3 Vaksinasi Penting Untuk Lansia Tersayang

Health & Nutrition

?author?・30 May 2015

detail-thumb

Selain waktu dan perhatian, hal lain apa yang bisa kita berikan ke orangtua kita tersayang? Memastikan kesehatan mereka terjaga dengan baik. Salah satunya mendapatkan vaksin wajib untuk lansia.

Masih bisa melihat senyum kedua orangtua dan mengenalkan Jordy (anak saya yang berusia 10 bulan) pada Nenek dan Kokongnya (iya, niat awal sih maunya dipanggil Engkong, tapi entah mengapa berubah jadi Kokong) adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Dan, salah satu permohonan yang selalu terselip dalam doa-doa saya adalah melihat kedua orangtua menjalani hari tuanya dalam kondisi yang sehat (setidaknya sehat menurut standar orangtua).

grandparents-kids

Gambar dari sini

Namun, saya kan nggak bisa ya, menolak kenyataan, bahwa yang namanya proses bertambah tua itu pasti dan seiring bertambah usia, kekebalan tubuh seorang lansia menurun secara alami. Hal ini juga yang dialami oleh orangtua kita semua. Orangtua yang saat kita kecil dulu rela meluangkan waktu untuk merawat dan menjaga kita. Sekarang, peran berbalik, sayalah yang harus merawat dan menjaga mereka. Jujur, orangtua saya tak pernah menuntut, tapi saya merasa wajib. Dan, salah satu cara yang bisa saya tempuh adalah memastikan mereka mendapatkan vaksinasi yang memang wajib mereka terima.

Vaksin untuk lansia? Yep!  Tidak hanya bayi dan anak-anak saja yang membutuhkan vaknisasi atau imunisasi. Lansia dengan kondisi ketahanan tubuh yang terus menurun juga membutuhkan tindakan ini. Menurut Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-Kger, M,Epid, FINASIM Ketua PERGEMI dalam seminar media pencanangan "Gerakan Vaksinasi Lanjut Usia untuk Hidup Sehat dan Bahagia", 21 Mei lalu di Jakarta, ada  4 alasan mengapa lansia memerlukan vaksinasi:

  • Lansia lebih rentan terhadap penyakit infeksi dan komplikasinya.
  • Banyak penelitian telah membuktikan mengenai manfaat vaksinasi.
  • Lebih cost-effective dibandingkan mengobati penyakit tersebut.
  • Bermanfaat dari segi kesehatan untuk masyarakat yang tergolong populasi lanjut usia.
  • Sementara itu, masih dalam kesempatan yang sama dr. Eka Viora, Sp.KJ (Direktur Bina Kesehatan Jiwa, Ditjen BUK Kemenkes RI) membeberkan fakta yang menurut saya menarik dari segi manfaat vaksinasi bagi lansia, “Selain sebagai investasi kesehatan, saat seseorang memasuki usia lanjut sebenarnya ia masih dapat berperan penting di tengah masyarakat. Misalnya menjadi relawan, berbagi pengalaman mengenai pengetahuan dan kearifan untuk menyebarluaskan kebaikan pencegahan penyakit, membantu merawat keluarga dan bahkan masih dapat berpartisipasi menunjang ekonomi keluarga”, tutur dr. Eka.

    Di halaman selanjutnya, 3 vaksinasi yang dianjurkan untuk lansia

    Carl-Ellie-Painting

    Poin penting lainnya yang saya garis bawahi dalam seminar media hari itu, bahwa proses menjadi tua bukanlah suatu penyakit, melainkan proses perkembangan alami seseorang. Dalam perjalanannya, disebutkan seseorang bisa dikondisikan menjalani proses penuaan yang sehat – sehat secara fisik, mental dan pada akhirnya bisa berimbas pada kesejahteraan sosial yang baik untuk tahun-tahun selanjutnya. Hal ini berkaitan dengan minimnya kemungkinan lansia keluar masuk rumah sakit yang memerlukan biaya yang sangat besar, karena suatu penyakit yang diidapnya. Tujuannya tak lain untuk mencapai keadaan fisik dan fungsi kognitif yang masih mumpuni serta bebas dari penyakit dan cacat fisik.

    3 Vaksinasi yang Dianjurkan Untuk Lansia:

    Ada tiga vaksinasi yang dianjurkan untuk diberikan kepada lansia:

    1. Vaksinasi Influenza

    Direkomendasikan rutin dilakukan setiap satu tahun sekali bagi seseorang ≥ 50 tahun, penghuni rumah jompo dan fasiltas-fasilitas lain dalam jangka waktu yang lama – seperti asrama dan pesantren. Orang muda dengan penyakit jantung atau paru kronis, penyakit metabolisme (termasuk diabetes), penyakit ginjal, penyakit imunitas (termausk HIV) dan para calon jemaah haji, karena berpotensi cukup tinggi terpapar influenza.

    2. Vaksinasi Pneumokok

  • Polisakardia Pneumokok: Dianjurkan pada usia 60 tahun ke atas, diulang setiap lima tahun sekali – tapi kalau ada penyakit kroniknya (jantung pembuluh darah, penyakit paru kronis, diabetes melitus, alkonolik, kebocoran cairan otak, infeksi HIV, leukimam dan pernah mendapatk kemoterapi) meskipun masih di bawah umur 60 tahun vaksin ini sudah bisa diberikan.
  • Konjugat Pneumokok: diberikan pada usia ≥65 tahun, dan usia <65 tahun dengan penyakit jantung pembuluh darah, penyakit paru kornis, diabetes melitus, alkoholik, kebocoran cairang otak, infeksi HIV, leukemia, dan mendapat kemoterapi. Vaksin ini dilakukan cukup sekali seumur hidup.
  • 3. Vaksinasi Herpers Zoster

    Herpes zoster adalah reaktivasi virus cacar air akibat imunitas yang menurun dan sering menimpa seseorang pada lanjut usia. Diberikan pada individu yang berusia 50 tahun, dan cukup satu kali tidak perlu diulang.

    Pada umumnya, semua vaksin tersebut bisa didapatkan di rumah sakit umumDan, seperti yang sudah saya singgung di atas, usia lansia berisiko terpapar mengalami infeksi karena penurunan respon imun – untuk menimalisasi seorang lansia dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Tetap menjaga mobilitas dan aktivitas fisik, artinya jangan malas bergerak. Mommies bisa ajak orangtua untuk berjalan-jalan di taman kota atau jalan pagi di sekitar komplek perumahan.
  • Menjaga asupan cairan yang cukup (tidak berlebihan juga tidak kurang), hal ini berkaitan erat dengan otot sebagai sumber kekuatan.
  • Mengaja kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar.
  • Jika tubuh sehat maka kejadian rawat inap pun bisa diminimalkan bahkan dicegah.
  • Last but not least adalah melakukan vaksinasi.
  • Kalau bicara soal kesehatan orangtua, saya jadi teringat quote berikut ini: “Love your parents and treat them with loving care. For you will only know their value when you see their empty chair.” -NN

    Sayangi dan lindungi orangtua kita masing-masing dengan maksimal yuk Mommies :)