banner-detik
TRAVEL

Jalan-jalan Ke Cirebon Bersama Keluarga

author

fiaindriokusumo24 Jan 2016

Jalan-jalan Ke Cirebon Bersama Keluarga

Untuk Anda yang memiliki anak-anak usia di atas 6 tahun, mungkin Cirebon bisa dijadikan salah satu destinasi wisata untuk short weekend getaway.

IMG_6116

Kalau selama ini saya selalu menjadikan Bandung, Puncak atau Bogor sebagai destinasi liburan akhir pekan karena jaraknya cukup dekat, maka sekarang setelah tol Cipali hadir, saya jadi punya tambahan destinasi deh.

Pertama kali ke Cirebon bersama keluarga, untungnya krucil sudah berusia di atas 6 tahun semua. Kenapa saya sarankan di atas 6 tahun? Karena destinasi wisata di Cirebon itu sebagian besar adalah wisata sejarah alias bangunan-bangunan kuno yang butuh penjelasan. Jadi usia anak yang sudah bisa menerima penjelasan cukup panjang menjadi salah satu pertimbangan saya saat pergi  ke Cirebon.

Perjalanan dari Bekasi ke Cirebon kemarin menempuh waktu sekitar 3,5 jam. Untung tol lancar total sih, mungkin karena lagi bukan musim liburan. Nah, dua hotel yang nyaman di Cirebon, berdasarkan pengalaman pribadi adalah:

a. Grage Hotel Cirebon yang letaknya satu area sama Grage Mall (jadi tahu dong kenapa saya bilang nyaman, hehehe). Ukuran kamar cukup luas dengan tambahan satu extra bed. Kolam renangnya juga lumayan nyaman walaupun nggak terlalu besar ukurannya. Enaknya adalah, kalau mau ke mall tinggal jalan kaki :D. Dan di depan hotel juga banyak banget becak, kalau kita mau muter-muter Cirebon naik becak.

b. Hotel Santika Cirebon. Ini favorit saya. Walaupun interior kamar menunjukkan kalau ini hotel cukup tua, tapi secara fasilitas sangat memuaskan. Kolam renangnya besar dan pilihan menu breakfastnya juga bervariasi. Yang saya suka, dari jam 16.00 WIB sampai 20.00 WIB di lobi ada angkringan yang menawarkan jajanan pasar, seperti aneka gorengan, bajigur dsb. Pisang gorengnya enaaaaaak banget.

Bicara tentang destinasi wisata, beberapa tempat yang sempat saya kunjungi kemarin adalah:

a. Keraton Kasepuhan

Jadi, di Cirebon sendiri itu ada beberapa keraton, tapi saat saya bertanya ke penduduk setempat mereka menyarankannya ke sini karena keraton ini yang paling luas dan paling terawat dibanding yang lainnya. Salah satu ciri khas kota Cirebon itu adalah bata merah yang akan Anda temukan di hampir semua bangunan. Begitu juga Keraton Kasepuhan ini dikelilingi oleh bata merah.

IMG_0623

Keraton Kasepuhan ini merupakan keraton kesultanan pertama di Cirebon yang dibangun oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II pada tahun 1529. Ada beberapa bagian yang bisa Anda lihat, mulai dari singgasana raja, tempat penyimpanan benda-benda bersejarah sampai area para prajurit. Akan ada tour guide (yang cukup dibayar Rp 50.000) yang menjelaskan mengenai sejarahnya dan beberapa bapak tua yang menjual buku-buku sejarah Cirebon. Sayangnya, got di dekat keraton tidak terpelihara kebersihannya sehingga tidak enak dilihat dan tak jarang tercium bau tidak enak.

2. Taman Sari Gua Suranyagi

Taman ini merupakan tempat raja dan keluarganya mencari ketenangan di zaman dulu. Tak heran karena nama tempat ini memang Sepi (dari kata Sunya) dan Raga (dari kata Ragi). Untuk diingat, sedia topi atau payung bagi Anda yang tidak tahan panas, karena udaranya cukup terik, pun Anda datang di bulan November. Di sini juga ada tour guide yang akan menemani Anda selama kurang lebih 45 menit dengan bayaran Rp 50.000.

