Anemia dan Kecerdasan Anak, Apa Hubungannya?

Health & Nutrition

adiesty・21 Apr 2017

detail-thumb

Hallo mommies, sudah rutin cek hb si kecil belum ya? Asal tahu saja, nih, ternyata anemia yang dialami anak secara nggak langsung punya hubungan dengan tingkat kecerdasannya anak, lho.

Anemia dan kecerdasan anak. Apa hubungannya? Setahu saya, sih, anemia itu bisa menyebabkan kita meras lesu dan letih. Hal ini juga berlaku jika anemia terjadi pada anak-anak. Faktanya nggak Cuma itu saja, lho, jika kadar hb anak kita rendah sehingga menyebabkan anemia punya keterkaitan secara tidak langsung dengankecerdasan anak.

Belum lama ini ada media edukasi "Pemeriksaan Hemoglobin, Langkah Awal Kenali Gejala Anemia" yang dilangsunkan di Hotel Akmani. Nah, salah satu materi yang dipaparkan adalah masalah ancaman yang timbul karena kadar Hemoglobin (Hb) yang kurang dari kadar normal.

anemia dan kecerdasan anak-mommiedaily

Menurut Ketua Divisi Hemato-Onkologi Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Pustika Amalia, SpA(K), Hb berfungsi untuk membawa oksigen yang dibutuhkan oleh otak dan usus. Apabila Hb anak rendah, maka oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh pun akan berkurang. Hal inilah yang mengaitkan kondisi anemia yang pada anak dengan tingkat kecerdasannya.

Ia melanjutkan bahwa dampak kekurangan besi pada anak bisa memperlambat pertumbuhan percabangan sel otak (dendrit), sehingga hubungan antar sel-sel otak kurang kompleks dan proses informasi melambat. Selain itu juga bisa mengganggu proses pembentukan selubung sel saraf (myelinisasi) yang memicu gangguan penglihatan, pendengaran, dan perilaku.

"Kalau anak kurang oksigen, dia akan merasa pusing, mengantuk, dan jika terjadi terus menerus, maka kemampuan belajarnya akan berkurang," ungkap Dr. dr. Pustika Amalia, SpA(K).

Ada beberapa sinyal yang sebaiknya peru kita ketahui, menunjukan jika memang anak kia mengalami anemia. Biasanya, anak yang anemia akan menunjukkan sinyal tertentu seperti cepat merasa lelah, kondisi badan lemah, wajah pucat, jantung berdebar-debar, dan nafas lebih pendek. Pada kasus tertentu, penderita anemia bisa mengalami kerontokan rambut. Tapi mungkin juga anemia tidak menunjukkan gejala.

Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan seorang anak mengalami anemi. Salah satunya adalah kurangnya asupan nutrisi terutama zat besi. Sementara kebutuhan zat besi pada anak memang sangat penting dan punya peran yang sangat besar dalam pembentukan sel otaknya. Terutama pada tiga tahun pertama kehidupan atau 1.000 hari pertama kehidupan anak yang disebut juga dengan golden period.

Oleh karena itulah, ibu hamil perlu memastikan agar tidak Kekurangan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Nara sumber lain, Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG(K), Ketua Umum Perkumpulan Perinatologi Indonesia (PERINASIA) menyebutkan kalau kondisi anemia pada ibu hamil sangat berbahaya.

Ia menjelaskan, "Kondisi anemia pada ibu hamil memiliki gejala yang sama dengan anemia pada bukan ibu hamil, di antaranya cepat merasa lelah, jantung berdebar-debar, pusing, dan mata berkunang-kunang".

Pasalnya, akan ada beberapa risiko yang bisa dialami ibu hamil dengan kadar hemoglobin rendah. Mulai dari risiko mengalami abortus, pendarahan pasca persalinan, kelelahan dan bahkan kematian. Termasuk berisiko tinggi dengan kondisi dan kesehatan pertumbuhan janin. “Ada juga kemungkinan bayi lahir cacat bawaan dan kematian," jelas dr. Ali Sungkar.

Balik lagi soal kaitan anemia dan kecerdasan anak, masalah anemia pada anak memang tidak bisa dianggap sepele bahkan dibiarkan berlarut, karena jika anemia ini terjadi lebih dari dua tahun, maka bisa membuat kecerdasan anak berlurang hingga menurunkan IQ-nya.

Nggak mau, dong, kondisi ini terjadi pada anak? Oleh karena itulah pemeriksaan kadar hb perlu dilakukan secara berkala. Jadi, berapa kadar hb si kecil, mommies?