Asisten Rumah Tangga Juga Manusia

BPJS

 *Gambar dari sini

  • Sebutkan jam kerja dan jenis pekerjaan yang jelas dalam surat perjanjian, jam berapa dia harus mulai bekerja, jam berapa selesai, jam istirahat dan pekerjaan apa saja yang harus selesai selama masa itu. Di luar jam kerja ini, berarti terhitung lembur dan kita perlu memberikan uang lembur.
  • Wawancara mendalam dan buat perjanjian kerja dengan ART pada awal masuk. Kalau kita mengambil ART dari yayasan penyalur, kita akan diberikan surat perjanjian dari yayasan tapi bukan surat perjanjian kerja. Bacakan surat perjanjian itu di depan ART, supaya dia juga tahu. Sebaliknya minta yayasan penyalur menyebutkan perjanjian apa saja yang dibuat bersama ART. Selebihnya, kita bisa membuat surat perjanjian kerja sendiri dengan segala ketentuan dan sanksi bila kedua pihak melanggar. Tentu ada baiknya, diketahui juga dari yayasan. Surat perjanjian kerja seperti ini memang tidak kuat secara hukum, tapi setidaknya kedua belah pihak tahu dari awal apa hak dan kewajiban masing-masing. Ini juga melatih ART untuk lebih profesional.    
  • Tunjangan kesehatan. Sekarang kita lebih terbantu dengan adanya BPJS ataupun Kartu Indonesia Sehat. Jangan lupa untuk turut mendaftarkan ART kita dan membayarkan preminya.
  • Buat evaluasi penilaian kerja secara berkala, misalnya enam bulan sekali atau maksimal satu tahun sekali. Kalau dia melakukan semua job description dengan baik, patut diberi penghargaan misalnya insentif, tambahan libur satu hari sampai kenaikan gaji. Sebaliknya, kalau dia melakukan pekerjaan dengan asal-asalan, beri peringatan dengan, misalnya, katakan bahwa dia bisa diberhentikan kapan saja. Yang terakhir ini memang susah, tapi untuk lebih profesional, kita juga harus bisa lebih tegas.
  • Hari libur dan uang hiburan. Seperti kita, ART juga butuh liburan, refreshing dan bebas dari pekerjaannya. Satu hari seminggu sangat ideal. Kita bisa mengizinkannya ke rumah sanak saudara atau melakukan sesuatu yang ia suka. Kalau dia suka menonton film, mungkin pada hari liburnya bisa meminjamkan DVD player untuknya dan membiarkan dia menonton bebas seharian penuh, atau mengajaknya bersama nonton bioskop. Kenapa tidak ? Hari libur untuk menghibur diri biasanya juga butuh uang. Uang hiburan ini juga bisa diberikan sebagai suatu fasilitas atau insentif dia untuk bekerja lebih baik dan betah menjadi bawahan kita.
  • Beri dia pelatihan keterampilan untuk menambah keterampilannya, misalnya kursus menjahit atau memasak. Kalau tidak diikutkan dalam institusi, Anda bisa melatihnya sendiri dengan menunjukkan cara dan resep masakan dari internet dan tugaskan ia untuk belajar dari situ.

Kalau segala fasilitas seperti itu sudah diberikan dan perlakuan kita juga sudah cukup ‘manis’, tapi perilaku ART tetap tidak sesuai dengan nilai yang kita terapkan, mungkin sudah saatnya mencari ART lain yang bisa diajak bekerja secara profesional. Bagaimana menurut mommies?