Kenapa, ya, Perempuan Wajib Buang Air Kecil Pasca Bercinta?

Pregnancy

Mommies Daily・20 Oct 2017

detail-thumb

Ditulis oleh: dr. Azami Denas, SpOG

Meski tidak ada aturan tertulis. Buang air kecil pasca bercinta mempunyai manfaat baik untuk kesehatan reproduksi perempuan. Salah satunya terhindari dari infeksi saluran kemih. 

Mungkin mommies sering mendengar saran untuk buang air kecil setelah melakukan hubungan seks. Hal itu sebenarnya sebuah aturan tidak tertulis untuk dilakukan. Namun hal itu terkadang perlu dilakukan dengan tujuan untuk mencegah gangguan berkemih.

Kenapa, ya, Perempuan Wajib Buang Air Kecil Pasca Bercinta? - Mommies Daily

Bagaimana mekanismenya?

Secara anatomi dasar panggul wanita vagina terletak sangat berdekatan dengan kandung kemih dan rektum (tempat buang feses). Di bagian atas vagina ada kandung kemih dan di bagian bawah ada rektum. Ini berarti bakteri feses juga berada di dekatnya, bahkan pada saat terbersihnya bagian kewanitaan.

Ditambah lagi bila saat melakukan hubungan intim, penetrasi itu memungkinkan beberapa bakteri ini untuk mendekati uretra (muara kandung kemih) karena berdekatan. Perempuan memiliki uretra pendek dibandingkan dengan pria, jadi mudah bagi bakteri ini (sekali berada di dalam) untuk berjalan ke kandung kemih,  sehingga terjadi kerusakan jaringan, dan menyebabkan peradangan dan akhirnya terjadi infeksi saluran kencing (ISK), yang bisa menyakitkan dan membutuhkan antibiotik.

Buang air kecil tepat setelah berhubungan seks dapat membantu mencegah penyebaran bakteri fecal ke kandung kemih. Ini juga mengapa pasangan sebaiknya tidak beralih ke hubungan seks vagina setelah anal.

Tapi bukan berarti mommies buru-buru melompat dari tempat tidur untuk ke toilet, setelah acara utama berakhir. Dan apakah wanita yang tidak buang air kecil setelah bercinta akan terkena infeksi saluran kemih?

Buang air kecil setelah bercinta membantu membersihkan bakteri sebelum bakteri bisa melakukan perjalanan ke kandung kemih. Tapi tidak ada persyaratan waktu tertentu. Memang kencing sebelum dan sesudah hubungan seks  akan mengurangi kemungkinan infeksi saluran kemih, tapi bukan berarti pasangan tersebut harus memiliki stopwatch untuk menentukan waktu buang air kecil kecuali mommies benar-benar sudah merasakan ingin buang air kecil maka segeralah buang air kecil.

Karena menahan buang air kecil ini justru yang akan memicu infeksi saluran kemih bahkan akan memperburuk bagi wanita yang memiliki faktor risiko infeksi saluran kemih (diabetes, batu ginjal, atau kelainan pada saluran kemih ). Selain itu juga akan merusak suasana romantis pasangan, kan?. Apalagi Jika mommies pernah terkena ISK dalam waktu enam bulan, atau tiga kali dalam setahun. Jadi tidak ada perbedaan untuk ke kamar mandi lima detik atau 30 menit setelah waktu sesi diakhiri.

Vagina pun juga jadi tempat tumbuhnya kuman baik yang berasal dari organ genital itu sendiri atau dari anus karena posisinya yang berdekatan. Jadi tanpa apa-apa pun juga bisa memicu infeksi, apalagi bila saat foreplay menggunakan alat bantu sex atau jari pasangan akan juga menambah risiko infeksi baik di vagina atau di organ tetangganya seperti saluran kemih.

Akibat jangka panjang dari infeksi saluran kemih yang berkepanjangan yaitu bisa terjadi gangguan berkemih seperti retensio urine (susah berkemih). Hal ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari karena wanita tersebut selalu ingin kencing tetapi ngga tuntas dan akhirnya bolak balik ke kamar mandi karena terjadi ketidaknyamanan di bagian perkemihan. Tentunya juga akan mengganggu dalam hubungan suami istri.

dr. Azami Denas ,SpOG, Divisi uroginekologi rekonstruksi, Departemen Obstetri Ginekologi, dari Universitas Airlangga/ RSUD dr Soetomo Surabaya.