Alena Wu: “Menjadi Ibu Membuat Saya Lebih Produktif”

Oh, ya, warga Tionghoa baru saja merayakan Imlek, masih ada tradisi memberi angpou?

Tradisi angpao masih lanjut, Papa saya kalau makan-makan imlek pasti ajak pegawai, saya juga mencoba untuk meneruskan tradisi ini.  Start tahun ini makan-makan sama team juga. Tapi kami makan-makannya nggak di hari H, hahaha, kerena waktu itu memang ada job. Tahun ini merayakan malam imlek di Makasar. Tapi untuk tradisi yang takhayul seperti harus potong rambut, ganti cat rumah, nggak boleh nyapu, nggak pernah kami ikutin.

Bagaimana dengan mengenalkan budaya khususnya budaya Tionghoa pada Kolla?

Dari kecil, saya sudah berusaha mengenalkan Bahasa Cina lewat lagu dan kasi tahu nama Cina dia, yaitu  Zheng Yi Zhong.  Ketika mendapat angpao pas imlek, harus ditabung kaya mamanya dulu. Kemarin sudah saya catat juga di buku khusus tabungan dia, and dia nggak protes ingin pakai uangnya, seneng banget Kolla sudah bisa belajar nabung. Kolla sekarang lagi suka mendengar orang ngomong bahasa Cina dan lihat tulisan Cina, mencoba berbicara dengan bahasa Cina, sering ikut ke tempat les Mandarin saya dan dengar guru saya ngomong, hahahaha.

Setelah menjadi Ibu dan dianugrahi Kolla, perubahan terbesar apa saja yang Mbak rasakan?

Jadi jauh lebih bisa berempati dan mengasihi orang lain. Jadi jauh lebih jago ngatur waktu dan delegasi tugas ke orang lain  termasuk lebih pintar memilih aktivitas yang menjadi prioritas. Jadi sejak ada anak, Kolla malah lebih produktif, hehehe.

??????????????????????

Dalam mendidik Kolla, pola asuh seperti apa yang Mbak Alena dan suami terapkan ke Kolla?

Democratic parenting atau montessori type, jadi tanpa hukuman tanpa reward. Saya juga ikut parenting course di internet. Ini bukan cara parenting “permisif” atau “keras”, jadi ada di tengah-tengahnya.  Pola asuh ini lebih ke mengerti anak secara keseluruhan  dan secara psikologis. Sebenarnya rasanya itu cuapeee banget hahaha, jauh lebih berat daripada yang permisif atau keras. Jadi anak diberi batasan-batasan dan lebih banyak diberikan pengertian dan training. Saya dan suami melihat benefitnya bagus. Pola asuh ini sudah dilakukan Ferry Salim pada ke-3 anaknya, look at them sooo happy spend time with family dan nggak ada fase berontak.

Benefit seperti apa, sih, Mbak?

Dengan parenting democratic tadi, selalu problem solving rutin dengan suami dan nanny, supaya selalu satu kapal jadi anak nggak bingung dengan batasan yang kita beri, jadi seperti di-training tiap hari tanpa dia sadari. Lalu kami selalu berusaha menempatkan diri di posisi dia sebagai anak usia segitu, kemampuan psikologis ataupun fisik. Jadi training dan batasan yang kita berikan juga sesuai. Sejauh ini yang paling membuat kami bersyukur, Kolla sudah jadi anak yg berempati  sekali, tetap bisa menyuarakan pendapat dan perasaannya dengan bebas tapi nggak perlu kasar, dan happy banget everyday.

Suami itu kan bisa dibilang support sytem utama seorang istri atau ibu, sejauh ini dalam pengasuhan ada pembagian tugas nggak, Mbak?

Gantian kalo Popo mau kerja, saya jaga Kolla, kalau saya kerja, Popo yang jaga Kolla. Simple tapi perlu kompak  dan janjian. Always sharing jadwal satu sama lain karena meski ada suster, kami  tetap ingin Kolla jauh lebih banyak waktu bersama kami, orangtuanya.

Menurut Mbak Alena, orangtua yang sukses orangtua yang bagaimana?

Yang pernikahannya harmonis dan sama-sama kompak mencintai anak unconditionally, kompak dengan cara mendidik juga. Pasti nggak ada orangtua yang 100% terus sukses mendidik anak-anaknya, karena proses ini dilakukan seumur hidup  dan bertumbuh terus.

Mbak Alena itu sosok ibu seperti apa, sih?

Hangat banget sama anak, umh… mungkin bisa dibilang termasuk sabar, tapi banyak ragu-ragu kalau nggak dibekali ilmu yang cukup, karena itu saya butuh parenting course and books biar tahu jelas bagaimana menangani kasus-kasus umum dalam membesarkan anak.

Sebagai ibu, khususnya ibu dari anak laki-laki, hal apa sih yang membuat Mbak Alena khawatir? Mengingat saat ini banyak sekali berita yang sering membuat para orangtua jadi ‘parno’?

Saya nggak mau khawatir dengan apapun, yang penting saya sudah melakukan yang terbaik dan terus dekat dengan Tuhan karena Dia yg menjaga anak saya.

Sejauh ini, tantangan terbesar Mbak Alena sebagai orangtua apa saja?

Membagi waktu dan untuk ingat kalau saya perlu selalu belajar dan melihat kebutuhan  Kolla.

Dalam pengasuhan, apakah Mbak Alena punya role model? Siapa dan mengapa?

Saya suka dengan gaya pengasahan Ferry Salim dan istri. Anaknya sudah besar,  dan semuanya bisa punya rasa empati yang besar, mengenal diri sendiri dengan baik, dan bisa berkembang di bidang yang sesuai dengan talenta masing-masing.  Mereka juga sangat dekat dengan keluarga tanpa perlu adanya fase berontak dengan orangtua, seperti banyak yang dialami anak-anak usia puber.


Post Comment