Motherhood Monday: Just Silly, Kegiatan Sosial Dan Women of Worth

just-silly1

Memangnya, apa yang Mbak Silly inginkan untuk anak-anak?

Saya ingin anak-anak bisa menikmati banyak kasih sayang dari saya tanpa putus sehingga mereka bisa merasa puas. Dan saya pikir  untuk bisa melakukan hal itu, saya sebagai Mamanya tentu lebih dulu harus merasa happy kan?

Memangnya, hal apa yang bisa membuat Mbak Silly happy?

Perempuan itu harus punya kegiatan sosial sehingga dia bisa merasa happy. Ketika kita bisa melihat orang lain yang kurang beruntung, kita bisa merasakan kalau kita ini jauh lebih beruntung sehingga kita bisa terus mengucap syukur. Dengan melakukan kegiatan sosial kita juga bisa merasa kalau keberadaan kita ini juga dibutuhkan dan berharga untuk orang lain. Dan hal inilah yang membuat kita bisa merasa happy, more than anything.

Kalau kita beli barang, paling bahagianya hanya sedikit, sementara bahagia lewat kegiatan sosial ini priceless. Dan hal ini nantinya bisa terpancar dari diri kita, lewat mata kita, lewat ucapan, lewat gesture tubuh kita, aura juga terpancar. Kalau pulang ke rumah energi postifnya juga akan tersebar ke semuanya. Kalau kita merasa happy, kita jadi punya sudut pandang yang berbeda, misalnya kalau ketika melihat anak-anak sedang berulah, kita akan menganggapnya jadi suatu hal yang lucu. Kalau kondisi kita lagi marah atau kesal, pasti mikirnya anak kita itu nakal atau bandel.

Buat saya hidup harus seimbang. Kegiatan sosial ini juga bisa mengaktualisasikan diri kita, perempuan itu kan bisa dibilang tiang dalam sebuah keluarga. Kalau tiangnya lemah, ya, buat apa? Lama-lama kepala atau atapnya pasti goyang dan suatu ketika akan jatuh. Kalau tiangnya sudah kuat dan kokoh tentu semuanya akan kuat, auranya juga bisa terlihat dari luar.

Menjadi salah satu pemenang Women Of Worth ini, apakah Mbak sudah merasa banyak menginspirasi perempuan lain?

Wah,  kalau aku sih sebenarnya belum merasa bisa memberikan banyak inspirasi buat perempuan lainnya. Karena hal itu kan memang tidak mudah. Tapi paling tidak saya ini ingin lebih dulu bisa jadi contoh yang baik untuk anak-anak saya. Dulu saya sudah sempat cerita ya kalau saya sempat membuat daftar apa saja yang saya inginkan dari anak-anak, tapi kalau kita ingin anak-anak seperti yang kita inginkan, ya, kita sebagi Ibunya harus lebih dulu seperti itu. Because they are miroring us. Apa yang kita lakukan, anak pasti akan melakukannya.

Untuk lima tahun ke depan apa saja rencana Mbak Silly?

Untuk Rumah Harapan, saya inginnya sih bisa membeli rumah itu dan kita bisa copy paste program Rumah Harapan ke kota-kota lainnya. Saya juga ingin punya Rumah Sakit buat orang-orang yang nggak mampu. Mungkin kalau 5 tahun lagi agak sulit, ya, Mudah-mudahan saja bisa terlaksana 10 tahun mendatang. Mungkin kedengerannya ini sih seperti mimpi,  tapi Rumah Harapan dulunya juga sebenarnya hanya jadi mimpi saja, tapi ternyata bisa terwujud.

Kalau untuk anak-anak, saya berharap ke depannya mereka juga bisa berguna untuk orang banyak. Anak saya yang pertama pernah bilang, mungkin saya nggak bisa seperti Mama tapi saya ingin membuat film yang bisa memberikan inspirasi untuk banyak orang. Rencananya anak saya ini memang ingin sekolah perfilman di Singapore dan bisa melanjut sekolah ke Kanada. Untuk anak ke dua saya yang autism, saya nggak berharap banyak. Sudah bisa menolong dirinya sendiri saja saya sudah sangat bersyukur. Sementara yang kecil, buat saya dia itu guardian angel banget, jadi anak yang menyenangkan dan terus bisa membahagiaakan orang di sekelilingnya seperti sekarang. Cuma kalau ditanya, dia sering bilang kalau sudah besar ingin seperti Mama. Kadang saya suka takut salah mendidik anak-anak. Moga-moga saja sih, nggak, ya.

—-

Wah, kalau melihat apa yang sudah dilakukan Mbak Silly, saya sih yakin kalau dirinya sudah menjadi contoh yang baik buat anak-anaknya. Jangankan anak-anaknya, saya saja yang nggak punya hubungan darah sudah merasakan energi positif ketika berbincang dengannya. Mudah-mudahan apa yang sudah Mbak Silly lakukan lewat kegiatan sosialnya bisa terus berjalan ya…. amiin


Post Comment