Waspada, Musim Kemarau 2019 Lebih Kering. Ini Persiapan yang Bisa Mommies Lakukan

Ada beberapa daerah di Indonesia yang berpotensi masuk kategori “Awas” pada musim kemarau 2019 yang lebih panjang. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk antisipasi menghadapi situasi ini?

Musim Kemarau 2019 - Mommiea DailyImage: by NeONBRAND on Unsplash

Dikutip dari CNN Indonesia, kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko mengatakan, “musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Nino, yaitu memanasnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur.” Akibatnya musim kemarau 2019 diprediksi akan lebih kering, panas dan terik.

BMKG menetapkan tiga kategori kekeringan meteorologis, yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, yaitu Awas, Siaga dan Waspada. Masih dari CNN Indonesia, yang masuk kategori Awas adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Naik ke level berikutnya, kategori Siaga ditempati Jakarta Utara dan Banten. Lalu kategori Waspada adalah Aceh, Jambi, Lampung, Kalimatan tengah, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan. Walau domisili saya sekarang tidak masuk di salah satu kategori seperti yang BMKG sebut. (IMHO) harus tetap berhati-hati, begitu juga dengan mommies, ya. Dan sebaliknya, untuk mommies yang tempat tinggalnya masuk dalam kategori Awas, Siaga atau Waspada, lebih ekstra hati-hati.

Fenomena kemarau yang terasa lebih kering ini sebetulnya sudah saya rasakan sejak hampir tiga bulan belakangan ini. Jam 8 pagi, sengatan sinar matahari sudah hampir sama dengan siang. Kebetulan sehari-hari saya menggunakan jasa ojek online. Kebayang kan? Selama perjalanan saya merasakan panas sinar matahari yang jauh lebih panas dari biasanya.

Mempertimbangkan soal lebih baik mencegah, daripada mengobati. Saya memberlakukan beberapa hal ini, untuk terhidari dari dehidrasi atau penyakit lain yang mengintai selama musim kemarau

1. Terhidrasi dengan baik

Jika biasanya tempat minum saya hanya gelas ukurang sedang, sekarang saya menggantinya dengan botol minum ukuran 1 liter. Cukup dua kali isi ulang, makan kebutuhan cairan saya sudah pasti tercukupi. Botol ini juga saya bawa kemana-mana lho. Daripada beli, ya, kan? Bisa untuk menghemat juga.

Oh iya, usahakan air yang kita minum, jika habis dari luar dengan kondisi udara panas, jangan air dingin mommies. Suhu ruangan saja. Karena jika terjadi perbedaan suhu di dalam tubuh, berpotensi membuat kita jadi pilek, atau malah panas dalam.

Saya pernah mendapati cerita pilu tentang hal ini. Sepulang dari bermain golf, Alm ayah teman saya, langsung minum air dingin yang dia ambil dari kulkas. Seketika itu pula, dia kejang. Ternyata hal tersebut karena ada pembuluh darah yang pecah. Berpulangnya beliau bukan disebabkan oleh kasus yang baru saya sebutkan, ya. Melainkan masalah komplikasi seputar kesehatan jantungnya.

2. Hemat air

Pola pikir yang selalu saya gunakan ketika menggunakan air, “dihemat-hemat, biar anak cucu kita masih bisa menikmati air tanah yang bersih.” Misalnya bijak saat mencuci tangan. Nggak usah membuka keran sampai maksimal. Sedikit saja, basahi tangan, lalu cuci dengan sabun. Selama mencuci ini, kerannya matikan terlebih dulu, pas membilas baru nyalakan lagi.

3. Kulit wajah butuh perhatian ekstra

Apalagi kalau sudah bertambah usia. Yang tadinya berminyak, bisa berubah menjadi kombinasi, sebagian kering sebagian lagi kasih berminyak. Makanya, butuh perawatan ekstra. Pilih rangkain skincare yang memastikan kulit kita lembap dari luar. Jangan lupa selalu menggunakan sunscreen, ya, mommies. Dan lebih baik, sempatkan re-apply ketika sampai kantor.

4. Multivitamin dan madu

Meski sudah berusaha makan dan minum dengan gizi yang mumpuni, tidak ada salahnya membantu pertahanan imunitas kita dengan mengonsumsi multivitamin dan madu. Jenis multivitaminnya, sesuaikan dengan kebutuhan mommies. Atau jika punya riwayat penyakit tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter, jenis multivitamain yang butuh dikonsumsi.

5. Waspada genangan air tempat nyamuk berkembang biak

Nyamuk akan lebih nyamman bersarang dan berkembang biak di musim kemarau, karena genangan air tidak terganggu alias tidak mengalir. Jadi yang paling penting, pastikan di rumah mommies tidak ada genangan air bersih, ya. Sehari-hari, lengkapi ruangan di seluruh rumah dengan obat nyamuk elektrik yang bisa standby 24 jam. Atau jenis obat nyamuk apapun, yang sudah biasa mommies pakai.

Selain itu, biasanya saya mengaplikasikan minyak atau lotion anti nyamuk, jika si kecil sedang main. Di dalam dan luar ruangan, berlakukan hal yang sama. Karena kita tidak pernah tahu, kapan nyamuk-nyamuk nakal ini mengintai.

-

Semoga semua anggota keluarga mommies dalam keadaan sehat-sehat, ya.


Post Comment