Parenting ala Game of Thrones: Belajar dari Ned Stark, Catelyn Stark, Cersei Lannister, dan Robert Baratheon

Game of Thrones (GOT) mungkin hanyalah fantasi, tapi banyak hikmah yang bisa kita ambil dari sini, salah satunya pelajaran tentang parenting dari para karakter utamanya.

Biarpun episode terakhir dari season finale Game of Thrones sudah kelar tayang 20 Mei lalu, namun gaungnya masih terdengar hingga hari ini. Fans berat tv show yang diadaptasi dari buku berjudul A Song of Ice and Fire ini, jelas masih belum bisa move on termasuk saya, hiks… Mulai dari ending yang kontroversi hingga siapa yang tak sepantasnya mati, dibahas nggak kelar-kelar. Pesona Game of Thrones selama 10 tahun penayangannya sukses menyihir penonton untuk tenggelam di dalam plot ceritanya. Kisahnya mungkin hanyalah fantasi, tapi banyak banget hikmah yang bisa kita ambil. Salah satunya tentang parenting yang dilakukan oleh karakter-karakter utamanya.

Perfect Dad: Ned Stark

Ned adalah tokoh panutan hampir di semua lini, sebagai Lord of Winterfell, Hand of The King, hingga ayah dari Robb, Jon Snow, Sansa, Arya, Bran, dan Rickon Stark. Ned adalah tipe ayah yang sangat mengenali kemampuan dan bakat anaknya dari kecil dan nggak pernah memaksakan kehendaknya.

Contoh aja, anak-anak perempuan di utara Westeros ditakdirkan untuk jadi Lady kelak mereka dewasa. Jadi dari kecil harus belajar jahit, masak, dan kemampuan keputerian lainnya. Tapi putri keduanya Arya, lebih milih belajar main pedang dan memanah. Biarpun bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku pada saat itu, Ned malah manggil guru pedang dari Bravos buat melatih Arya yang pada akhirnya bikin Arya jadi jago banget dan dikenal sebagai the coldest assassin in Westeros (lho, kok, malah jadi pembunuh? Iya panjang ceritanya, nonton aja deh :))).

Ned Stark juga selalu mencontohkan gimana jadi laki-laki sejati, yang nggak pernah ingkar janji, yang menghormati istri sementara suami-suami di masa itu banyak jajan di rumah bordil, nggak pernah menyakiti orang lain kecuali lagi perang. Itu pun haram buat Ned bunuh para perempuan dan anak-anak. Buat Robb, Jon, dan Bran nasihat-nasihat Ned selalu mereka ingat dan dijadikan panduan hidup. Secara keseluruhan, Ned memberi setiap anak-anaknya kebebasan untuk menjadi diri mereka sendiri sambil mengajarkan mereka nilai-nilai keluarga, kehormatan dan tugas sebagai manusia yang benar. What more could you ask from a father?

Loving mother: Catelyn Stark

Mungkin karena punya suami kayak Ned, dan berkarakter kuat, Catelyn yang juga dikenal dengan nama Lady of Stoneheart ini adalah pilar kekuatan bagi anak-anaknya. Sifatnya yang penuh kasih, kuat, dan tak kenal takut bikin anak-anaknya merasa aman (kecuali Jon Snow). Mirip dengan Ned, biar pun suka kesal sama kemampuan dan bakat anak-anaknya yang mengundang bahaya, dia nggak lantas menyuruh mereka berhenti untuk melakukannya. Justru dikasih tahu cara yang benar supaya mereka melakukannya dengan aman. Catelyn juga merupakan sumber kedamaian buat anak-anak Stark. Ketika Robb hancur mendengar ayahnya dituduh sebagai pengkhianat dan kemudian dihukum pancung, Catelyn cuma nangis sebentar dan kemudian membangkitkan semangat Robb untuk nggak terus-terusan hancur dan bangkit lagi. Iya, sih, ada juga tingkah Catelyn yang bikin kita geregetan, terutama cara dia memperlakukan Jon Snow, but at the very end Catelyn Stark is a good mother and willing to do anything to save her children. Sounds like us, right?

Excessive love of Cersei Lannister

Kalau udah ngomongin Cersei, bawaannya pasti pengen ikut lemparin dia batu pas lagi walk of shame. Jahatnya nggak ada yang bisa nyamain, deh, di Westeros. Lord Baelish aja kalah culas. Tapi ketika berhubungan dengan anak-anaknya, Cersei bisa berubah jadi ibu yang lembut dan penuh kasih sayang. Nah, celakanya kasih sayang dan cinta Cersei ini termasuk ke kategori cinta yang berlebihan, sehingga bikin anak-anaknya terutama Joffrey jadi anak manja, tantrum kalau nggak diturutin, dan seenak jidat memperlakukan orang lain. Cersei adalah tipe ibu yang kalau anaknya kalah lomba lukis, yang disalahin jurinya. Ketika anaknya kepentok meja, yang dipukul mejanya. Familiar nggak dengan sikap ini? Nggak usah ditiru kasih ibu ala Cersei Lannister ini, biar ketika anak kita gagal atau butuh pertolongan di kemudian hari, nggak cuma dilihatin dan disyukuri oleh semua orang.

Careless Father: Robert Baratheon

Perpaduan cara pengasuhan anak oleh Robert dan Cersei ini memang contoh paling nggak enak dilihat. Yang satu sayang banget sampai berlebihan, sementara si bapak ngomong sama anaknya aja jarang. Dia juga tipe ayah yang nggak segan mempertontonkan egonya sebagai laki-laki di depan semua orang, termasuk mempermalukan istrinya sendiri. Walaupun pada masa pemerintahannya nyaris nggak ada pemberontak, Robert santai aja melakukan kekerasan terhadap ibu anak-anaknya. Ini mungkin yang membuat Joffrey tumbuh jadi anak yang juga gemar kekerasan, suka menyiksa binatang, dan sama sekali nggak menghargai perempuan. Memang nggak salah, ya, pepatah yang mengatakan kalau anak itu adalah tiruan plek ketiplek orang tuanya.

So, mau pilih jadi orang tua ala Ned dan Catelyn Stark, atau Robert dan Cersei Lannister? You choose!


Post Comment