Pesan Untuk Calon Istri Anakku …..

Untuk siapa pun kalian, yang kelak akan menjadi pendamping hidup bagi kedua anak laki-laki saya, berikut sedikit pesan dari saya ….

Rasa-rasanya saya cukup sering membuat tulisan yang berisi pesan untuk kedua anak laki-laki saya. Pesan tentang bagaimana agar mereka bisa menjadi laki-laki yang baik, pesan tentang bagaimana mereka seharusnya memperlakukan perempuan, hingga pesan agar mereka bisa menjadi calon pasangan yang menyenangkan. Kemudian saya jadi berpikir, kenapa harus anak-anak saya saja yang saya ingatkan? Bagaimana dengan calon pasangannya kelak?

Saya nggak tahu, kapan waktu yang tepat bagi saya memberikan pesan ini nanti, apakah saat saya melihat mereka sudah mulai pacaran serius (Noooo) atau ketika mereka sudah mulai punya pacar? Atau ketika mereka sudah mengatakan ke saya bahwa “Ini adalah perempuan yang akan saya jadikan istri, ma ….”

Tak peduli kapan waktunya, namun inilah pesan untuk kalian yang kelak akan ‘mengambil’ sedikit banyak porsi saya di dalam hidup anak-anak saya

Untuk kalian yang pada saatnya nanti akan menjadi alasan kenapa tatapan mata anak-anak saya berbinar-binar bahagia

Untuk kalian yang pada saatnya nanti tangannya akan bergantian dengan saya untuk menggandeng tangan anak saya …..

Untuk kalian yang pada saatnya nanti menjadi orang pertama yang dicari oleh anak-anak saya ….

Ini pesan untuk kalian

Pesan Untuk Calon Istri Anakku ….. - Mommies Daily

1. Jangan pernah memintanya memilih antara saya sebagai mamanya atau kalian sebagai istrinya. Karena tanpa saya, mereka tidak akan pernah ada di dunia, dan kalian tidak akan bertemu dengan laki-laki yang kalian cintai. Saya dan kalian sebaiknya menjadi tim yang kompak untuk menjadikan hidup laki-laki yang sama-sama kita cintai ini berjalan lebih mudah.

2. Jangan pernah membentak, berkata atau bersikap kasar kepada anak-anak saya di depan umum ketika kalian bertengkar. Simpan pertengkaran kalian di balik pintu rumah, karena itu cara menjaga harga diri kalian berdua. Harga dirinya sebagai suami, dan harga diri kalian sebagai istri.

3. Jadilah ‘leher’ yang bisa menggerakan kepala rumah tangga melihat atau menengok ke arah yang lebih baik. Leher yang mengajak kepala untuk menatap lurus ke depan, meraih cita-cita kalian bersama. Bukan leher yang mengajak kepala untuk mengangkat diri setinggi-tingginya untuk bersikap arogan, atau memaksa kepala menunduk terus menerus.

4. Percayalah kepada kemampuan pasangan kalian. Saya mengajarkan anak-anak saya untuk mampu melindungi orang-orang yang mereka sayang, maka biarkan mereka tahu bahwa kalian percaya akan kemampuan mereka melindungi kalian. The most crucial thing you can do is make your man feel like a man and not a little boy.

5. Setia! Selama ini laki-laki cenderung diidentikkan dengan mahluk yang tidak setia. Faktanya? Banyak perempuan yang sama rendah kompas moralnya. Jadi berlakulah setia!

6. Hargai mereka. Lakukan hal-hal sederhana untuk mereka. Hargai pekerjaan yang mereka miliki. Hargai usaha yang sudah mereka lakukan untuk kalian dan keluarga kecil kalian. Puji penampilan mereka. Kiss him and tell him that you really love him.

7. Ciptakan rumah yang membuat mereka rindu untuk pulang melalui perilaku, melalui tutur kata, melalui sentuhan-sentuhan kecil yang menghangatkan.

8. Bantu mereka dalam mengambil keputusan. Yes, laki-laki adalah kepala keluarga, namun menyenangkan rasanya ketika mereka bisa berdiskusi saat harus mengambil keputusan penting untuk keluarga kalian.

9. Miliki free time untuk kalian berdua. Nggak usah sok-sok an kemana-mana harus berdua atau bersama keluarga. Jika anak-anak saya ingin memiliki waktu luang bersama teman-teman atau melakukan hobinya sebagai me time dan itu tidak melibatkan kalian, nggak usah ngambek. Lakukan hal yang sama pada diri kalian. Karena baik kalian atau suami kalian butuh me time.

10. Jangan keseringan ngambek lantas mogok bicara. Saya membesarkan manusia biasa, bukan cenayang. Jadi kalau ada masalah, bicara, selesaikan baik-baik. Bukannya ngambek, mematikan telepon sehingga sulit dihubungi, dan membuat masalah menjadi berlarut-larut.

11. Trust! Trust is vital to the success of a marriage. Sebuah hubungan yang sehat dibangun melalui kejujuran, komunikasi yang baik dan how to fight fairly. Over the years, you two will learn how to keep promises, be yourself, and show how much you love and appreciate each other.

12. Cintai mereka dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena hal yang sama juga saya ajarkan ke anak-anak saya.

Semoga, kalian bisa mencintai mereka seperti saya mencintai mereka.

Semoga, kalian bisa melihat banyak hal baik di dalam diri mereka seperti saya melihat banyak hal positif di dalam diri mereka.

Semoga, kalian bisa memahami kekurangan-kekurangannya dan menyadari bahwa itulah hal terbaik yang bisa mereka lakukan untuk kalian.

Dan semoga, pada akhirnya, ketika melihat mereka menjalani hidup dengan kalian, saya bisa mengucap syukur kepada Tuhan dan mengatakan “Terima kasih Tuhan, karena engkau telah memberikan pasangan yang tepat dan baik untuk anak-anak saya.”


Post Comment