Kejutan Selama Masa Nifas

Ditulis oleh: Rachel Kaloh

Darah yang terus keluar sampai nggak bisa tahan pipis, semua mungkin dialami pasca-melahirkan selama masa nifas.

Saat hamil, yang bikin deg-degan ibu-ibu pada umumnya adalah bagaimana rasanya melahirkan. Saat kontraksi datang dan memasuki masa pembukaan demi pembukaan, yang bikin deg-degan adalah bisakah mengejan dengan tepat (baca: kuat, nggak, ya?). Begitu bayi keluar, yang bikin deg-degan adalah proses penjahitan area perineum. Begitu semuanya sudah lewat, lega? Tentu tidak, karena bukan hanya si kecil yang bakalan kita bawa pulang dari tempat bersalin, tapi kejutan-kejutan lain akan terus menemani awal kehidupan kita sebagai ibu baru.

Selain tantangan menyusui , setidaknya ada lima kejutan lain yang patut disiapkan pasca-melahirkan nanti. Bukan mau menakut-nakuti, ya, karena memang nggak ada yang menyeramkan, kok, hanya perlu kesiapan mental saja.

Kejutan Selama Masa Nifas - Mommies Daily

Darah yang terus keluar

Saat menstruasi, biasanya kan darah yang keluar sedang deras-derasnya, tuh, terutama di hari pertama dan kedua. Saat masa nifas, rasanya sama, tetapi darah akan keluar terus menerus sampai 40 hari, bahkan bisa lebih lama. Saya ingat setiap kali menyusui, rasanya kaya lagi ngompol, karena darah otomatis keluar akibat kontraksi rahim ketika proses menyusui berlangsung.

Deg-degan saat mau BAB

Saya ingat banget pas ngalamin deg-degan setiap mau BAB. Berhubung proses melahirkan dibantu dengan vakum, alhasil robekan di perineum sedikit lebih besar, artinya, jahitannya juga lebih panjang, bahkan nyaris ke anus. Belum lagi, salah satu obat yang perlu dikonsumsi saat itu mengandung zat besi, yang memang memiliki efek samping bikin BAB jadi lebih keras. Sementara, harus membatasi mengejan supaya jahitan aman. Rasanya, sakit melahirkan kemarin nggak ada apa-apanya dibanding kesulitan BAB.

Sakitnya berlanjut

Memang, sih, dengan kemajuan teknologi, jahitan paska-melahirkan secara normal maupun caesar tidak lagi seberat jaman dulu. Buktinya, banyak teman saya yang langsung bisa beraktivitas tanpa berlama-lama bed rest. Tetapi, masih ada juga yang mengalami perihnya luka jahitan. Begitu juga yang melahirkan secara normal, rasa ngilu di area jahitan terus menghantui hari-hari saya saat menjadi ibu baru. Belum lagi nyeri saat kontraksi rahim yang rasa sakitnya berlomba-lomba dengan nyeri di puting, setiap sebelum maupun sehabis menyusui. Fyuh!

Kapan mens lagi?

Pertanyaan ini bakalan sering kita tanyakan pada diri sendiri. Ada teman saya yang tiga bulan setelah melahirkan langsung mens, ada juga yang seperti saya, bahkan setahun lebih, belum mens juga. Apakah artinya kita nggak mungkin mengalami hamil sundulan? Eits, belum tentu! Mereka yang lebih cepat “reuni” dengan pembalut pun mesti kembali berhadapan dengan perubahan hormon, termasuk yang paling nggak dikangenin, yaitu nyeri haid dan PMS.

Rambut rontok, tepatnya: berjatuhan

Menurut penelitian oleh Philip Kingsley di Inggris, sekitar 50% wanita akan mengalami kerontokan rambut setelah melahirkan. Meskipun normal, saya benar-benar nggak nyangka setiap kali melihat helaian rambut saya jatuh. Boro-boro menyisir, menyentuh kepala saja nggak, sama sekali. Bahkan yang lebih parah, banyak ibu nyaris mengalami kebotakan. Berdasarkan pengalaman, hal ini akan kembali normal beberapa bulan kemudian.

Kejutan lain yang juga nggak disangka-sangka…

Selain 5 hal yang disebutkan di atas, banyak ibu yang mengalami inkontinensia urin, alias kehilangan kemampuannya untuk menahan BAK. Nggak heran banyak yang sering ngompol, bahkan nggak kuat menahan buang gas. Hal ini disebabkan oleh melemahnya otot pelvis pasca melahirkan.

Meski kejutan ini nggak ada yang terdengar menyenangkan, kita nggak perlu susah-susah mencari cara untuk menghindarinya. Hal ini nggak permanen, kok. Semua akan kembali normal seiring berjalannya waktu. Jadi, jangan hilang semangat, ya, Moms!


Post Comment