3 Alasan Mengapa Orangtua Perlu Mengajak Anak Wisata Rumah Ibadat

Behavior & Development

adiesty・28 Sep 2017

detail-thumb

Setidaknya ada 3 alasan yang bikin saya getol mau mengajak anak saya, Bumi, untuk mengunjungi beberapa rumah ibadat dalam rangka wisata.

Lho, kok, wisata ke rumah ibadat? Memangnya nggak ada tempat wisata yang lebih asik? Mungkin di antara mommies ada yang heran kenapa saya mau mengajak anak untuk wisata ibadat.

Alkisah, beberapa waktu lalu,  Fia cerita kalau ada sebuah komunitas non profit yang melangsungkan program Wisata Rumah Ibadat. Rupanya, ide ini lahir karena keprihatinan soal kondisi intoleransi yang semakin meluas. Khususnya  soal intoleransi yang berkaitan dengan agama.

Seingat saya, sih, kondisi ini semakin meruncing lantaran Pilkada kemarin. Inget nggak video yang sempat viral kemarin? Soal anak-anak yang berteriak untuk membunuh? Belum lagi ditemukan fenomena banyak anak-anak mengolok temannya yang berbeda agama dengan sebutan kafir. Melihat video tersebut dan membaca berita soal itu semua bikin bulu kuduk saya merinding. Sedih, melihat anak-anak sudah lahir benih-benih kebencian berdasarkan aspek keagamaan seperti itu.

Makanya, saya orangtua yang bersorak sorai karena ada program keren seperti Wisata Rumah Ibadat (WRI) yang digagas Komunitas Bhineka. Rasanya nggak sabar mau melibatkan anak saya, Bumi, supaya ia bisa belajar tentang keberagaman. Bahwa dia hidup di lingkungan dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda. Bahwa, berbeda itu biasa.

Sayangnya, keinginan tersebut tidak bisa saya realisakikan lantaran program ini baru ditujukan untuk anak kelas 4 hingga 6 SD. Setelah ngobrol dengan dengan Mbak Vera Itabilina dan Mbak Nina Teguh, dua psikolog anak yang ikut terlibat dalam program ini, mereka mengatakan bahwa sebenarnya keputusan ini diambil lebih dikarenakan pertimbangan kondisi fisik saja. Anak kelas 4 sudah cukup kuat untuk keliling 6 rumah ibadat.

Benar saja, sih, mengunjungi 6 rumah ibadat, mulai GKI Cinere, Vihara Ratana Graha, Lithang Bakti, Masjid Jami' Imam Bonjol, Gereja St. Matias, dan Pura Amerta Jati, perlu kesiapan fisik. Lah wong saya aja ngerasa cukup capek, gimana kalau anak kelas 1 atau kelas 2 yang ikutan juga?

wisata rumah ibadat

Meskipun begitu, saya tetap ingin mengajak, Bumi, untuk melakukan Wisata Rumah Ibadat. Kenapa?

Anak bisa mendapatkan pengalaman yang konkret

Alasan utama, jelas saja untuk memberikan pengalaman pada Bumi. Agar ia bisa belajar dan tahu, pada dasarnya ia hidup di lingkungan dengan latar belakang agama yang berbeda. Punya teman yang di luar agama Islam, nggak apa-apa, kok. Tidak ada yang salah dengan hal ini.

Apalagi kalau ingat Bumi tumbuh besar dan sekolah di lingkungan yang homogen, mayoritas beragama muslim. Artinya, anak saya saja perlu terpapar dengan pengalaman dan bergaul dengan agama yang non muslim.

Seperti yang dijelaskan Mbak Nina Teguh, kalau sistem belajar di outdoor seperti ini memang sangat cocok untuk memberikan materi tentang rumah ibadat bagi anak-anak Dengan begitu, anak-anak bisa menangkap sesuatu lebih cepat ketika melihatnya secara konkret.

Senada dengan Mbak Nina Teguh, Mbak Vera juga bilang pada usia 7-12 tahun, anak masih perlu mengembangkan kecerdasan kognitifnya, salah satunya adalah 'concrete operational'. Di mana dalam tahapan ini anak perlu belajar agar bisa berpikir secara logis lewat peristiwa-peristiwa yang konkrit.

wisata rumah ibadat1

Melatih rasa empati dan toleransi

Dengan mengikuti Wisata Rumah Ibadat, anak-anak tidak hanya bisa punya teman baru dengan latar belakang agama yang sangat beragam. Iya, jadi peserta Wisata Rumah Ibadat ini memang sengaja diambil dari  semua agama. Harapannya, anak-anak juga bisa belajar untuk toleransi meskipun agamanya nggak sama.  Seperti yang diungkapkan Mbak Vera, dengan begitu bisa lebih lebih menghargai, punya pengetahuan yang lebih luas dan bebas prejudice.

Menambah ilmu pengetahuan

Lewat pengalaman mengikuti WRI, nggak cuma melatih anak memiliki empati dan toleransi. Anak-anak juga bisa banyak mendapatkan ilmu penegtahuan. Ya, semacambelajar agama di sekolah saja. Bedanya, kali ini mereka jadi punya kesempatan untuk terjun langsung dan melihat apa saja yang ada di rumah Ibadat.

wisatarumahibadat-mommiesdaily

Jadi, saat mengunjungi rumah ibadat, anak-anak bisa mendapatkan informasi dan penjelasan singkat soal siapa saja orang yang terlibat dalam ibadat, soal simbol, bagaimana pakaiannya, dan beberapa fakta menarik di setiap agama. Tapi  tenang saja, program ini sama sekali tidak nggak berbau hasutan atau mengajak untuk ikut beribadah, kok. Jadi memang hanya pengetahuan umum saja. Ya, seperti pelajaran PPKn saja.

Jadi, siapa yang tertarik mau wisata ke beberapa rumah ibadat? Bareng yuk!

wisata ibadah - mommiesdaily*bagi anak yang bergama Islam, memukul beduk pasti sudah biasa, tapi untuk anak yang non muslim,  ini jadi pengalaman baru, lho!