Jangan Sepelekan Diare pada Anak, Terlambat Penanganan Sebabkan Kematian

Diare sering menjangkit anak usia 1-4 tahun, jika terlambar ditangani hingga menyebabkan dehidrasi diare berpotensi menyebabkan kematian.

Diare pada anak - Mommies Daily

Meski saya tidak pernah punya pengalaman Jordy terkena diare yang sampai dirawat, tapi cerita mengerikan soal anak yang terjangkit penyakit yang satu ini, sempat bikin napas saya kembang kempis. Salah satu anak kerabat, selama dua bulan bolak balik rumah sakit, lantaran anak keduanya tidak mendapatkan vaksin rotavirus. Untungnya tidak sampai berakibat fatal – tapi menurut saya, juga tidak bisa disepelekan, lho. Soalnya keterangan dari dr. Ajeng Indriastari, Sp.A, biasa praktik di OMNI Hospital Pekayon, Bekasi, berdasarkan  riset nasional dari Riskesdas 2007, menunjukkan diare masih menjadi penyebab kematian nomor satu pada bayi (31,4%) dan balita (25,2%) di Indonesia

Mendapati fakta demikian, saya jadi tergerak, mencari tahu fakta-fakta lebih dalam seputar diare pada anak. Untuk itu saya minta keterangan dari dr. Ajeng berikut ini.

1. Dok, boleh tolong jelaskan dulu, apa yan dimaksud dengan diare? Termasuk penyakit mematikan, kah?

Diare menurut WHO adalah buang air besar dengan konsistensi cair (mencret) sebanyak 3 kali atau lebih dalam satu hari (24jam). Mesti diingat ada dua kriteria penting yaitu harus ada BAB cair dan sering. Ya, bila terlambat ditangani dehidrasi akibat diare bisa menyebabkan kematian.

2. Penyebab diare apa saja dok?

Diare disebabkan banyak faktor seperti adanya infeksi (bakteri, virus, parasit), gangguan penyerapan makanan (malabsorpsi), alergi, keracunan makanan/bahan kimia, kekebalan tubuh yang menurun (imunodefisiensi) serta penyebab lain.

3 Gejala kasat mata, tanda-tanda anak mengalami dehidrasi karena diare?

Tanda-tanda awal anak mengalami dehidrasi gelisah, rewel, mata cekung, haus, turgor lambat ( bila kulit dicubit kembali lambat). Bila sudah berat anak lesu, lunglai, atau tidak sadar, malas minum, dan turgor sangat lambat.

4. Pertolongan pertama di rumah jika mendapati anak kita diare, apa saja dok? Baik itu dari asupan makanan, atau hal lainnya.

  1. Berikan oralit untuk mencegah dehidrasi
  2. Lanjutkan pemberian ASI
  3. Berikan makanan yang banyak mengandung cairan seperti sup, yoghurt atau air kelapa. Makanan tinggi kalium seperti pisang juga dianjurkan.
  4. Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering, sehingga lebih mudah diterima
  5. Lanjutkan pemberian makanan tinggi energi setelah sembuh dari diare.

5. Kategori diare yang seperti apa, yang harus segera dibawa ke RS untuk mendapat tindakan medis?

Anak perlu dibawa ke RS bila anak tidak bisa minum dan mengalami tanda2 dehidrasi .

6. Paling sering menjangkit anak di tataran usia berapa, dok?

Diare sering terjadi pada balita  usia 1-4 th. Dengan insiden tertinggi pada kelompok umur 6-11 bulan pada saat diberikan makanan pendamping ASI

7. Vaksin rotavirus merupakan salah satu cara untuk mencegah anak dari diare. Meski sudah divaksin jenis ini, apa masih ada kemungkinan terkena? Tapi kalaupun kena, tidak akan terlalu parah, ya, dok?

Vaksin rotavirus merupakan salah satu pencegahan diare pada anak, karena rotavirus merupakan penyebab terbesar diare pada anak usia dibawah 2 tahun. 

Meski sudah divaksin anak masih ada kemungkinan terkena diare. Namun setiap bayi yang menerima rotavirus tidak akan mengalami diare yang parah akibat rotavirus.

8. Untuk mencegah anak terjangkit diare, apa yang bisa kita lakukan?

  1. ASI eksklusif
  2. Imunisasi vaksin rotavirus
  3. Pemberian makanan sehat, bergizi, bersih
  4. Kebersihan perorangan
  5. Cuci tangan sebelum makan, sebelum merawat anak/bayi
  6. Lingkungan rumah dan tempat tinggal yang bersih dan sehat (sampah tertutup dan dibuang tiap hari, berantas lalat, buang air besar pada tempatnya, dsb.)

 -

Pencegahan yang dipaparkan dr. Ajeng, sebetulnya sangat sederhana, kan? Saya ingin menyoroti vaksin rotavirus, setahu saya, ini tuh varian vaksin yang nggak pernah langka, stoknya selalu tersedia di RS. Jadi ayo cek lagi riwayat vaksinasi si kecil. Jangan lupa cuci tangan dan kaki, kalau habis berkegiatan, ya. Baik untuk si kecil dan seluruh anggota keluarga. 

 


Post Comment