Ketika Mengalahkan Teman dalam Promosi Jabatan, Lakukan 5 Hal Ini

Berkompetisi sehat antar teman di kantor, sah-sah saja. Nah, bagaimana jika mommies lebih unggul, berhasil mendapatkan promosi? Apa saja yang bisa dilakukan, supaya persabahatan yang sudah terjalin tidak kandas di tengah jalan?

Ketika Mengalahkan Teman dalam Promosi Jabatan - Mommies Daily

Patricia Sias, seorang peneliti Universitas Arizona yang mempelajari persahabatan di tempat kerja, menemukan bahwa promosi adalah salah satu dari lima alasan utama mengapa persahabatan di kantor memburuk. Duuuh, meski saya tidak pernah mengalaminya langsung, tetap saja ngeri membayangkannya.

Jika hal ini terlanjur terjadi, ini dia 5 kiat dari huffpost.com, yang bisa mommies usahakan.

1. Pasti ada yang berubah

Jika mommies berpikir, bisa melanjutkan hubungan pertemanan seperti biasa setelah mommies dipromosikan, hmmm coba pikir dua kali. Dunia professional dan pertemanan, adalah dua hal berbeda. Sedekat apapun mommies dengan seseorang di kantor, kata Jessica Methot peneliti manajeman sumber daya manusia di Rutgers University, New Jersey, Amerika, dalam sebuah studi di 2015 – persahabatan yang terjalin dalam dunia kerja bisa membuat karyawan merasa lebih percaya diri, dan berenergi positif. Namun, memperahankan peran ganda, sebagai teman dan kolega juga bisa menguras tenaga.

Bagaimanapun, mempertahankan cita professional dibutuhkan, tapi bukan berarti mengorbankan hubungan pertemanan (meski ada yang berubah). Misalnya berbagi imu seputar peran baru mommies, yang bisa memaksimalkan kualitas kerjanya.

2. Bicara tentang keadaan yang akan dihadapi

Masih dilansir dari huffpost.com, mommies butuh membicarakan lebih lanjut tentang perubahan-perubahan yang akan terjadi dalam pekerjaan. Namun, jika saya perhatikan, ini konteksnya jika mommies dan teman mommies terlibat secara intens dalam pekerjaan – bisa jadi satu divisi, atau  lintas divisi. Meminimalkan kecanggungan yang akan terjadi, mengingat dari segi jenjang karier, mommies selangkah lebih maju. Secara halus, selipkan juga faktor apa saja yang membuat mommies berhasil mendapatkan promosi. Mungkin teman mommies bisa belajar dari pengalaman anda.

3. Jika teman mommies kecewa, validasi bentuk emosinya

Harusnya sih, ini tidak terjadi jika teman mommies bersikap supportif. Namanya orang dapat promosi, pihak perusahaan, dan supervisor pasti sudah melalui tahapan ketat. Tapi jika ini tetap terjadi, cara yang paling baik, kata Patricia Sias, dengan mengajaknya ngobrol. “Iya gue tahu, soal promosi ini penting banget buat elo. Mungkin mau cerita sesuatu tentang hal ini?.”

4. Tidak perlu terlibat terlalu jauh dengan perasaan yang sedang teman kita hadapi

Kita tidak bisa mengendalikan reaksi orang-orang terhadap sesuatu yang terjadi pada diri kita. Tapi kita bisa mengendalikan reaksi kita, terhadap orang-orang di sekeliling kita. Bukan tanggung jawab kita membuat perasaan mereka lebih baik, cukup bersikap empati dan berkomunikasi sejauh yang mommies mampu, seperti poin nomor 3.

5. Perhatikan kata-kata yang mommies pilih

Hindari kata-kata berbau kompetisi, seperti “menang,”, “kalah,” “sukses,” “gagal,” dan sebagainya. Ganti dengan, “diterima,” “dimasukkan ke posisi baru,”, “mengambil peran baru.” Akan lebih baik dan halus. Membicarakan promosi sesama teman, berarti memahami bahwa promosi yang mommies dapatkan, tidak berarti kegagalan untuk mereka.


Post Comment