16 Tanda Waspada Speech Delay pada Toddler

Speech delay jadi salah satu kekhawatiran ibu-ibu dengan toddler. Gadget biasanya dianggap jadi salah satu biang keroknya. Benarkah demikian?

Speech adalah kemampuan manusia untuk mengekspresikan diri lewat suara dan kata-kata. Ketika terjadi speech delay, anak akan kesulitan mengungkapkan apa yang ia inginkan atau rasakan. Sederhanananya, anak belum menunjukkan kemampuan dalam berbicara sesuai usianya.

Mommies Daily menghubungi dr. Chatarine Mayung Sambo, Sp. A (K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial RS Pondok Indah – Pondok Indah dan bertanya seputar speech delay ini. Simak yuk!

Apa itu Global Developmental Delay Pada Anak? - Mommies Daily

Apa sebenarnya penyebab speech delay?

Penyebabnya bermacam-macam, misalnya ada yang karena keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa, baik yang secara umum maupun dalam penerimaan atau ekspresinya, adanya gangguan pendengaran, masalah pada struktur seputar organ pembentuk suara, gangguan perilaku seperti autisme, masalah psikososial berat, maupun gangguan fungsi dan perkembangan lain seperti misalnya apraksia dan disabilitas mental.

Benarkah speech delay disebabkan oleh kelainan atau ada masalah otak sejak lahir?

Ada beberapa kondisi terlambat bicara yang disebabkan oleh masalah di otak sejak lahir, namun bisa juga karena faktor lain, seperti gangguan perkembangan karena berbagai sebab. Misalnya anak lahir dengan berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala normal ,amun seiring perjalanan waktu didapatkan adanya gangguan.

Bisa juga karena gangguan pendengaran akibat infeksi telinga berulang yang tidak ditangani dengan baik, atau anak sakit berat pada masa kritis perkembangan bagian otak yang mengatur kemampuan bicara.

Masalah pengasuhan dan stres psikososial berat seperti perlakuan salah (abuse) dan penelantaran juga dapat meningkatkan risiko terlambat bicara pada anak.

Sejak usia berapa tanda-tanda speech delay bisa mulai terlihat?

Cara mudah mengetahui apakah kemampuan bicara anak terlambat atau tidak adalah dengan melakukan skrining perkembangan secara berkala. Di Indonesia, jadwal skrining tumbuh kembang yang disarankan adalah setiap 3 bulan sekali sampai usia 2 tahun dilanjutkan setiap 6 bulan sekali sampai usia 6 tahun.
Dalam skrining tumbuh kembang, tidak hanya perkembangan bicara yang diperiksa, namun juga pertumbuhan (pertambahan berat badan, panjang/tinggi badan, dan lingkar kepala) dan ranah perkembangan yang lain, seperti gerak kasar, gerak halus, dan kemampuan sosial kemandirian.

Dengan cara ini, diharapkan tanda ke arah penyimpangan perkembangan bisa dideteksi sedini mungkin. Usia berapa bisa terdeteksi, tergantung dari instrumen apa yang digunakan untuk pemeriksaan.

Di fasilitas kesehatan tingkat pertama, instrumen yang disarankan dari Kementerian Kesehatan adalah SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Instrumen ini dapat mendeteksi masalah mulai usia 3 bulan. Di tempat praktik dokter spesialis anak, instrumen yang digunakan bisa berbeda tergantung keahlian dokternya.

Apa yang perlu diperhatikan orangtua untuk memastikan tumbuh kembang sebagaimana mestinya?

Hal yang perlu disampaikan kepada orangtua adalah seringkali keterlambatan bicara menjadi suatu tanda dari masalah fungsi atau perkembangan lain yang tidak berdiri sendiri, sehingga perlu segera dikonsultasikan ke dokter spesialis anak untuk diperiksa lebih lanjut. Semakin dini dikenali, semakin cepat ditangani, diharapkan hasilnya semakin baik.

Nah, sekarang bagaimana tanda anak yang mengalami keterlambatan bicara? Berikut tanda-tandanya sesuai dengan usia. Jangan ragu untuk memeriksakan anak ke dokter ya moms jika dirasa ada tumbuh kembang yang terhambat atau menunjukkan salah satu tanda di bawah ini:

18 bulan

– Tidak bisa babbling (mengeluarkan kata-kata random seperti bababa, nanana, dll)
– Tidak bisa menggunakan gesture seperti menggeleng
– Tidak bisa menunjuk benda yang ia inginkan/sukai
– Tidak bisa menyebut 3 sampai 5 kata di usia 15 bulan, tidak bisa menyebut 15 kata di usia 18 bulan
– Tidak mengerti bye, tidak, mau, dll.
– Tidak bisa menunjuk 2 anggota badan ketika ditanya

26 bulan

– Tidak belajar kata baru dalam 1 minggu
– Tidak bisa menerima instruksi sederhana seperti “pegang hidungnya”
– Tidak bisa main pretend play seperti main menyuapi boneka bayi
– Tidak menirukan gestur sederhana
– Tidak bisa menyebut 40 – 50 kata
– Tidak bisa menggabungkan 2 kata
– Tidak menunjuk gambar saat sedang membaca buku
– Tidak bisa menyebut 3 anggota tubuh ketika ditanya
– Tidak bisa menjelaskan fungsi alat sehari-hari seperti gelas, sendok, dll.
– Tidak bertanya pertanyaan sederhana seperti “itu apa?”


Post Comment