Saya Dibesarkan oleh Ibu yang Bekerja, dan Ini Jadinya Saya

Saya Dibesarkan oleh Ibu yang Bekerja, dan Ini Jadinya Saya

Gambar dari sini

Irma Mulyani (30) , Marketing Communication School of Business and Management – Institut Teknologi Bandung.

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang sangat mandiri, kreatif, pantang menyerah, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, efeknya saya menjadi mudah bergaul dan mempunyai teman yang banyak. Hal ini menjadi bekal dan mampu membantu saya dalam dunia pekerjaan yang dituntut untuk punya networking yang luas dan harus selalu kreatif.”

Rika (38), Pengusaha.

“Saya dibesarkan dgn ibu pekerja, saya jadi menghargai dan memahami arti bekerja keras.”

Emerela (40), Export Consultant hinrichfoundation.com,.

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja dan saya menjadi pribadi yang mandiri dan tidak mudah menyerah. Mudah bergaul karena saya tidak selalu ditemani oleh ibu, saya menjadi lebih berani dan tidak pemalu. Saya terbiasa menyelesaikan pekerjaan sendiri , lebih taough dalam menghadapi kesulitan”.

Rudi Resmiyadi (30) Founder of Real Imazeenation.

“Dibesarkan oleh ibu yang bekerja membuat saya menjadi orang yang lebih kuat, cepat belajar hal baru dan tidak banyak mengandalkan orang lain, saat ibuku bekerja sekaligus membesarkan 4 orang anak, bukan hal mudah dalam membagi waktu dan kasih sayang untuk anak-anaknya. Pesan ibuku  yang selalu teringat sampai saat ini: “Kalau bisa dikerjakan sendiri, kerjakanlah” , sejak saat itu berbagai hal  disaat membutuhkan panduan atau pendampingan seorang ibu termasuk mengurus diri, harusku terjemahkan dan kerjakan sendiri,  pikirku dengan begitu beban ibuku akan terasa ringan dan waktu luangnya bisa kudapat dengan bercengkrama dengannya.”

Rya Paramitha Indera (30) , Sekretaris pimpinan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta.

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang lebih tangguh serta mandiri dalam menghadapi segala permasalahan saya dan lebih menghargai waktu kebersamaan dengan ibu saya, ibu adalah inspirasi saya dalam bekerja sehingga apapun yang saya kerjakan saya hanya berharap ilmu dan skill saya berguna dalam melayani masyarakat.. Namun dengan kesibukan ibuku yang begitu padat, beliau masih menyempatkan dirinya untuk membuatkan makanan kesukaan kami, memeriksa pekerjaan rumahku dan mengambilkan raportku itu artinya keluarga pun utama baginya”

Laras Eka Wulandari (29), Jurnalis.

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Walau saya blm menjadi seorang ibu, nantinya saya juga ingin menjadi working mom seperti ibu. Ia menunjukkan kpd saya akan kesetaraan dalam rumah tangga, dimana ibu tidak harus selalu ada dirumah dan mengurus urusan domestik.”

Mommies ada yang ingin menambahkan?


6 Comments - Write a Comment

  1. artikelnya bagus. Sayang gak tampil di halaman HOME seperti waktu dulu ya mbak. Kan biasanya artikel terbaru selalu muncul di halaman HOME. Ini aku juga nemu karena ngubek FBnya mommiesdaily, sementara kalo langsung visit ke desktop websitenya, malah ndak nemu. He he he….

  2. Nyokap gw juga kerja walaupun bukan kantoran, tapi buka butik. Nyokap tipe ibu yg berpikir, perempuan harus mandiri secara finansial. Pas papa meninggal, pas 3 anaknya lagu kuliah, kebayang beratnya beban nyokap. Nyari duit dan ngurus 3
    anak remaja. Tapi bersyukur karena gw akhirnya belajar untuk tau artinya kerja keras :D

Post Comment