Relatable! Ini 5 Pelajaran Hidup dari Avengers: Endgame

[MAJOR SPOILER ALERT]

Semalam, komunitas Mommies Daily, Female Daily, dan Disney Indonesia menggelar nobar Disney’s Avengers: Endgame. Film yang sarat pelajaran hidup.

Saya baper banget lho nontonnya, maklum ngikutin banget semua film dari Marvel Cinematic Universe jadi keluar bioskop dengan mata sembap berduka. Untung saya nggak sendirian, jadi nangisnya rame-rame ahahahahaha.

endgame-2

Bagi orang yang bukan penyuka film ini, mungkin Avengers hanyalah superhero berkostum biasa. Namun sebetulnya banyak sekali pesan moral yang bisa dipetik dari film ini. Apa saja?

1. Jangan terlalu fokus sama masa lalu

Film dibuka dengan para Avengers yang depresi karena kekalahan mereka. Dari sini pesannya sudah terasa sekali kalau hidup itu harus jalan terus. Move on karena masa lalu tidak bisa diubah.

Ya meski pada akhirnya Tony Stark berhasil membuat mesin waktu, banyak hal yang memang tidak bisa dihentikan sama sekali seperti kematian Natasha Romanoff.
Relatable sekali ya, banyak orang yang fokus pada masa lalu sehingga terus menerus membatin “coba kalau dulu …” padahal masa lalu tidak diubah dan waktu yang terbuang dari memikirkan masa lalu itu bisa jadi waktu produktif untuk masa kini!

2. Berduka itu boleh!

Bahkan Avengers dengan kekuatan super saja bisa sangat sangat berduka, apalagi kita yang manusia biasa. Tidak pernah ada yang mengajari kita menghadapi suasana duka sehingga wajar sekali jika penerimaan tiap orang pada duka akan berbeda.

Para Avengers menunjukkan proses berduka yang berbagai macam dan sangat manusiawi. Natasha Romanoff/Black Widow denial bahwa mereka kalah dan berusaha melanjutkan hidup seperti biasa meski kondisinya menyedihkan dan terus menangis.

natasha

Clint Barton/Hawkeye harus kehilangan seluruh keluarganya dan berduka dengan amarah sehingga menjadi alter ego Ronin dan membunuh banyak orang.

Thor depresi parah sehingga tak mau keluar rumah dan melarikan diri pada alkohol sampai badannya menggemuk. Steve Rogers/Capt. America berusaha kalem dan membuat support group untuk orang-orang yang kehilangan juga.

Sementara Tony Stark dan Pepper Potts sudah pada tahap menerima karena mereka merasa beruntung memiliki satu sama lain. Jadi berduka itu boleh dengan cara masing-masing. :)

3. Sahabat bisa jadi keluarga terbaik

Satu hal yang membuat Avengers begitu dicintai adalah kekompakan mereka yang seperti sahabat di dunia nyata. Saling ejek, saling hujat, tapi saling sayang dan selalu support satu sama lain.

Selain Scott Lang/Ant-Man dan Clint Barton/Hawkeye, para Avangers juga memang tidak punya keluarga sehingga mereka sangat protektif satu sama lain. Maka ketika Natasha harus mati, mereka berkumpul dan menyadari bahwa mereka adalah satu-satunya keluarga yang ia punya. :(

endgame

4. Alpha male juga harus mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga!

Hai para pria, ayo belajar dari Tony Stark bahwa sekaya apapun, sepintar apapun, seganteng apapun kamu, kalau di rumah ya tetap harus membantu pekerjaan rumah tangga dong!

Adegan Tony Stark cuci piring itu buat saya bikin hangat hati karena Tony yang dikenal dingin dan sombong ternyata bisa juga punya keluarga ideal. So relatable!

5. Jangan serakah dan rawat alam

Sejujurnya Thanos ada benarnya sih bahwa manusia itu terlalu serakah dan kurang mensyukuri apa yang mereka punya. Jadi pesannya adalah, ayo rawat alam agar alam juga tak marah pada kita.

Jadiii … sudah nonton berapa kali, moms? Disney’s Avengers: Endgame masih ada di bioskop, jangan ketinggalan!


Post Comment