Family Friday: Dian Sastro – Tantangan Sebagai Istri Mengajak Suami Terlibat Mengurus Anak

IMG_6203

Mengenai pola asuh, suka ada beda pendapat nggak dengan suami?

Untungnya enggak telalu prinsipil, kurang lebih kita sama secara prinsip. Perbedaannya hanya hal-hal yang kecil, misalnya anak enggak mau makan – aku ‘kan galak yaa “Ayo makan!” kalau nggak, nanti sekalian aja enggak usah dapat makan sampai malam, biarin anaknya kelaperan. Kadang-kadang aku tegas. Biar anak aku tahu waktunya makan ya makan. Kalau suami saya nggak tega, anak nggak mau makan terus kelaperan, suami saya kasih cemilan, eh akhirnya jadi nggak malam makan.

Pasangan membatasi kegiatan Mbak Dian, nggak?

Aku bersyukur Indra itu orangnya suportif banget istrinya berkarier. Indra tuh merasa cewek yang seksi itu adalah cewek yang berkarier. Cewek mandiri menurut dia seksi banget, justru dia lebih seneng walaupun aku sudah menikah, sudah jadi ibu-ibu, justru tetap disuruh main film dan berkegiatan. Karena menurut dia, itu hal yang keren. Jadi tetap naksir sama saya (tersenyum lebar :D).

Biasanya ngapain aja untuk spend time atau quality time bareng anak?

Aku biasanya lebih banyak di rumah. Soalnya kalau pergi ke mall itu ‘kan jatuhnya anak kita jadi lebih banyak lihat segala sesuatunya di dalam mall itu, jadi nggak fokus sama kitanya. Aku lebih senang di rumah karena bisa ngobrol, atau mandiin, pake baju, gantiin diapers atau makan dan nonton TV bareng. Tapi sambil ngobrol juga dan dibahas, misalnya: “Iiiih, princess-nya lagi nangis tuuu”, jadi ada proses komunikasi di situ dan mengajarkan dia bicara. Nonton TV, sih, boleh, tapi dibatasi.

IMG_5939

Mbak Dian dalam social media sedang sering-seringnya menyebut “lembaran baru,” cerita dong Mbak tentang apa itu?

Jadi sekarang aku sudah 33 tahun. Kadang-kadang orang mikir kalau sudah berumur, jadi ibu-ibu, anak udah dua, umur udah 30 sekian kayaknya momen ulang tahun jadi meredup. Terus jadinya hidup jadi begitu-begitu aja, nah aku nggak mau itu terjadi. Justru kalau di luar ‘kan, contohnya Gwyneth Paltrow, Jennifer Aniston makin tua main sehat, karena mereka olahraga melulu. Di umur aku yang sekarang dan nanti akan bertambah tua, aku ingin melihat diri aku dengan perspektif yang berbeda, jangan kayak gitu-gitu doang, dong.

“Ayo tetap ciptakan sesuatu baru dalam dirimu!” aku tuh punya tekad seperti itu. Jadi aku lagi punya niat melakukan banyak hal yang mungkin belum pernah aku lakukan sebelumnya. Misalnya olahraga baru! Panjat tebing mungkin? Hahahahaa, atau mungkin pencak silat. Apapun sesuatu yang baru, soalnya suamiku juga senang. Dia bilang “Umur kamu boleh semakin tua, sayang, tapi kamu harus semakin seksi, dong” karena Indra juga olahraga dan sangat menjaga kesehatannya. Atau saya juga harus melakukan lari marathon 42 kilo? :D. Jadi saya lagi merenung mau melakukan sesuatu yang baru. Semua posting itu saya pakaikan hashtag #lembaranbaru karena pingin ngajak cewek-cewek yang seumuran saya gini nih, ibu-ibu. Mentang-mentang kita sudah semakin bertambah umurnya, udah ibu-ibu dan bekerja dan keluarga, bukan berarti jadi nggak ada sesuatu yang baru dalam diri kita. Harus, dong, kita menciptakan sesuatu yang baru pada diri kita!

Dengar-dengar Mbak Dian tiger mother, cerita dong Mbak!

Nggak juga ternyata, ternyata saya agak cemen. Dulu, sih, rencananya saya mau menjadi tiger mother. Pingin disiplin, menjadi ibu-ibu yang ambisius, yang anaknya harus ranking satu. Kayaknya saya sekarang mau ngajakin Syailendra bikin PR aja kalah melulu. Kadang-kadang dia lebih bisa merebut hati saya untuk nggak ngerjain PR langsung. Saya agak kalah nih, perlu saya ubah lagi strategi mengajaknya bikin PR.

Bagaimana, Mommies, inspiring sekali bukan pembicaraan dengan Dian ini? Semoga semakin banyak ayah yang rela hands on terhadap anak-anaknya. Dan tentu saja, tetap belajar banyak hal baru walau sudah menjadi ibu-ibu. :)

 

 

 

 


Post Comment