Motherhood Monday: Fery Farhati Ganis – “Mas Anies Baswedan adalah Sosok yang Sangat Dirindukan Keluarga”

Motherhood Monday: Fery Farhati Ganis – “Mas Anies adalah Sosok yang Sangat Dirindukan Keluarga”

Berdirinya PAUD  di rumah ini, atas kenginan Anda atau bagaimana?

Adanya PAUD mulanya adalah keinginan saya, awal memiliki rumah yang masih ngontrak – mau memaksimalkan garasi supaya bermanfaat untuk orang banyak. Tapi memang belum sempat terlaksana, karena belum menjadi hunian milik sendiri. Kemudian ketika membangun rumah ini, dari segi desain kami memikirkan bahwa nantinya rumah kami bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik – ini adalah bagian dari cita-cita kami.

Dilihat dari desain rumah yang sangat hangat dan terbuka, apakah memang ini juga mewakili kepribadian Anda dan Mas Anies?

Iya betul, karena istilahnya Mas Anies itu – “Community is your security”. Kalau kita bisa terlibat dengan lingkungan kita, maka lingkungan kita juga akan menjaga kita. Jadi kalau kita baik dengan tetangga dan lingkungan, maka mereka juga akan menerima kita dengan baik. Kami saling jaga dan membutuhkan, dan kami sangat terbuka bagi mereka yang mau menggunakan ruangan ini (semacam pendopo berbentuk rumah joglo Jawa). Karena ketika kami beli tanah ini, tanah ini sudah lebih dulu dipakai oleh warga sekitar untuk anak-anak main bola, untuk tempat perkawinan. Dan setelah jadi Mas Anies bilang, Joglo ini bisa dipakai untuk kepentingan mereka. Dan baru-baru ini ada tetangga yang mau menikah, kami menawarkan tempat ini untuk dipakai, tapi mereka tidak mau. Alasan kami menawarkan tempat ini bisa dipakai, supaya mereka tidak merasa kehilangan dengan tempat ini, dengan adanya hunian kami di sini.

Awal mula dibangun tempat tinggal ini, ada pertentangan kah dari masyarakat?

Tidak, karena Mas Anies itu orang sangat pandai membaur, dari sejak awal dia suka ngobrol. Dan ketika kami ingin bangun rumah ini juga kami minta izin kepada warga sekitar. Sebelumnya sudah minta maaf, jika nanti banyak kendaraan yang hilir mudik di sekitar rumah.

Sekarang beralih ke soal hubungan Ibu dan Pak Anies, apakah Pak Anies termasuk pasangan yang romantis?

Iya, Mas Anies termasuk pasangan yang romantis – dia suka memberi kartu ucapan atau bunga di momen-momen spesial. Tapi buat saya yang romantis dan penting adalah kehadiran dia di tengah-tengah kami. Kami adalah tipe pasangan yang saling melengkapi.

Kalau boleh tahu, bagaimana si awal pertemuan ibu dengan Pak Anies?

Kami bertemu di akhir-akhir masa kuliah, ketika itu Mas Anies akan berangkat ke Jepang untuk melanjutkan studinya. Dan dia sampaikan niatkan, untuk mempersunting saya – dan dia itu tipe pria yang serius. Tipe dia tidak mau berpacaran, dia mau langsung serius. Bahkan pembicaraan kita sedari awal memang sudah menjurus ke pernikahan, dan mengingatkan saya bahwa ia adalah orang publik – artinya akan banyak bersentuhan dengan masyarakat, itu adalah bagian dari passion-nya dia.

Dari Ibu Fery dan Pak Anies saya belajar bahwa di sela-sela kesibukan atau aktivitas lainnya, anak dan keluarga tetap menjadi prioritas utama – dan banyak cara yang dapat ditempuh untuk mempertahankan kulitas hubungan anak dan orangtua. Di antaranya adalah “one on one” bersama masing-masing anak.


Post Comment