Menjadi Ibu Membuat Saya Merasa Lebih Hebat

Parenting & Kids

fiaindriokusumo・06 Jan 2018

detail-thumb

Saya nggak menyangka menjadi ibu itu selain membuat saya bahagia dan lelah :D, ternyata juga membuat saya merasa menjadi manusia yang lebih hebat.

Sepertinya saya sudah sering ngomong, kalau ketika saya menjadi ibu untuk pertama kalinya sekitar 11 tahun lalu, saya sama sekali nggak mendapatkan pencerahan apapun baik itu dari mama ataupun dari mertua saya. Yang saya ingat, mama hanya sempat wanti-wanti agar saya jangan sampai diinduksi karena mama yakin banget si anak bontotnya ini nggak bakal sanggup menahan sakitnya induksi (makasih lho mah atas supportnya *__*).

26167222_10213183860344358_2004000216758154738_n

The rest? Jatuh bangun aja sendiri. Ter- aaaah ooooh aaaaah ooooh setiap kali ada kejadian-kejadian yang membuat saya tercengang-cengang sebagai seorang ibu.

Menjadi ibu membuat kita bahagia? Kita semua tahu itu.

Menjadi ibu membuat kita sering merasa kelelahan? Sudah pasti.

Tapi bahwa menjadi ibu mengubah kita menjadi manusia yang lebih hebat, apakah kita sadar? Seringnya sih nggak, karena kita menganggap bahwa apa yang kita lakukan dan alami itu adalah hal yang normal dan wajar-wajar aja.

Padahal, nggak semua orang sanggup melakukan apa yang dilakukan oleh para ibu.

Sesekali bolehlah ya kita sebagai ibu menepuk dada sendiri dan merasa bangga dengan apa yang telah kita lakukan. Menyadari bahwa status ibu menjadikan kita sosok manusia yang lebih hebat dari sebelum-sebelumnya.

Menjadi ibu membuat saya pada akhirnya menyadari betapa saya mampu melakukan berbagai macam hal dalam satu waktu bersamaan alias multitasking. Mengerjakan report kantor disambi dengan mengecek WAG ibu-ibu sekolah si kecil untuk mengetahui informasi terbaru tentang bayaran sekolah, ditambah dengan mencatat list belanjaan mingguan untuk makanan di rumah dan membuat janji dengan bengkel mobil.

Menjadi ibu membuat pengetahuan saya bertambah bahkan melimpah ruah, hahaha. Mulai dari informasi tentang penyakit, obat-obatan, tumbuh kembang anak secara fisik ataupun emosi, memahami pskilogi anak. Menjadi ibu intinya membuat saya menjadi lebih pintar.

Menjadi ibu membuat saya menjadi lebih kuat. Kuat menahan lelah selama anak-anak membutuhkan saya. Kuat begadang karena anak sedang tidak enak badan. Menjadi ibu mengajarkan saya apa arti dari berkorban yang sesungguhnya.

Menjadi ibu melatih saya untuk lebih mengenal emosi diri sendiri. Marah, takut, sedih, kecewa, bahagia, adalah beberapa emosi yang seringkali saya rasakan dalam satu hari. Saya lebih memahami kebutuhan emosi diri saya sendiri.

Menjadi ibu membuat saya nggak lagi terlalu egois. Gimana mau egois kalau saat ini yang menjadi pusat dunia kita adalah anak-anak. Yah, walaupun masih sih sesekali saya juga mendahulukan kepentingan saya (dan ini sah-sah aja).

Menjadi ibu membuat saya lebih toleransi terhadap sekitar. Karena setiap kali ada orang lain yang nyebelin, saya langsung mencoba menempatkan posisi saya di posisi orang tersebut. Sudahlah, pokoknya saya jadi sedikit lebih bijak :D.

Menjadi ibu membuat saya lebih peduli dengan kondisi alam dan lingkungan. Karena saya nggak ingin anak-anak saya terpaksa bernapas di tengah-tengah udara yang penuh polusi atau harus membayar sekian rupiah untuk mendapatkan air bersih.

Lihat kan, betapa hebatnya status ibu mengubah kita? Membuat kita menjadi lebih hebat tapi tentu masih jauh dari sempurna. Dan itu manusiawi.