Orangtua dengan Bayi yang Berkulit Sensitif, Wajib Tahu 4 Hal Ini

Kulit merupakan bagian dari sistem imunitas tubuh, di antaranya melindungi tubuh dari kuman-kuman berbahaya. Bagaimana jika kulit bayi tergolong sangat sensitif? Cara apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan fungsinya tersebut?

Orangtua dengan Bayi yang Berkulit Sensitif, Wajib Tahu 4 Hal Ini - Mommies Daily

Pada dasarnya bayi yang baru lahir punya kulit yang sensitif, hal ini disebabkan dari segi struktural belum berkembang dan berfungsi maksimal. Nah, bagaimana jika keadaan ini dialami berlebihan oleh bayi?

Dua rekan saya di kantor mengisahkan, Reti (Community Lead, Mommies Daily) dan Icha (Senior Editor, Mommies Daily), reaksi kulit sensitif anak mereka ketika bayi beragam. Mulai dari timbul merah-merah, beruntusan, melenting, hingga kulit mengelupas di beberapa bagian tubuh tertentu saja. Hal ini berlangsung, ketika anak mereka berusia 1-2 tahun. Penyebabnya macam-macam, di antaranya alergi terhadap debu, tidak cocok terhadap satu zat dari bahan makanan tertentu, hingga pemilihan sabun yang kurang tepat.

Berdasarkan pengalaman kedua rekan saya, ini dia 4 kiat untuk meminimalkan kulit sensitif bayi bereaksi seperti yang saya sebutkan di atas.

1. Jangan sembarangan mencuci baju

Deterjen yang digunakan sebaiknya khusus deterjen untuk bayi. Selain itu, Icha menyebutkan, cara menjemur juga memengaruhi, lho. Usahakan di tempat tertutup, tapi masih mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk mengeringkan pakaian. Hal ini untuk menghindari debu dan partikel lainnya, menempel di baju anak kita.

2. Pemilihan perlengkapan mandi

Reti dan Icha mengamini, ini poin yang paling krusial. Contohnya sabun untuk mandi dan shampoo yang dipakai setiap hari. Harus sabun yang tidak menyebabkan kulit bayi malah kering. Soalnya mereka bilang, kulit bayi yang sensitif juga wajib dijaga kelembapannya.

Produk yang bisa meminimalkan bahkan mencegah reaksi kulit sensitif bayi, yang sudah pernah Icha coba adalah Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo. Cocok untuk kulit bayi yang baru lahir, melembapkan kulit bayi dan membersihkan rambut bayi dengan lembut.

Dari segi aromanya tidak menyengat, busa yang dihasilkan tidak banyak, dan jika cairan shampoo tidak sengaja terkena di area mata, tidak membuat perih. Hal lain yang juga penting, terbukti secara klinis aman untuk kulit bayi yang sensitif.

Orangtua dengan Bayi yang Berkulit Sensitif, Wajib Tahu 4 Hal Ini - Mommies Daily

Soal harga, memang tergolong lebih mahal di antara produk sejenis. Tapi menurut saya, hal ini wajar kok. Karena harga berbanding lurus dengan kualitas yang ditawarkan. Apalagi jika sejumlah uang yang dikeluarkan demi investasi kesehatan kulit bayi kita, ya nggak mommies?

3. Perhatikan suhu ruang

Jika bayi berada dalam ruangan ber-AC, pastikan tidak terlalu dingin, karena justru akan membuat kulit bayi kering. Sebaliknya, usahakan jangan panas, yang menyebabkan kulit bayi justru berkeringat. Kalau terlalu lembap, kulit bayi akan menjadi tempat yang nyaman untuk bakteri dan kuman berkembang biak.

4. Perhatikan asupan makanan

Untuk kasus anak Icha, ketika jagoannya Xylo mengonsumsi MPASI, ia tidak kuat dengan zat protein. Reaksinya berupa kulit kepala Xylo seperti mengelupas. Makanya perlu diingat (kalau perlu dicatat), asupan makanan apa saja, yang bisa memicu kulit bayi bereaksi tidak normal. Jangan lupa konsultasi ke dokter spesialis anak, jika dampak yang ditimbulkan tak kunjung mereda.

Mommies yang pernah mengalami kasus serupa, mau berbagi cerita?


Post Comment