Kiat Mengisi Libur Panjang di Rumah

  1. Susun rencana sejak jauh-jauh hari.

Untungnya, sekolah anak saya dan juga guru lesnya sudah memberikan kalender kegiatan setiap awal term. Ini bermanfaat sekali, karena saya jadi bisa mengira-ngira agenda apa yang bisa disusun untuk mengisi libur panjang anak.
Selain itu, susun juga daftar tempat-tempat dan aktivitas menarik di sekitar kawasan tempat tinggal. Dari situ, kita bisa mencari tahu waktu kunjungan terbaik ke suatu destinasi, ada kegiatan apa saja selama liburan, biaya masuknya, dan lain-lain. Sebaiknya sih, ajak anak terlibat dalam menentukan destinasi dan aktivitasnya, untuk mengurani risiko terjadinya ‘ketegangan’ selama kegiatan dijalani.

  1. Pantau informasi aktivitas

Ini bisa dilakukan lewat situs atau akun yang memang menyediakan pilihan kegiatan yang seru dan kreatif untuk anak. Melalui akun-akun ini, saya menemukan berbagai aktivitas untuk holiday program yang sangat beragam, mulai dari crafting, kegiatan musikal, belajar science, latihan olahraga secara intensif, sampai camp belajar entrepreneurship! Mommies bisa menilik berbagai pilihan ini untuk lalu menyortir menurut jenis aktivitas yang disukai atau dibutuhkan anak, lokasinya, sampai – yang paling penting – biayanya, hehehe.

childcraft1

*Gambar dari sini

  1. Atur budget.

Nah, ini yang sebaiknya tidak terlewat. Berkat merencanakan sejak jauh-jauh hari, kita jadi bisa menentukan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk mengisi libur panjang ini. Tapi kalau menentukan berapa besarannya secara  keseluruhan dirasa sulit, Mommies bisa setidaknya menetapkan batas pengeluaran harian. Jangan sampai kita tekor atau berhutang hanya gara-gara ingin menyenangkan anak, ya ‘kan?

  1. Ajak keluarga lain untuk beraktivitas bersama.

Bukan hanya untuk playdate, lho, meskipun seru juga kalau kita merencanakan playdate untuk anak-anak selama liburan. Misalkan kita ingin mengajak anak-anak ke destinasi wisata tertentu, dengan pergi bersama-sama satu keluarga lain menggunakan satu mobil, kita bisa menghemat bensin dan anak-anak juga jadi punya teman selama di perjalanan.

  1. Lupakan rutinitas sejenak.

For me, holiday is the time to let loose. Anak mau tidur lebih malam daripada biasanya? Silakan aja. Atau nggak mandi sampai siang? Nggak apa-apa, toh sedang di rumah saja ;) Kita saja kalau sedang libur maunya ‘bebas’ dari ikatan rutinitas, bukan? Holiday is also about saying “yes” more. Membiarkan kalau anak ingin bersepeda atau main bola agak lama. Mengizinkannya mengisi kolam plastik dengan berbagai benda yang ditemukannya (meskipun habis itu harus agak repot mengepel). Menggunting-gunting kertas sampai berantakan, atau nonton film kesukaannya sambil makan es krim.

  1. Small things that can help.

Jangan lupakan hal-hal kecil yang bisa membantu kita menyediakan aktivitas untuk anak, Mommies. Yang terpikirkan atau pernah saya lakukan di antaranya
– Menyewa mainan yang tidak dimiliki, sebutlah yang harganya mahal, atau kurang long-lasting, seperti playhouse, activity gym, kids furniture, dan lain sebagainya.
– Mengunduh printables gratisan untuk activity book.
– Membuat project khusus selama liburan yang melibatkan anggota keluarga, misalnya membuat family tree,  mempelajari tentang outer space, membuat buku cerita, menyusun kliping, dan lain sebagainya.
– Jika les yang rutin diikuti anak ikut libur, mungkin Mommies bisa menanyakan kemungkinan gurunya memberikan kelas private khusus selama libur, atau mencari guru infal.

Nah, kalau itu cara saya menyiasati liburan panjang yang harus dihabiskan di rumah saja. Berhubung saya hitungannya masih ibu ‘pemula,’ saya yakin banyak Mommies yang punya trik lebih jitu. Share di sini, dong, Mommies. :)

 


Post Comment