5 Cara Anak Memperoleh Manfaat dari Berhenti Melakukan Sesuatu

Menurut Phyllis L. Fagell LCPC, seorang penasihat sekolah dari Washington, jika anak kita tahu kapan waktu yang tepat untuk berhenti dari sebuah kegiatan – ia akan mendapatkan lima manfaat ini.

5 Cara Anak Memperoleh Manfaat dari Berhenti Melakukan Sesuatu - Mommies DailyImage: by Isaiah Rustad on Unsplash

Adakah di antara mommies yang sedang mengalami dilema, karena di kecil minta berhenti dari kegiatan tertentu, les misalnya. Sementara sebagai orangtua, kita berpikir, berhenti bukan jadi solusi (tenang dulu tarik napas, dan jangan emosi dulu :D). Soalnya kata Phyllis L. Fagell LCPC, berhenti sejenak dari sebuah kegiatan bisa bermanfaat untuk anak.

1. Mengubah perspektif tentang berhenti

Masih ada kesalahpahaman  tentang seseorang yang berhenti dari suatu kegiatan, mereka dianggap sebagai pengecut. Di sisi yang lain, apa pernah kita bertanya kepada si kecil, kegiatan yang mereka lakukan benar-benar dinikmati kah? Gimana coba, kalau ternyata pas dijalani sekian bulan, ternyata anak tidak menikmati?

Phyllis bilang, anak-anak yang berani menghentikan aktvitas yang mereka tidak suka, berarti mereka bisa mengendalikan nasib sendiri. Rachel Simmons  seorang penulis, pendidik, dan konsultan terlaris yang membantu anak perempuan dan perempuan menjadi tangguh, asal Amerika, menambahkan: berhenti dari sesuatu mendifinisikan karakternya. “Masa remaja adalah periode yang ditandai dengan transisi yang sulit, dan pilihan untuk mengubah arah, putus, dan, ya, berhenti — dengan dukungan dan refleksi yang tepat – bisa menjadi tindakan harga diri yang berani dan spektakuler”.

2. Yakinkan mereka bahwa berhenti sejenak dapat membuat diri mereka bahagia

Iya, semua orang tahu sifat gigih itu penting. Tapi belajar melepaskan sesuatu akan membantu anak-anak menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat. Peneliti dari Kanada Gregory Miller dan Carsten Wrosch, telah menunjukkan bahwa orang yang dapat melepaskan tujuan yang tidak dapat dicapai atau tidak diinginkan, bisa menikmati kebahagiaan yang lebih baik dan mengalami lebih sedikit penyakit.

Yuk, bantu anak-anak kita, mencari tahu apa yang benar-benar mereka sukai untuk dilakukan, dana pa yang harus mereka capai.

3. Berikan contoh orang sukses yang berhasil merelakan sesuatu

Merelakan sesuatu di sini bukan berarti lantas menyerah. Menggambarkan hal-hal seperti ini dengan kata-kata takutnya anak nggak dapat gambaran yang jelas. Cari sosok-sosok inspiratif yang beralih profesi secara signifikan, demi mengejar mimpi yang sesungguhnya.

4. Berikan rencana alternatif

Katakana pada anak, mereka bisa mencoba hal-hal yang berbeda. Kata Britt Rathbone, direktur praktik kesehatan mental rawat jalan remaja di Bethesda, MD. “Kami tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan disukai seseorang. Mereka tidak harus mematuhinya. Keluarkan daftar kegiatan, pilih satu dan coba saja. Atau, jika anda tidak memilih sesuatu, saya memilih sesuatu untuk anda, dan jika anda tidak menyukainya, anda tidak  harus melakukannya lagi”. Intinya kata  Britt, menyesuaikan dengan minat mereka.

5. Libatkan mereka dalam pemecahan masalah

Duduk bersama-sama, untuk membuat daftar negatif dan positifnya, jika ia berhenti dari sebuah kegiatan. Jadi mereka juga mengerti, ingin berhenti harus mempertimbangkan banyak hal, bukan sesuatu yang instan. Sekali lagi, berhenti bukan berarti menyerah, tapi beralih kea rah yang baru.  

Artikel ini diadaptasi dari: psychologytoday.com


Post Comment