Ternyata Susu Cair UHT Tidak Mengunakan Zat Pengawet

Kunjungan ke dalam Pabrik

Nah, setelah ngobrolin soal susu cair UHT yang menggunakan teknologi aseptik packaging, nggak afdol, dong, ya, kalau saya nggak cerita soal kunjungan ke dalam pabrik. Jadi, ketika mau masuk ke pabrik,  saya dan beberapa teman blogger yang tergabung dalam satu grup diwajibkan untuk menggunakan jas lab putih, sepatu bot karet, tutup kepala dan tutup rambut. Tujuannya, tentu aja supaya menjaga kondisi yang steril. Oh, ya, sebelum masuk, kami juga wajib cuci tangan lebih dulu. Sebenarnya regulasi yang diberlakukan nggak berbeda jauh ketika saat saya dan keluarga mengunjungi UPBS (Ultra Peternakan Bandung Selatan).

tetrapak2

Begitu masuk ke dalam pabrik, pemandangannya nggak jauh dari tangki-tangki raksasa. Gimana nggak raksasa, lah wong kapasitas tangki itu bisa memuat 150 hingga 200 ribu liter. Dan setiap jam, produksi susu yang dihasilkan berjumlah 24 ribu kotak susu. Selain susu, tangki tangki juga ada yang berisi teh, kacang hijau dan sari buah yang akan diproduksi dalam kemasan aseptik. Setelah melihat beragam tangki dan melihat proses pengolahan tahapan awal, kami pun diajak melihat proses UHT dan juga mesin aseptic packaging.

Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa semua pengerjaan ini dilakukan secara otomatis. Contohnya, nih, kalau si mesin menemukan ada kotak yang rusak ataupun penyok, susu tersebut langsung tereliminasi dengan sendirinya. Canggih, deh!

Saya semakin dibikin takjub begitu sampai di area gudang penyimpanan susu kotak yang telah selesai diproduksi. Susu yang jumlahnya sangat berlimpah ini rupanya tidak bisa langsung dipasarkan, namun harus menunggu selama 8 hari. Soalnya, kondisi susu masih harus dilihat lebih dahulu, apakah masih ada bakteri yang berkembang atau tidak. Jadi, setiap kali produksi, susu tersebut akan diambil sampelnya untuk dibawa ke lab. Kalau kondisinya masih baik, susu baru boleh keluar gudang dan dipasarkan.

Sementara, untuk susu yang rusak ternyata tidak akan menyisakan limbah yang merugikan bagi kehidupan manusia. Menurut informasi yang saya dapatkan, susu tersebut akan diproses menggunakan Industri Pengolahan Air Limbah terpadu. Lalu susu akan dimakan oleh bakteri pengurai sehingga yang terbuang hanya berupa susu saja. Sementara untuk kemasannya, akan dihancurkan oleh mesin penghancur sampah. Namun untuk alumuniumnya akan diolah dan disumbangkan untuk para pengrajin di wilayah Bandung.

Aaaah… keren banget, ya! Ternyata nggak susunya saja yang bermanfaat sebagai salah satu sumber nutrisi. Limbahnya, pun ternyata bisa berguna untuk mata pencaharian masyarakat.

Belajar masak menu sehat

tp

Setelah dibikin takjub dan kaki sedikit pegal lantaran keliling pabrik seluas 12 hektar, sekarang saatnya belajar masak bersama Chef Norman. Bertempat di Mason Pine Hotel, Padalarang, waktu itu saya dan para peserta menyimak Chef Norman demo masak. Ada 3 menu yang cukup sederhana yang dipraktikkan host acara kuliner ‘Gila Makan’.

Menu pertamanya adalah Overnight Oatmeal. Menu ini cocok sekali dipilh jadi hidangan sarapan sehat untuk keluarga. Menu keduanya adalah Fettucini Carbonara. Ternyata membuatnya nggak sesulit  yang saya bayangkan. Fettucini yang sudah direbus, tinggal dicampur dengan bumbu bawang putih, telur, susu, keju parmesan. Setelah diaduk rata, kita tinggal menambahkannya dengan daging asap, garam, merica, kacang polo. Aduk rata, fettucini carbonara pun siap disajikan. Nah, menu yang terakhir, nih, yang perlu usaha lebih, hahaha. Soalnya, waktu itu Chef Norman demo membuat steak dengan saus jamur. Setelah puas melihat Chef Norman masak, giliran peserta ditantang untuk membuat dua menu yang berbeda. Dan ternyata, semua peserta cukup kreatif, lho!

Umh, kebayang, ya, bagaimana keseruan kami waktu itu? Mommies bisa ‘mengintip’ keseruannya di album foto Facebook Mommiesdaily. Selain itu, kalau mau diskusi mengenai susu cair UHT bisa langsung ke forum, ya. Saya sendiri sangat berharap bisa mendapatkan kesempatan lagi untuk merasakan keseruan seperti ini. Siapa tahu di antara Mommies ada yang bisa ikutan juga. Tolong di Amiin-kan yaaa….

 


Post Comment