Ketika Suami Tak Bisa Jadi Sahabat Terbaik

Buat saya, suami adalah sahabat terbaik saya. Dia yang paling tau segala detail kehidupan saya. Tapi ternyata, tidak berlaku untuk semua orang.

Seorang teman pernah curhat, keputusannya untuk anak jadi rumit karena sering tak satu suara dengan suami. Urusan memilih sekolah saja berbeda pendapat dan tidak bertemu jalan tengahnya. Lelah karena salah satu jadinya tentu harus mengalah.

Saya juga nggak bilang semua keputusan harus sepakat dengan suami sih, tapi kalau terus menerus tidak sepakat kan ya capek juga. Mau berpisah kok kaya nggak mungkin karena beda pendapatnya di hal-hal yang nggak seprinsipil itu.

suami istri bertengkar-4

Ada lagi yang suaminya malas mendengarkan sehingga komunikasi tidak berjalan baik. Suami masih menafkahi, tidak selingkuh, mau membantu pekerjaan rumah atau dititipi anak. Tapi itu tadi, selalu malas-malasan atau malah main HP melulu saat istri bercerita sesuatu.

Jadi istrinya pun merasa tidak punya tempat untuk berbagi perasaan dan masalah. Yang seperti ini biasanya saya minta untuk coba bilang sesuatu lewat chat atau email sih karena siapa tahu memang si suami se-pendiam itu sehingga tidak bingung harus menanggapi bagaimana kalau istri sedang bicara. (Jawaban: dengarkan saja lol).

Padahal idealnya kan suami jadi sahabat terbaik ya, tempat kita bercerita dan berkeluh kesah. Jadi bagaimana kalau suami tidak bisa jadi sahabat terbaik?

Cari sahabat

Di era digital seperti ini, mencari teman itu sebetulnya mudah. Kalau para ibu bisa bergabung dengan birth club atau komunitas lain seputar parenting. Kelebihan ikut komunitas satu minat seperti ini adalah akan selalu ada satu topik yang bisa kita bicarakan sama-sama.

Tapi jangan langsung curhat apalagi di dalam grup yang isinya rame-rame. Dari group itu seharusnya ada 1-2 orang yang kita merasa cocok dan bisa jadi teman lebih dekat. Nah, kalau sudah percaya, merekalah yang bisa jadi sahabat kita untuk bercerita.

Cari support group

Percaya tidak percaya, support group tidak hanya untuk single mom atau MPASI lho. Banyak group di Facebook yang mengkhususkan diri sebagai wadah curhat para istri.

Isinya para istri curhat seputar apapun, dari masalah rumah tangga sampai mertua. Kelebihannya, mommies bisa pakai akun anonim dan curhat sepuasnya. Plus, bisa membaca juga curhat orang lain. Kadang cerita sedih orang lain bisa bikin kita lebih mensyukuri hidup lho!

Jangan menjelekkan suami di media sosial

Nah ini aturan lain yang harus diingat, moms. Pastikan hanya curhat di tempat tertutup karena duh, masalah rumah tangga diumbar ke publik itu memang legal sih tapi rasanya tidak etis saja. Kita juga tidak mau dong, dijelek-jelekkan suami di media sosial.

Ngerti sih, kadang memang ada keinginan untuk share biar sedunia tahu dosa-dosanya. Tapi menurut saya sih lebih bijak jika bercerita di ruang privat saja. Ingat, rumah tangga itu melibatkan anak lho. Tidak mau kan suatu hari nanti anak melihat ibunya posting hal buruk tentang ayah. :)


Post Comment