5 Cara untuk Bersahabat dengan Anak yang Beranjak Remaja

Jadi remaja itu sulit, saya masih ingat sulitnya. Setelah punya anak, saya jadi panik karena kalau jadi remaja saja sudah sulit, pasti lebih sulit jadi orangtua dengan anak remaja.

Wajar, dulu anak ini sepertinya mudah sekali digenggam tapi sejak puber rasa-rasanya jadi menjauh (semacam curhat masa lalu ya moms). Setelah membaca beberapa sumber, katanya membesarkan remaja memang butuh kesabaran luar biasa.

10 Alasan Pemicu Kemarahan Remaja - Mommies Daily

Tapi kalau dipikir-pikir, membesarkan balita juga butuh kesabaran yang sama kan? Mungkin yang benar adalah tiap usia punya tantangannya masing-masing.

Yang sama sejak dulu sampai sekarang adalah bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan anak remaja, hingga ia masih akan menganggap kita sahabatnya. Dilansir today.com, begini tips jadi sahabat anak yang beranjak remaja.

(Baca juga: Begini Cara Menjaga Privasi Anak Remaja Menurut Psikolog)

1. Jangan terlalu banyak mengkritik

Iya jangan terlalu banyak mengkritik apalagi sesuatu yang ia suka dan tidak ada salahnya. Lebih baik, ikut terlibat dan cari tahu soal game, band, buku, atau serial TV favoritnya.

Abaikan pendapat pribadi, bisa saja yang ia sukai tidak masuk akal bagi kita. Lagi-lagi, yang dipakai tentu harus akal dia bukan akal kita. Jadi jangan sembarangan kritik!

2. Lihat sisi baik terlebih dahulu

Daripada ngomel karena ia tidak mencuci dan membereskan blender setelah membuat jus atau ia tidak membereskan ruangan setelah mengerjakan project sekolah, lebih baik tarik napas dan ingat kalau yang ia lakukan adalah hal baik. Puji dulu baru kemudian minta ia membereskannya.

3. Tentukan tujuan

Ingin jadi orangtua seperti apa kita? Ingin punya hubungan yang seperti apa dengan anak-anak? Tuliskan singkat dalam beberapa kata. Lalu … kalau mau terus mengingatnya, tulis kalimat ini di reminder ponsel dan set waktunya setiap hari. Setiap hari kita akan diingatkan dan bisa jadi lebih sabar menghadapi anak.

4. Kumpul keluarga

Jangan sepelekan makan malam bersama dan mengobrol tentang hari itu. Buat makan malam menjadi ritual yang menyenangkan dan bukan membosankan. Jangan lupa untuk peluk dan cium anak-anak sebesar apapun. Anak-anak selalu butuh pelukan, tergantung mereka mau mengakuinya atau tidak ahahaha.

5. Say goodnight

Bukan hanya bayi yang ditemani sampai kamar, jika perlu temani ia sampai kamar dan bilang selamat tidur. Bonus: membawakan makanan kesukaannya sepulang kerja juga bisa menentukan mood anak hari itu.

Jadi, sudah tercerahkan kah untuk membesarkan anak remaja?


Post Comment