IMG_6102

Ada dua bangunan utama, yaitu Pesanggrahan yang biasa digunakan raja untuk beristirahat dan gua sebagai tempat para prajurit untuk menyepi dan menambah ilmu kekebalan. Saat menyusuri dalam gua sih, anak-anak saya senang karena bentuknya seperti labirin. Untuk mereka yang bertubuh mungil mungkin terasa mudah menyusuri setiap ruangan di dalam gua. Buat yang ukuran tubuhnya tinggi atau gemuk, bisa sedikit PR sih, karena langit-langit gua sangat rendah dan juga sangat sempit. Satu lagi adalah.... terlalu gelap sehingga banyak nyamuk. Kalau saja gua ini lebih dirawat lagi, pasti semakin menarik untuk para wisatawan yang datang.

3. Gedung Perundingan LinggarJati

Sedikit mengemudi ke arah Kuningan, Anda bisa menuju Gedung Perundingan LinggarJati yang menjadi tempat diadakannya perundingan antara Indonesia dan Belanda dengan penengah dari Inggris pasca kemerdekaan. Inilah kenapa enaknya kalau si kecil minimal sudah masuk SD, karena mereka akan tertarik untuk belajar sejarah yang ada di dalam buku PPKN mereka, hahaha. Kalau gedung perundingan Linggarjati ini sangat bersih dan teratur, jadi lebih nyaman untuk anak-anak. Tiket masuknya pun murah.

Peringatan dari saya, tidak jauh dari bangunan ini ada area taman bermain (yang tidak berada di dalam wilayah yang sama) sekaligus kolam renang. Nah, sebelum Anda membeli tiket, pastikan bahwa semua permainan di dalamnya bisa dimainkan. Karena waktu saya ke sana, sudah bayar, ternyata seluruh permainan tidak beroperasi dan kolam renangnya kotor sekali, jadi berasa buang-buang uang.

4. Rumah Kerang Cirebon

Yang satu ini sih saya yang suka, hahaha. Jadi ini semacam lokasi workshop untuk kerajinan kerang. Mulai dari yang printilan seperti tatakan gelas, kursi, meja hingga lampu yang berhiaskan kerang. Saya membeli beberapa piring lauk, piring buah dan nampan serta cermin. Cantik-cantik deh. Hati-hati saja kalau membawa anak-anak ke sini. Takutnya mereka berlarian, menyenggol kemudian pecah.... duh.

IMG_6157

Bagaimana kalau bicara tentang makanannya? Jadi setelah saya tanya-tanya ke seorang teman yang asli orang Cirebon, beberapa makanan lokal yang patut dicoba adalah:

a. Empal Gentong

Sebenarnya ini adalah gulai daging sapi diberi kuah santan dan dimasak di gentong. Bisa dimakan dengan nasi dan kerupuk. Untuk lidah anak-anak ini masih bersahabat kok. Anak-anak saya sih suka ya.

b. Nasi Lengko

Jadi ini adalah nasi putih yang dikasih irisan timun, taoge, tempe, tahu dan seledri serta topping bawang goreng. Terakhir diberi siraman bumbu kacang. Anak-anak saya tidak terlalu suka karena menurut mereka sedikit pedas.

IMG_0653

c. Nasi Jamblang

Menurut saya, nasi jamblang ini rasanya biasa aja, tapi antriannya kok heboh banget. Jadi nasinya disajikan di dalam bungkusan daun jati, kemudian kita bisa mengambil lauk yang kita inginkan, seperti tahu sayur, sambal goreng, semur, ikan asin, tempe dan tahu. Tidak disarankan membawa anak-anak, karena sudahlah antri panjang, makannya juga terburu-buru karena tidak tersedia meja dan kursi yang nyaman.

d. Tahu Gejrot

Nah ini dia favorit kami sekeluarga, nyam nyam. Yang paling enak adalah tahu gejrot yang dijual di depan toko oleh-oleh Sinta. Dijual sama abang-abang, tapi rasa bumbunya enak banget. Anak-anak saya sampai minta dibungkus buat dibawa pulang ke Jakarta :D.

IMG_0650

Demikian cerita saya saat keluarga kami ke Cirebon :). Ada yang mau share ceritanya waktu ke Cirebon juga nggak?

PAGES:

Share Article

author

fiaindriokusumo

Biasa dipanggil Fia, ibu dari dua anak ini sudah merasakan serunya berada di dunia media sejak tahun 2002. "Memiliki anak membuat saya menjadj pribadi yang jauh lebih baik, karena saya tahu bahwa sekarang ada dua mahluk mungil yang akan selalu menjiplak segala perilaku saya," demikian komentarnya mengenai serunya sebagai ibu.


COMMENTS