Ajari Anak 5 Kebiasaan Baik Ini Sejak Bayi Agar Hidup Jadi Lebih Mudah

Di umur 5 tahun ini, ada beberapa kebiasaan baik Xylo yang saya syukuri karena membuat hidup saya lebih mudah.

Saat usia batita, mengajarkan anak tanggung jawab itu rasanya sulit sekali ya. Segala sesuatu seperti one way karena saya dan suami berusaha menerapkan disiplin tapi tak tahu juga apa dia mengerti atau tidak?

Tapi karena anak kami satu, kami jadi masih bisa fokus mengajarkan beberapa kebiasaan baik yang sampai sekarang ternyata terus ia lakukan. Sadar tidak sadar, kebiasaan itu membuat hidup kami sekarang jauh lebih mudah.

Soft  Skill Anak SD - Mommies Daily

Apa saja kebiasaan baik itu?

Car seat dan stroller

Kami membiasakan dua hal ini karena Xylo setiap hari kan bolak-balik ke daycare ya. Duduk di car seat selain aman, juga membuat dia lebih tenang dan tidur lebih nyaman. Ketika ia terpaksa tidak di car seat (seperti saat naik taksi online, misalnya) ia tak berhenti bergerak. Selain berbahaya, saya juga lelah jadinya karena menjaga ia agar tidak cedera.

Selain itu, kami juga membiasakan ia untuk duduk di stroller. Sebagai keluarga yang betah di mall, stroller itu andalan sekali ketika saya dan suami masih betah tapi ia ngantuk atau sudah lelah. Stroller juga memudahkan untuk bawa barang-barang karena bisa digantung atau disimpan di keranjang bawahnya.

Buat ritual bersih-bersih

Ritualnya adalah masuk rumah, simpan sepatu di rak, cuci tangan dengan sabun, cuci kaki, baru boleh melakukan aktivitas lain. Sekarang ia sudah otomatis melakukan itu sehingga saya tak perlu lagi repot cerewet untuk meminta ia cuci tangan sebelum makan malam.

Sikat gigi

Yang ini prosesnya penuh air mata. Tapi saya dan suami konsisten sejak ia bahkan belum punya gigi, bahwa ia baru boleh tidur setelah menyikat gigi. Di umur 2 tahun masih sering ngamuk karena menolak sikat gigi. Saya siasati dengan beli pasta gigi yang tidak perlu berkumur dan bisa ditelan sehingga ia bisa sikat gigi di kamar saja tak perlu ke wastafel atau kamar mandi.

Di umur 3 tahun ia sudah bisa menolak makan coklat karena malas sikat gigi setelahnya. Sekarang di umur 5 tahun, ia rela-rela saja sikat gigi lagi setelah makan sebelum tidur meski sebelumnya sudah gosok gigi. Malah ia yang suka mengingatkan saya untuk sikat gigi lagi kalau kebetulan setelah sikat gigi saya makan sesuatu.

Kami pun rutin membawanya ke dokter gigi 6 bulan sekali dan so far tidak ada caries sedikit pun! So proud! :)

Beres-beres sendiri

Yang ini juga susah tapi ia hanya boleh main mainan lain kalau mainan sebelumnya harus dibereskan. Juga kalau ia menumpahkan sesuatu, saya lebih baik punya dapur tergenang air dan menunggu ia mau mengepelnya dibanding saya pel lalu memarahi ia. Itu saya lakukan sejak ia umur 2 tahunan.

Sekarang tanpa disuruh tanpa diomeli, kalau memang ada makanan jatuh atau menumpahkan sesuatu, ia refleks mengambil lap dan membereskannya sendiri.

Bawa tas sendiri

Saya sering sekali melihat ibu-ibu lain membawakan tas anaknya. Mungkin karena berat ya, tapi membawakan tas anak menurut saya tidak membuat ia bertanggung jawab atas miliknya sendiri sih.

Jadi sekarang ia harus membawa tasnya sendiri. Kalau memang terlalu berat, saya atau suami keluarkan beberapa barang dan kami bantu bawa. Tapi tasnya, harus ia bawa sendiri.

Ada yang mau menambahkan mommies?


One Comment - Write a Comment

  1. sejak anak saya masuk sd, saya ajarin dia harus bermain dengan semua teman. tidak boleh terlalu memilih hanya karena faktor penampilan fisik, uang saku dan orang tuanya.
    tetapi, saya juga ajarin tetap memilah, apakah teman ini baik atau tidak.
    untuk menghindari sikap Bullying… lagi marak di kalangan anak2 SD sekarang mam.

Post Comment