Begini Cara Jadi Orangtua yang Lebih Positif

 

Menjadi orangtua yang positif memang terdengar terlalu indah di dunia nyata ya. Teorinya gampang, praktiknya gampang-gampang susah. Bergantung pada kebiasaan dan support system tentunya.

Seiring berjalannya waktu dan semakin anak lewat fase batita, menurut saya semakin gampang sih jadi orangtua yang lebih positif. Karena anak sudah tidak tantrum, sudah bisa mengeluarkan emosi dengan cara yang benar, sehingga tidak terlalu menguji kesabaran.

5 Tindakan Sederhana Orangtua Ini Bisa Membuat Anak Bahagia - Mommies Daily

Jadi, begini caranya untuk jadi orangtua yang lebih positif:

Dengarkan anak

Satu hal yang tak pernah saya lakukan: Meminta anak berhenti bicara. Ketika ia bicara maka saya dengarkan. Kalau memang sedang sibuk, maka saya berhenti dulu untuk mendengarkan. Kalau memang sedang sangat sangat sibuk, jelaskan padanya kalau saya akan bisa diajak bicara sekian menit lagi.

Mendengarkan anak membuat kita belajar empati dan anak merasa dihargai.

Kenali emosi diri sendiri

Untuk bisa mendengarkan, kita perlu sadar benar pada emosi diri sendiri. Kalau kondisi emosi kita memang sedang tidak stabil, baiknya me time dulu deh hindari anak. Anak tidak salah dan tidak berhak jadi sasaran kemarahan hanya karena ayah atau ibunya punya masalah lain yang menyulut emosi.

Buat aturan yang jelas

Aturan membuat segalanya jadi lebih jelas. Marah jadi bisa dihindari karena tinggal bilang saja “Tidak bisa karena peraturannya seperti itu”. Pastikan anak tahu persis peraturannya dan sepakati bersama.

Lalu jangan melanggar aturan yang dibuat sendiri karena ini akan membuat anak bingung. Disiplin mengikuti aturan juga harus diikuti oleh si pemnbuat aturan, kan? Plus, menegakkan disiplin tak perlu sambil marah-marah lho kalau aturannya jelas.

Ajari anak tanggungjawab sebagai konsekuensi

Iya, saya termasuk orangtua yang tidak memberi hukuman pada anak. Semua didasari pada tanggungjawab dan konsekuensi. Kalau air tumpah ya lap sendiri, kalau baju basah ya ganti sendiri. Kalau lompat-lompat lalu jatuh ya bangun sendiri dan tidak langsung ditolong.

Dengan cara itu ia jadi lebih berhati-hati dan tau batas diri sendiri.

Ingat kalau ia adalah anak-anak

Meski punya aturan yang jelas dan harus selalu bertanggungjawab, jangan lupakan kalau ia adalah anak-anak. Lihat segala sesuatunya dari sudut pandang anak-anak. Kadang (atau malah seringnya) yang tak masuk akal bagi kita malah sangat masuk akal untuk anak usia 5 tahun.

Pastikan sepakat dengan support system

Ini yang tersulit ya. Kadang kita sudah niat kuat 100% eh dipatahkan begitu saja oleh orangtua, mertua, bahkan suami. Kalau sudah begini yang terbaik adalah ngotot-ngototan saja kalau yang kita lakukan itu benar.

Ngotot-ngototan nggak perlu selalu bertengkar kok, yang penting keukeuh dan teguh pendirian sehingga lama-lama orang juga melihat kalau usaha kita utntuk jadi orangtua yang positif ada hasilnya.

Last thing: A hug or two won’t hurt!

Selalu luangkan waktu untuk memeluk anak. Sepulang sekolah, sebelum tidur, sebelum pergi sekolah, kapan pun kita ingat. Pelukan menenangkan, mengurangi stres, memberikan energi, dan mempererat bonding. Kalau mommies sudah melakukan ini, selamat, mommies adalah orangtua yang positif!


Post Comment