Ketakutan-Ketakutan Anak Berdasarkan Usia

Ternyata, pada tahapan-tahapan usia tertentu, anak memiliki ketakutan-ketakutannya sendiri lho. Kayak gimana sih?

Ketika usia anak mengalami perubahan, ternyata mereka juga memiliki ketakutan serta kekhawatiran yang berbeda-beda. There are common childhood fears that tend to coincide with different stages of development. Dan, berikut menurut beberapa terapis anak mengenai ketakutan anak sesuai usia mereka:

Ketakutan-Ketakutan Anak Berdasarkan Usia - Mommies Daily

Kelompok anak usia 2 – 4 tahun:

Anak di usia ini paling banyak merasa tidak nyaman dengan kegiatan potty training karena mereka kerap merasa ketika pup keluar itu akan menyakiti mereka, mereka takut akan jatuh ketika sedang potty training, tidak nyaman dengan suara flush di toilet, takut akan ada binatang yang keluar dari lubang toilet atau terkena pup di tangan. Di luar urusan potty training, anak-anak di usia 2 – 4 tahun juga sering merasa takut akan beberapa hal ini:

– Takut akan gelap
– Takut akan lemari pakaian yang besar
– Takut tidur sendiri
– Takut dengan suara petir
– Takut dengan bayangan
– Takut dengan suara bising seperti vacuum cleaner, truk besar, kembang api.
– Takut jika terpisah dari orangtua
– Takut naik perosotan atau trampoline
– Takut dengan serangga, anjing dan binatang
– Takut kepada orang yang menggunakan kostum atau topeng
– Takut dengan orang asing
– Takut naik escalator
– Takut masuk ke dalam bak mandi atau kolam renang

Kelompok anak usia 5 – 7 tahun

Di usia ini ketakutan yang berkaitan dengan toilet masih bisa berlanjut seperti khawatir jika air di dalam toilet keluar membludak dan membasahi mereka, dan ketakutan lain yang umum ditemukan untuk anak usia ini adalah:

– Takut akan gelap
– Takut akan imajinasi mereka sendiri mengenai kehadiran monster, hantu, dan imajinasi lainnya
– Takut melihat ruangan gelap
– Takut jika terpisah dari orangtua
– Takut ketika orangtua berteriak
– Khawatir ketika akan menjalani tes atau lomba
– Khawatir ketika teman-teman tidak menyukai mereka
– Takut ketika bertemu dokter, disuntik atau mengalami prosedur pengobatan lain

Sebenarnya, normal nggak sih untuk anak-anak memiliki ketakutan ini?

Ya normal-normal aja ketika anak merasa takut, karena takut ini kan salah satu bentuk emosi yang bisa membantu si kecil untuk belajar waspada terhadap hal-hal di sekitar mereka. Segala sesuatu yang baru, besar, kencang atau berbeda umumnya memang membuat seorang anak merasa takut untuk pertama. Dan tugas orangtua untuk melatih anak agar tidak lagi merasa takut dan membuat anak merasa nyaman.

Nah, bagaimana kita sebagai orangtua bisa membantu si kecil ketika dia merasa tidak nyaman atau ketakutan?

– Tenangkan mereka dengan berkata “Nggak kenapa-kenapa kok nak, kamu aman, kan ada mama.” Biarkan anak tahu bahwa ada kita yang akan melindunginya. Berikan pelukan dan suara yang menenangkan.

– Dengarkan anak ketika ia sedang menceritakan ketakutannya. Jangan langsung main potong ceritanya.

– Ketika akan bertemu orang baru, biarkan anak sedang berada di dalam pelukan kita atau kita sedang menggenggam tangannya, sehingga anak tahu bahwa ada kita yang akan menjaganya dari si orang asing.

– Biarkan si kecil sesekali berada sedikit jauh dari kita. Ketika akan menjauh, jangan lupa katakana bahwa kita akan segera kembali, berikan pelukan dan senyuman lalu pergi sebentar meninggalkannya.

– Jika si kecil takut akan gelap, miliki kebiasaan tidur di jam yang sama, dan nyanyikan lagu atau bacakan cerita pengantar tidur.

– Selalu tekankan bahwa apa yang dia takuti tidak akan bisa menyakitinya.


Post Comment