Survival Guide for Working Mother with Kids Under 5

  1. Stok makanan

Saya termasuk ibu bekerja yang suka sekali membeli stok makanan sebanyak-banyaknya sepulang kantor. Dan syukurlah, ini sangat membantu saya. Kalau saya misalnya, saya pesan nugget handmade tanpa pengawet dan MSG dari teman, memenuhi kulkas dengan sayuran organik (sayuran organik lebih cepat/mudah dicuci!), dan melengkapi dapur dengan resep-resep tumisan yang memerlukan waktu memasak pendek, serta berbagai macam roti dan biskuit sebagai persediaan untuk menjawab “Ibu, aku lapar!” saat meja makan kosong.

Healthyfood

  1. Libatkan kantor

Bukan untuk membuat Anda tampak tidak profesional, tapi Anda harus jujur mengenai keadaan di rumah. Minimal, HRD dan atasan Anda harus tahu bahwa saat ini Anda punya dua anak yang masih kecil-kecil, misalnya, sehingga masih membutuhkan perhatian penuh. Dengan begitu, ada pengertian dari pihak kantor untuk menyesuaikan load pekerjaan dengan kemampuan Anda.

  1. Ekstra alat komunikasi

Teman saya mempunyai sebuah CCTV online yang disambungkan ke internet, yang membuat dia bisa berkomunikasi langsung dengan anak-anaknya di rumah sambil melihat gambar mereka melalui layar CCTV. Kalau saya, saya paling suka meninggalkan pesan di dinding kamar mandi atau papan tulis di ruang keluarga. Meski hanya berbunyi, “Kakak Jingga, jangan lupa nanti sore keramas,” dia selalu senang menemukan pesan dari ibunya di rumah saat dia pulang sekolah. Nah, Anda boleh pakai cara sesuka Anda. Kuncinya, perbanyak komunikasi.

  1. Golden time

Anak-anak suka diberi waktu ekstra untuk bermain. Saya memanfaatkan ini jika saya dalam keadaan terdesak. Misalnya waktu makan malam sudah tiba tapi saya kewalahan menghadapi anak-anak yang selalu ‘caper’ kalau ibunya ada di rumah. Maka saya beri mereka “waktu ekstra sesukanya”. Di waktu ini, mereka boleh melakukan apapun, seperti menonton TV dan main games yang biasanya sangat saya batasi.

  1. Lepaskan rasa bersalah

Oke, ini yang terakhir dan harus Anda terapkan. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa apapun yang terjadi, Anda sudah berusaha yang terbaik. Kalau ada hal buruk terjadi, itu bukan karena Anda adalah ibu yang bekerja meninggalkan anak-anak. Seorang fulltime mother pun bisa membuat kesalahan. Jadi, tanamkan dalam pikiran Anda bahwa tidak ada yang sempurna. Apapun bisa terjadi, yang penting Anda sudah berusaha memberikan yang terbaik. Stay calm, and be a damn good mother (and employee), still.


2 Comments - Write a Comment

Post Comment