8 Komentar yang Dibenci Ibu Hamil

JanganLakukanIniPadaIbuHamil!

  • Perutnya mancung, pasti bayinya laki-laki

Hal ini sering kali saya dapatkan ketika hamil dulu, biasanya akan ada yang menebak dari bentuk perut – untuk bentuk yang cenderung mancung, maka ada indikasi bayi yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki. Dan sebaliknya, jika agak bentuk perut melebar ke samping, si jabang bayi berjenis perempuan. Hingga saat ini, saya belum menemukan penelitian yang membahas hal tersebut. Tak mustahil yang bersangkutan akan kecewa, jika Anda menebak bayi yang akan lahir laki-laki, padahal yang diidam-idamkan adalah perempuan.

  • Jangan sampai cesar lhooooo, lebih sakit. Lagipula normal itu lebih baik

Daripada sibuk memaksa ibu hamil melahirkan normal, lebih baik membagi kiat jika waktu melahirkan sudah dekat. Intinya kan fokus pada kesehatan si ibu hamil, perkara si ibu mau melahirkan dengan metode apa, itu adalah haknya 100%. Selain itu kita tidak pernah tahu kondisi seperti apa yang akan dialami detik-detik  melahirkan. Contohnya saya, dari awal niat saya sudah bulat mau melahirkan normal, tapi apa mau dikata – tali pusat bayi saya terlilit di sekitar leher dan kaki, kondisi ini mengharuskan saya segera ditindak operasi caesar.

  • ASI Ekslusif jangan lupa, jangan sampai minum sufor, jangan sampai si kecil jadi anak sapi

Tak usah sibuk menggurui ASI adalah asupan terbaik untuk bayi, semua ibu pada dasarnya mengetahui hal tersebut. Lemparkan saja tema yang netral seputar ASI ini, misalnya kiat manajemen ASI perahan, jika suatu saat teman Anda akan kembali bekerja usai cuti bersalin. Kecuali jika teman Anda bertanya seputar ASI ini, jelaskan sesuai dengan pertanyaan yang diberikan – hindari menjelaskan dengan berlebihan. Intinya jangan sampai si ibu hamil merasa terintimidasi dengan penjelasan Anda.

  • Ih kok perut kamu penuh stretch mark? Perut aku nggak dong, muluuuus.

Saya pernah mendapatkan komentar tidak menyenangkan seputar hal ini, orang tersebut membandingkan beberapa bagian tubuh saya yang menghitam. Misalnya sekitar leher dan ketiak, sementara orang tersebut mengakui tidak mengalaminya. Reaksi saya hanya diam, tersenyum meski ada merasa tidak nyaman dengan komentarnya. Saya meyakini hal-hal semacam ini erat kaitannya dengan hormon, jadi tidak bisa disamakan kondisi ibu hamil yang satu dengan yang lainnya.

Jika Mommies punya pengalaman serupa, silakan bagi ke kami ya, ceritanya :)


4 Comments - Write a Comment

  1. yup, setuju, yang paling utama harus disiapin adalah HATI, harus sekuat baja, karena ketidaknyamanan itu kadang berlanjut sampe lahiran. 6 poin tentang komentar di atas yang udah pernah aku alamin :
    – dandanan yang katanya pucat karena mendadak kulit wajah jadi super sensi gak bisa kena pelembab dan compact powder, padahal pake merk v***s yang terkenal super ringan, bisanya cuman bedak M****
    – badan yang masih kurus walaupun udah hamil 7 bulan, selalu dibilang “kurang gizi” sama GM yang udah beranak satu
    – elus2 perut tiba2 tanpa ijin, bahkan disundul2 sama telunjuk yang malah bikin perut gak nyaman
    – bentuk perut yang dijadiin bahan taruhan ntar jenis kelaminnya apa, tapi aku dan suami kekeuh gak mau kasih tau prediksi USG ke siapapun termasuk orangtua sekalipun
    – nakut2in kalo caesar lebih sakit daripada normal. waktu udah lahiran aja ada temen yang tega bilang “ihhh sembuhnya lama banget lho, temenku ada yang caesar sampe 2 tahun masih sakit kalo gendong anaknya”. rasanya pengen cekik tuh orang biar diem
    – “susunya ntar apa? asi atau sufor?”, “kalo udah kerja di-mix aja, ntar lama2 menurun asinya kalo udah kerja”, bahkan mertua pun yang awalnya ngotot nyuruh asix pernah nyaranin di-mix sufor supaya endut

  2. Waaah Mommies Yuanitacik ternyata sebagian besar apa yang saya tulis, Anda juga pernah mengalami yaaa. Tapi emang deh ya, selain harus prima kondisi fisik, juga hrs siap mental. Semoga lingkungan sekitar kita bisa pengertian yaa, berhenti melontarkan komentar atau pertanyaan “ajaib” seputar kehamilan (kepada siapapun itu)

    Iya tu, Mbak Fia. Wkt gw hamil sering bgt digituin, risih karena yaaa..nggak nyaman aja. kalau gw paling sebel itu ada komentar “Kalau saya ngga ada tuuh keluhan hitam di sekitar leher dan ketiak” haluuuww kan hormon masing2 ibu hami berbeda2 yaah *gemes

    Hai Mommies Phier, nah itu…padahal mungkin ada kondisi2 tertentu yang ngebuat ibu memberikan sufor kpd si kecil. Intinya sih jangan menghakimi yaa….

Post Comment