Kisah Tumpuk Bantal, Ketika Aktivitas Seks Harus Berjalan Meski Sekamar dengan Si Kecil

Urusan aktivitas seks ketika kita masih sekamar sama si kecil memang lumayan menantang. Bagaimana kalau mencoba metode tumpuk bantal seperti saya dan suami?

“Mit, loe masih aja sekamar sama anak, kalau lagi ML sama suami, gimana tuh? Nggak takut ketahuan anak loe?”

“Ya harus pinter-pinter aja, sih, cari cara. Apalagi kalau lagi ‘on’, mau gimana juga bisa, paling sering sih, ya, tumpuk bantal.”

“Haaa… tumpuk bantal? Gileeee…..”

Tiba-tiba saja, tawa beberapa teman dekat saya langsung pecah ketika mendengar jawaban saya terkait bagaimana harus kreatif agar kehidupan seks saya berjalan normal.

Maklum, kondisi saya memang sedikit berbeda dengan teman-teman saya yang sudah tinggal di rumah pribadi. Mau, berhubungan intim di dapur, di ruang tengah bahkan di teras belakang juga bisa. Bisa mengeksplorasi sudut rumah.Sementara saya? Boro-boro mau melakukannya di ruang tengah yang berisiko ketahuan, bisa berhasil tumpuk bantal saja sudah syukur alhamdulillah.

Iya, tumpuk bantal ini memang saya pilih dalam rangka membuat partisi atau pembatas posisi anak. Meskipun anak sudah tidur nyenyak, tetap saja merasa risih. Belum lagi risiko anak terbangun. Setidaknya, dengan adanya pembatas ini cukup membantu.

Saya sendiri cukup sadar, setelah punya anak, ditambah lagi kalau kelelahan, urusan aktivitas seks sudah bukan lagi jadi prioritas. Sudah nggak menggebu-gebu macam pengantin baru, yang begitu dicolek dan dielus sedikit sudah kepengen ditomprok, ahahahaa.

Kisah Tumpuk Bantal, Ketika Aktivitas Seks Harus Berjalan Meski Sekamar dengan Si Kecil - Mommies Daily

Selain soal tumpuk bantal, sejauh ini ada beberapa cara yang sering saya dan suami lakukan dalam rangka menghidupkan hubungan seksual meskipun anak masih satu kamar dengan kami. Saya akan share, ya, siapa tahu bermanfaat buat mommies yang senasib dengan saya.

1. Pelan-pelan

Sebenarnya, membuat tumpukan bantal di kasur sebagai partisi memang nggak cukup. Ketika melakukan hubungan intim dengan kondisi sekamar dengan anak, mau nggak mau suara juga harus pelan-pelan.
Hal ini pun berlaku untuk gerakannya. Jangan sampai karena terlalu hot, gerakannya jadi brutal sehingga kasur jadi ikutan goyang. Jangan sampai anak terbangun karena panik dipikir ada gempa bumi, hehehe. Mendesah? Bolehlah… asal tidak mengerang secara berlebihan.

2. Di bawah selimut

Selain perlu menyediakan bantal yang banyak, jangan lupa sediakan selimut. Jadi, saat berhubungan intim, lakukan di bawah selimut. Lagi pula, selimut ini juga membantu meredam suara yang kita buat, lho.

3. Nyalakan musik atau televisi

Kuncian lain yang bisa dimanfaatkan adalah jangan lupa nyalakan musik atau televisi. Dengan adanya suara-suara ini, anak jadi tidak terlalu curiga. Tapi musik atau program televisi yang dipilih juga sesuai. Jangan terlalu berisik juga sehingga berisiko membuat anak bagun.

4. Segera ke kamar mandi

Nasib pasangan suami istri yang masih tinggal di rumah orangtua, dan harus sekamar dengan anak memang nggak bisa mengeksplorasi setiap ruangan untuk jadi tempat bercinta. Satu-satunya, hanya kamar mandi. Ini pun pemilihan waktunya juga harus disesuaikan dan penuh strategi. Biasanya, harus bangun lebih pagi untuk mandi bareng.

5. Quicky Sex

Ya, kalau sudah kepengen, kenapa nggak quicky sex saja? Toh, sebenarnya pemanasan sudah bisa dilakukan sebelum masuk ke kamar. Selain itu, sesekali janjian makan siang bersama dan ditutup dengan melakukan aktivitas, seks seru juga lho! Keluar uang dikitlah buat bayar hotel.


Post Comment