Risiko Bagi Perokok Saat Berhubungan Intim

Sudah tau belum, ternyata kebutaan nggak hanya dialami mereka yang sedang jatuh cinta saja. Ya, semacam waktu kita zaman ABG dulu, deh, hehehe. Soalnya, setelah menikah dan melakukan hubungan seksual, aktivitas yang satu ini juga bisa menyebabkan seseorang mengalami kebutaan. Lho, kok, bisa?

relationships

Informasi soal ini juga baru saya ketahui setelah membaca artikel di sebuah media online. Dalam artikel tersebut dijelaskan kalau hubungan seksual bisa menyebabkan kebutaan sementara, di mana kasus ini biasa terjadi pada kaum pria. Meskipun cuma sebentar, tapi tetap saja bikin saya deg-degan. Kebayang, nggak. gimana paniknya kita kalau lagi ‘mesra-mesraan’, tau-taunya suami mengalaminya kebutaan sesaat? Duh, jangan sampai, deh, nightmare itu terjadi.

Karena penasaran dengan hal ini,saya pun memutuskan untuk wawancara dengan dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS. Saya yakin, lewat seksolog yang sering main film ini, saya bisa mendapatkan jawaban yang lebih  mendetail.

Mau tau penjelasan  dokter kelahiran Bandung, 14 Desember ini? Berikut kutipan wawancaranya, ya…

Benarkah seks dapat menyebabkan ‘kebutaan sesaat’?

Itu sebenarnya jarang terjadi. Tetapi itu biasanya pada saat orgasme itu terjadi fase penyempitan pembuluh darah atau pengerutan pembuluh darah diikuti fase pelebaran pembuluh darah. Jadi pada saat orgasme itu terjadi suatu keadaan di mana pembuluh darah itu berkontraksi ditambah kontraksi daripada seluruh otot-otot seputar kaki, otot di rahim kemudian seakan rahim menghisap. Itu aspek fisiologis. Ditambah terjadi perubahan-perubahan pada otak di mana endorfin dikeluarkan, ditambah lagi dengan kontraksi daripada pembuluh darah maka kemudian terjadilah kebutaan sesaat, dilanjutkan fase pelebaran pembuluh darah.

Pada saat kontraksi tersebut, pada beberapa orang dengan kelainan di retina maka di retina juga berkontraksi sehingga retina itu kekurangan oksigen yang mengakibatkan dia mengalami kebutaan sesaat. Tetapi setelah itu tidak buta lagi, masuk fase pelebaran pembuluh darah.

Biasanya, terjadi ada siapa saja, sih, Dok? Dan apa saja faktor penyebabnya?

Itu sebenarnya jarang terjadi, dan kasus ini bisa terjadi terutama pria-pria perokok, pengonsumsi makanan berlemak, sehingga pembuluh darahnya itu semakin menyempit. Termasuk pembuluh di jantung dan retina pun menyempit yang berakibat, dari kondisi penyempitan itu diiringi kontraksi maka semakin sempit saja. Maka terjadilah kebutaan sesaat.

Tetapi pada pembuluh-pembuluh darah yang masih bagus yang tidak terbebas diabetes, asterochlorosis, tidak ada darah tinggi itu biasanya setelah kontraksi tidak tertutup total pada saat orgasme itu. Masih tetap ada darah yang masih mengalir, oksigen masih memberikan kepada retina yang menangkap cahaya itu. Jadi masih bisa melihat. Karena itulah, kalau ada orang yang pada saat orgasme mengalami kebutaan sesaat, itu sudah terindikasi bahwa ada kelainan-kelainan pembuluh darah yang lain, baik pada jantungnya, baik pada otaknya sehingga ia harus melakukan pemeriksaan-pemeriksaan menyeluruh, seperti pemeriksaan CT Scan otak, maupun arteografi pada jantung. Dan biasanya terjadinya pada usia 40 tahun ke atas.

Mengenai frekuensi seringnya berhubungan seksual, apakah juga ikut jadi pemicu ‘buta sesaat’? Baca penjelasan dr. Boyke di halaman berikut, ya…


Post Comment