga adalah kumpulan orang-orang yang memiliki arti penting dalam hidup kita, maka masalah di dalam keluarga bisa banget menyebabkan hal-hal berikut ini

a. Emosi negatif seperti kemarahan, kesedihan serta kecemasan yang berlarut-larut.

b. Stress

c. Rasa lelah

d. Kebingungan

e. Merasa sendiri atau kesepian

f. Kesulitan berkonsentrasi

g. Kesulitan makan atau susah tidur

h. Timbulnya masalah dengan teman atau anggota keluarga lain di luar keluarga inti

i. Penyalahgunaan alkohol serta obat-obatan sebagai pelarian

Jadi, apa yang bisa kita lakukan ketika kita merasa ada yang salah pada hubungan kita dengan anggota keluarga lainnya?

a. Komunikasi adalah kunci dan seringnya menjadi langkah awal untuk mencari solusi. Bicarakan permasalahan dengan tenang dan terbuka, sampaikan apa yang menjadi concern kita.

b. Belajar menerima perbedaan pendapat karena hal ini bisa mencegah terjadinya konflik baru. Karena belum tentu pihak yang kita ajak bicara merasa ada yang salah.

c. Luangkan waktu untuk bersenang-senang BERSAMA. Iyaa bersama-sama walaupun mood mungkin lagi jengkel luar biasa.

d. Kenali masalah utamanya apa, karena ini bisa menjadi starting point ke mana harus mencari bantuan.

e. Cari bantuan ketika kita merasa bahwa permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh internal.

Terus, bisa minta bantuan ke siapa?

a. Teman

b. Anggota keluarga lain yang dituakan

c. Konseling kepada pakar seperti psikolog keluarga, psikolog hubungan, psikolog anak atau psikiater.

Semoga setelah membaca tulisan ini, kita jadi lebih mudah saling introspeksi diri dan menyadari serta mencari bantuan serta solusi ya kalau memang keluarga kita bermasalah.

Baca juga:

Kenal Seks yang Sehat Seperti Apa Menurut Pakar.

Sumber dari sini. 

Share Article

author

fiaindriokusumo

Biasa dipanggil Fia, ibu dari dua anak ini sudah merasakan serunya berada di dunia media sejak tahun 2002. "Memiliki anak membuat saya menjadj pribadi yang jauh lebih baik, karena saya tahu bahwa sekarang ada dua mahluk mungil yang akan selalu menjiplak segala perilaku saya," demikian komentarnya mengenai serunya sebagai ibu.


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan