Lagi Menyusui Mau Puasa? Boleh Kok, Asalkan…

Oleh: Febria Silaen

Ingin tetap menyusui, tapi khawatir dengan beberapa hal. Gimana dengan kualitas ASI, kuat nggak puasa sambil menyusui, lalu urusan pumping gimana, ya?

Menyusui - Mommies Daily

Hayo ngaku siapa yang lagi bingung, nih, soal menyusui di bulan puasa?. Saya saja yang sedang tidak menyusui, sempat bertanya-tanya. Apalagi mommies yang sedang ada di tahap ini. Timbul galau, lalu dibarengi macam-macam pertanyaan soal menyusui dan puasa.

Pas banget, akhir pekan beberapa waktu lalu, saya sempat hadir di acara Kopdar @bcseptember18 di kawasan Cipete. Saya jadi tahu kalau puasa buat ibu menyusui itu bisa saja, tapi tentu ada syarat dan ketentuan yang berlaku juga.

Seperti disampaikan oleh dr. Ameetha Drupadi dari RS Mayapada Hospital. Untuk ibu menyusui yang ingin puasa, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter. Dan pastikan kalau asupan nutrisi selama puasa tercukupi untuk produksi ASI.

“Puasa buat ibu menyusui boleh saja kok. Asal asupan nutrisi tercukupi,” katanya.

Dan jangan khawatir, karena meski berpuasa, kualitas ASI tidak dipengaruhi oleh kondisi saat puasa. Namun, tentu saja perhatian terhadap asupan makanan selama puasa buat ibu menyusui sangat penting diperhatikan.

Jadi, puasa untuk menyusui bukan artinya mengurangi nutrisi. Memang waktu makan berubah tetapi  kecukupan nutrisi untuk mendukung produksi ASI harus tetap cukup, seperti saat tidak puasa.

Lalu apa saja sih syarat dan ketentuan buat ibu menyusui puasa? Berikut uraiannya.

1. Usia bayi

Nah, untuk ibu yang menyusui bayi dibawah usia enam bulan sebaiknya tidak puasa. Tapi kalau bayi usia enam bulan ke atas, ibu menyusui bisa saja puasa. Alasannya karena bayi sudah MPASI sehingga, asupan ASI pun tidak sebesar usia bayi 0-6 bulan.

2. Pumping

Lalu gimana cara pumping kalau menyusui? Caranya maksimalkan pumping dan menyusui langsung bayi di malam hari. Aktivitas saat puasa memang mengalami perubahan. Mommies akan lebih banyak beraktivitas setelah buka puasa untuk bisa pumping dan menyusui bayi. Atau sebelum sahur dan sesudah sahur juga bisa pumping dan menyusui.

3. Menjaga Nutrisi Makanan

Nah ini sangat penting. Pastikan saat sahur dan berbuka puasa ibu memerhatikan asupan makanan. Jadi, ibu tidak disarankan asal makan ketika sahur dan berbuka. Ingat komposisinya sebagai berikut: 50% karbohidrat, 30% protein, 10% sayuran dan buah, 10% lemak. Porsi ini masing-masing saat sahur dan berbuka puasa harus dicukupi! Kiat lainya, tambahkan kurma dan madu untuk menambah energi saat ibu menyusui puasa.

4. Jadwal Makan

Untuk jadwal makan tentu saja berubah. Tapi supaya asupan nutrisi selama puasa dan menyusui tetap baik, mommies bisa tetap mempraktikkan seperti 3x makan. Yaitu, saat berbuka puasa, sejam sebelum tidur dan saat sahur.

Untuk snack buah dan camilan sehat, mommies bisa konsumsi saat akan menyusui atau pumping di malam hari. Ini akan membantu mommies tetap mendapatkan kebutuhan asupan nutrisi yang sama seperti saat tidak puasa.

5. Variasikan Menu

Kecukupan nutrisi saat puasa bukan hanya soal porsi makan, lho! Tapi juga keberagaman menu. Misal, saat sahur bisa disajikan nasi goreng telur ceplok dengan jus alpukat. Buka puasa, dengan bubur kacang hijau. Makan malam, nasi, ikan goreng atau empal daging dan tumis sayuran. Tambahkan juga jus jambu. Snack, bisa berupa omelet telur sayur atau kurma dan madu. Mommies juga bisa mengonsumsi yoghurt sebelum sahur.

6. Waspada Dehidrasi

Risiko dehidrasi saat ibu menyusui puasa bisa saja terjadi. Karena itu pastikan asupan air tetap terpenuhi yaitu 8 gelas sehari. Caranya adalah dengan minum dua gelas saat sahur, dua gelas saat buka puasa, dua gelas saat makan malam, dan dua gelas sebelum tidur.

“Sebaiknya batalkan puasa, kalau ibu merasa gejala seperti lemas, kepala berkunang-kuang. Itu tanda ibu mengalami dehidrasi dan ini tidak disarankan untuk melanjutkan puasa,” tandas Dr. Ameetha.

-

Bagaimana, sudah makin tercerahkan, dong, ya soal ibu menyusui selama puasa? Kalau saya sih iya. Mungkin mommies punya pengalaman saat menyusui di bulan puasa?

 


Post Comment