Nutella Menyebabkan Kanker?

Health & Nutrition

adiesty・13 Jan 2017

detail-thumb

Seriusan, nih, selai Nutella menyebabkan penyakit kanker? Mengingat keluarga saya gemar makan roti pakai Nutella, pemberitaan soal ini jelas saja bikin saya khawatir.

Seperti biasa, setiap hari grup WhatsApp kantor selalu ramai dengan beragam topik obrolan. Mulai dari obrolan yang memang berkaitan dengan pekerjaan, termasuk sama-sama berdikususi soal berita yang memang sedang hangat diberitakan. Salah satunya soal pemberitaan yang menyebutkan kalau Nutella disinyalir bisa menyebabkan kanker.

Duuuh…. apa, iya?

Kami, yang rata-rata sudah punya anak pun jadi punya kekhawatiran yang serupa. Emoticons yang menampilkan wajah shocked pun memenuhi group WhatsApp. Maklum, rata-rata anak kami penggemar Nutella.

nutella*foto : wikiHow

Saya pun akhirnya mencoba membaca pemberitaan soal ini, salah satunya berita yang ditulis di independet.co.uk. Jadi, European Food Standards Authority (EFSA) sejak pertengahan tahun lalu  ternyata sudah menyebutkan bahwa mereka telah menemukan adanya adanya kontaminasi dari minyak kelapa sawit yang digunakan oleh beberapa jenis makanan, salah satunya adalah Nutella.

EFSA  menyebutkan kalau tidak ada standarisasi yang dianggap aman, terlebih kalau sudah dikonsumisi oleh anak-anak. Meskipun ada beberapa jenis camilan yang menggunakan minyak kelapa sawit sebagai bahan utama, namun ternyata Nutella yang mendapat komplain paling banyak dari konsumen. Bahkan saat ini sudah ada beberapa negara besar yang akhirnya memboikot pemasaran Nutella dari pasaran, salah satunya adalah beberapa ritel di Italia.

Timbulnya pemikiran bahwa minyak kelapa yang digunakan Nutella dapat berisiko menyebabkan kanker sebenarnya dikarenakan adanya penemuan senyawa glycidyl fatty acid ester atau GE. Senyawa ini muncul jika minyak kelapa sawit dipanaskan di atas suhu 200 derajat Celsius.

Seperti pemberitaan yang yang sempat saya baca, Helle Knutsen, kepala Contam selaku badan EFSA yang mengivestigasi kandungan minyak kelapa sawit menyatakan bahwa sudah ada bukti yang kuat bahwa glycidol adalah genotoksik atau racun perusak gen dan bersifat karsinogen atau penyebab kanker. EFSA melihat bahwa senyawa yang muncul di minyak kelapa sawit lebih berisiko.

Menanggapi pernyataan dari EFSA, Ferraro selaku perusahaan yang memproduksi Nutella akhirnya meluncurkan kampanye  untuk meyakinkan publik bahwa Nutella aman untuk dikonsumsi. Mereka mengklaim kalau minyak sawit yang digunakan aman, bahkan penggunaan minyak sawit tersebut tetap dipertahankan.

Vincenzo Tappela, Manajer pemasaran Ferrero, menegaskan kalau membuat Nutella tanpa minyak kelapa sawit merupakan hal yang mustahil karena akan sama artinya membuat kualitas Nutella mengajadi rendah. “Bukannya maju, tapi malah mundur,” katanya.

Sementara WHO dan UN Food and Agriculture Organisation pun sudah mengeluarkan peringatan untuk menghentikan penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan makanan untuk dikonsumsi.

Membaca pemberitaan seperti ini, sepertinya saya kembali diingatkan bahwa memberikan asupan makanan pada anak-anak memang harus hati-hari. Terlebih kalau mau memberikan camilan, yang pasti, sih, jangan sampai lupa untuk memerhatikan label lebih dulu sehingga kita bisa tahu apakah kandungan dalam makanan tersebut aman atau tidak.

Jadi bagaimana keputusan Mommies, mau terus mengonsumsi Nutella atau stop saja?