“Kalau Ibu Tugas Ke Luar Kota, Ajak Aku Ya….”

Misalnya  menyampaikan penugasan pada Bumi sejak jauh-jauh hari. Biasanya, penugasan ke luar kota dari kantor ini kan nggak datang secara tiba-tiba. Setelah dapat persetujuan dari suami, baru deh menyampaikan pada Bumi. Waktu menyampaikannya tentu juga harus diperhatikan. Jangan sampai rencana kepergian kita sampaikan ketika anak sedang merasa kesal. Kalau kondisi si anak lagi senang, tentu akan lebih mudah diterima.

Ketika kita ingin tugas ke luar kota suami pun harus siap siaga. Maksudnya, ketika saya harus tugas ke luar kota, sebisa mungkin suami harus berada di rumah. Begitu juga sebaliknya. Memang, sih, kami masih tinggal bersama orangtua, sehingga lebih merasa aman jika meninggalkan Bumi. Tapi yang namanya anak tentu lebih merasa senang jika didampingi orangtuanya kan?

Kalau kondisi benar-benar kepepet, tentu saja orang yang bisa dipercaya seperti orangtua dan kakak yang bisa mengambil alih. Ada baiknya juga membuat to do list sehingga memudahkan pekerjaan orang yang membantu tugas kita selama bertugas. Hal lain yang biasanya saya lakukan adalah mengambil cuti. Meskipun hanya cuti sehari, paling nggak bisa kencan berdua saja bersama dengan Bumi bisa membayar kerinduan kami berdua.

Sebenarnya, persiapan yang harus ketika anak sudah sering diulas di Mommies Daily. Salah satunya tulisan Thatha ini, bagaimana dirinya menyiapkan diri untuk meninggalkan Jordy yang masih menyusui untuk melakukan perjalanan dinas.

ayamjago*kunjungan ke Pabrik Beras Cap Ayam Jago di Sragen

Kalau Mommies yang lain, punya cerita seru juga nggak ketika meninggalkan si kecil untuk dinas ke luar kota?


2 Comments - Write a Comment

  1. saya juga pingin tugas keluar kota, cm krn masih pumping jadi alasan buat nolak ke bos, walapun sempet iseng juga pngin ninggalin baby dan me time, sesekali, tpi blm berani ambil kesempatan, krn males pumpingnya, hehehe

Post Comment