Perjalanan Dinas Bersama Anak, Bolehkah?

travel_kids

*Gambar dari sini

  1. Mintalah izin kepada atasan dan/atau rekan perjalanan dinas. Saya beruntung selama berkarir selalu mendapatkan atasan yang sangat kekeluargaan. Mereka yang ‘menawarkan’ opsi membawa anak-anak ikut serta di perjalanan dinas yang bisa dijangkau dengan perjalanan darat. Namun meminta izin  selain merupakan etika bekerja juga merupakan notifikasi kepada pimpinan dan rekan kerja bahwa di saat-saat istirahat saya akan fokus mengurus keluarga saya.
  2. Pastikan rekan perjalanan dinas merasa nyaman. Jangan sampai rekan perjalanan dinas yang lain merasa tidak nyaman. Miliki rasa kerjasama yang baik. Misalnya, ketika anak teman saya rewel, beberapa kali saya menawarkan diri untuk menghibur. Sebaliknya ketika anak saya masih balita dan tidak mau diam di kamar, rekan senior saya menawarkan untuk mengurus anak saya ketika saya harus menjadi notulen rapat.
  3. Kenali kebiasaan anak Anda. Ketahui watak anak Anda, bagaimana suasana hatinya dan bagaimana menanganinya. Mengenali anak kita sendiri akan memudahkan kita dalam menyediakan apa yang diperlukan anak-anak dalam perjalanan ini, baik hiburan yang diperlukan, suasana yang child friendly di lokasi, makanan sehari-hari maupun apakah perlu membawa serta ART. Menjaga mood anak akan memudahkan pekerjaan kita.
  4. Kenali lokasi tempat kegiatan. Hubungi pihak penyelenggara atau pihak hotel, apakah fasilitas yang disediakan memungkinkan utnuk mengajak anak. Kenali pula lokasi di sekitar apakah dapat menyediakan fasiltas yang cukup atau Anda harus memborong semua peralatan dan mainan anak-anak. Seperti pada kegiatan dinas terakhir, teman saya yang masih menyusui dan memberikan MPASI memboyong peralatan MPASI sendiri seperti slow cooker, bahan makanan yang segar dan ART-nya. Untuk kasus seperti ini, saya pernah menyiasatinya dengan berkomunikasi dengan pejabat hotel (kebetulan hotel tempat kami menginap merupakan jaringan hotel internasional) agar dapat membantu saya menyediakan MPASI berupa bubur nasi dengan wortel brokoli dengan standar yang saya tentukan. Tiba di hotel, General Manager hotel menemui saya bersama chef utama untuk memastikan apa yang saya perlukan dan bayi saya berhasil tetap MPASI. Pilihan lain saat ini adalah di beberapa kota sudah ada penyedia makanan bayi yang sehat dan bisa diantar ke hotel.
  5. Hitung biaya sendiri yang akan dikeluarkan. Jangan lupa menghitung biaya yang akan timbul. Akan lebih baik jika dalam perjalanan ini seminimal mungkin menggunakan fasilitas yang disediakan kantor. Salah satu hal yang saya hindari adalah kesan aji mumpung dengan biaya kantor. Saya percaya bahwa membawa anak-anak dalam perjalanan dinas ini adalah dalam rangka worklife balance, untuk keseimbangan antara tanggung jawab sebagai pekerja kantor dan seorang ibu. Hal yang tidak etis dilakukan adalah membebankan biaya transportasi dan akomodasi tambahan yang disediakan kantor untuk anak-anak plus ART ke anggaran kantor bukan?

Masih ada 5 tips lagi yang akan saya bagi dengan Anda


Post Comment