Ajarkan Anak Etika Berkunjung Ke Rumah Orang Lain

Ditulis oleh: Febria Silaen

Seakrab apa pun kita dengan pemilik rumah, berkunjung ke rumah orang lain juga ada etikanya. Dan, ini perlu kita ajarkan juga ke si kecil.

Jujur saja, saya, termasuk orang yang suka merasa terganggu kalau ada tamu tiba-tiba. Ya, bukan tidak senang dengan kehadiran atau kedatangan tamu. Namun, kalau tamunya datang tiba-tiba, satu; saya nggak ada persiapan sama sekali, kedua; belum tentu suasana hati saya lagi pas untuk menyambut dan ngobrol ngalor-ngidul dengan si tamu dan yang ketiga, belum tentu juga kondisi rumah saya lagi layak untuk menerima tamu. Tuan rumah juga perlu pencitraan yang baik, kan, hahahaha.

Dan ternyata tidak saya saja yang pernah merasa kesal atas kehadiran tamu tak diundang. Meski tamu itu adalah keluarga sendiri.lho! Beberapa teman-teman juga mengaku, kalau mereka pernah kedatangan tamu secara tiba-tiba dan itu bisa bikin keki atau kesal.

Saya pun berpikir, apakah sangat urgent harus dadakan datang tanpa memberitahu si pemilik rumah dahulu? Padahal sepantasnya sih, ya, informasi dulu deh. Lagipula, kalau mendadak datang terus tuan rumah ternyata pergi, kan tamunya juga yang rugi?

Ajarkan Anak Etika Berkunjung Ke Rumah Orang Lain - Mommies Daily

Lantas, apa saja hal-hal yang harus diperhatikan bila kita datang bertamu ke rumah seseorang.

1. Memberitahu terlebih dahulu

Zaman sudah canggih, jadi kita bisa lho bisa menelpon atau whatsapp bila ingin bertamu. Ini hal penting yang sangat harus diingat. Sebab, bagi orang yang dikunjungi, ini jadi semacam pemberitahuan, dan dia akan merasa dihargai bila ditanya lebih dulu. Bisa saja pada waktu kita datang, dia ada acara lain atau tidak mau diganggu tamu. Menghargai privacy orang adalah tata krama yang perlu tetap dijunjung tinggi, lho!

2. Tepat Waktu

Ini juga penting. Kalau sudah berjanji datang jam sekian, usahakan tepat waktu. Ini akan memberi kesan yang baik dan memudahkan tuan rumah mengatur waktu. Bisa saja ia punya kegiatan yang sangat padat, sehingga ketika menyetujui kunjungan kita, hanya itu waktu yang ia punya.

3. Ingat Waktu

Jangan karena merasa memiliki hubungan sangat dekat lalu kita dengan sesuka hati bertamu tak ingat waktu. Ada lho tuan rumah yang amat sangat ramah, sehingga kelihatannya senang dengan kunjungan kita, tapi sebenarnya ia punya kesibukan yang harus dikerjakan.

Kalau misal, yang punya rumah terlihat sibuk dengan urusan anak atau rumah, sebaiknya sih urungkan niat untuk berlama-lama bertamu. Tentu, tidak enak juga kalau ngobrol tapi tuan rumah terlihat gelisah dan selalu melihat jam dinding. Jadi jelilah melihat situasi.

4. Aturan menginap

Nah, buat yang punya rencana menginap, perlu juga memperhatikan beberapa hal, seperti beritahu tuan rumah apa rencana atau alasan kamu menginap.Bila menginap, disarankan tak lebih dari tiga hari. Mengutip kata dari Benjamin Franklin, “Ikan dan tamu menjadi bau setelah tiga hari.” Dan kalau menginap jangan sungkan untuk membantu tuan rumah ikut beberes ya. Ya, meski umumnya tuan rumah akan menolak secara halus. Namun tak perlu segan menawarkan bantuan. Misal sekadar cuci piring atau menyapu halaman.

5. Membawa buah tangan

Ada baiknya kalau bertamu ke rumah seseorang, kamu membawa buah tangan. Buah tangan menjadi tanda ucapan terima kasih karena sudah menerima kita bertamu.

Yuk, siap menjadi tamu yang menyenangkan bagi tuan rumah. Bukan menjadi tamu yang tidak diharapkan karena tidak memiliki etika saat bertamu.


Post Comment