Kolik pada Bayi, Penyebab dan Cara Menanganinya

Bagi mommies yang baru saja melahirkan, dan mendapati si kecil terus menerus menangis setidaknya 3 jam per hari. Kemungkinan si kecil terkena kolik. Jangan panik, ini di acara penanganannya.

khoa-pham-1069384-unsplash (1)

Jadi ingat waktu tiga bulan pertama kelahiran Jordy. Kolik adalah masalah klasik pada bayi baru yang juga saya alami. Stres? Sudah pasti, ditambah saya adalah ibu baru yang masih clue less. Ciri-ciri yang saya ingat, dan sempat konsultasi ke dokter spesialis anak adalah:

  • Biasanya dimulai dari 3 minggu setelah lahir sampai usia 4 bulan.
  • Bertahan setidaknya 3 jam per hari.
  • Terjadi minimal 3 hari dalam seminggu.
  • Berlanjut bisa sampai 3 minggu.

Waktu itu yang saya ingat, Jordy memang sensitif dengan produk turunan sapi. Ini lah salah satu yang menyebabkan Jordy kolik, dan berujung saya bergadang semalam suntuk. Selain itu, ternyata ada penyebab lainnya.

  1. Kolik terkait dengan sistem pencernaan si kecil. Bisa karena asupan makanan bergerak terlalu cepat, atau tidak sepenuhnya bisa dicerna. Hasil penelitian menunjukkan sekitar 40% bayi mengalami kolik (mommies tidak sendiri!.)
  2. Sebuah penelitian menemukan, bahwa anak yang orangtuanya merokok rentang terkena kolik. Dan yap, suami saja merokok mommies. Meski kalau interaksi sama Jordy, pasti saya minta mandi dan ganti pakaian, kalau habis merokok. Entah, mungkin masih ada partikel halus yang tersisa di kulit atau rambut.
  3. Beberapa ahli mengatakan, bahwa kolik sebagai sesuatu yang normal, dan mencirikan kepribadian yang temperamental dan ada beberapa bayi yang perlu waktu sedikit lebih lama, untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar kandungan.

Lantas apa yang waktu itu kerap saya lakukan untuk menyamankan dan menenangkan Jordy?

  1. Memastikan si kecil tidak merasa terlalu kepanasan atau kedinginan. Temperature AC yang disarankan oleh suster rumah sakit, selepas saya melahirkan, di antara 24 -25 derajat saja.
  2. Pastikan si kecil tidak lapar, tapi juga jangan terlalu kenyang, ya, mommies.
  3. Jangan lupa sendawakan si kecil sehabis menyusui. Dengan posisi hanging on tree­. Ini juga cara paling tepat yang saya lakukan, untuk mencegah si kecil gumoh.
  4. Sambil menggendong masih dalam posisi hanging on tree­ usap punggungnya, sambal berjalan. Biasanya Jordy akan merasa nyaman, karena sekaligus ada efek goyangan halus.
  5. Jangan lupa akui jika mommies sudah merasa terlalu lelah “lembur” menemani si kecil yang sedang kolik. Minta bantuan pasangan, atau orang rumah lainnya. Mommies juga butuh merecharge tenaga, kan?

Nah, karena sudah tahu apa saja ciri-ciri kolik dan bagaimana penanganannya, mudah-mudahan para mommies yang baru saja menyandang status ibu, bisa lebih santai, dan menikmati masa-masa menyusui. Happy parenting!


Post Comment